Cara Seru Install Banyak WordPress di Satu Domain

wp.jpegKalau di artikel sebelumnya kita bisa memiliki banyak blog WordPress dengan subdomain yang berbeda, sekarang akan dijelaskan bagaimana kita melakukan hal serupa namun hanya pada sebuah domain / hostname.

Asumsi kita memiliki sebuah host dengan alamat : http://www.inoidage.com. Kemudian kita ingin memiliki 3 buah blog WordPress, masing-masing dengan alamat :

Langkah pertama tentunya mengekstraksi file-file wordpress ke “Document Root“. Kemudian, seperti biasa, membuat sebuah database khusus untuk wordpress. Setelah itu, bukalah file wp-config.php dan masukkan parameter database yang telah kita buat. Contohnya :

define('DB_NAME', 'blogs');
define('DB_USER', 'blogs-user');
define('DB_PASSWORD', 'blogs-password');
define('DB_HOST', 'localhost');
define('DB_CHARSET', 'utf8');
define('DB_COLLATE', '');

Karena kita ingin menginstall beberapa blog dalam satu database, maka yang harus di-“mainkan” adalah “table_prefix”-nya. Nah, sekarang, problemnya adalah bagaimana menghubungkan antara URL dan “table_prefix” tersebut, sehingga pengaksesan /aisar dan /labibi akan merujuk ke tabel-tabel yang berbeda.

Karena kita akan memanipulasi URL, otomatis kita harus bekerja dengan mod_rewrite pada Apache. Aktifkanlah terlebih dahulu modul tersebut, kemudian buat sebuah file .htaccess pada “Document Root” dengan isi sebagai berikut :

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

Contoh tersebut merupakan standar WordPress apabila kita mengaktifkan “permalink”. Jika file-file wordpress tidak berada pada “document root”, cukup mengubah parameter RewriteBase dan RewriteRule. Contohnya, apabila file-file wordpress berada di bawah /blog, maka .htaccess menjadi :

...
RewriteBase /blog/
...
RewriteRule . /blog/index.php [L]

Setelah berhasil memanipulasi URL dengan mod_rewrite, saatnya menghubungkan URL tersebut dengan “tabel_prefix”. Dikaitkan dengan asumsi sebelumnya, aku akan membuat folder baru dengan nama “wp-configs”, kemudian di dalamnya terdapat empat file :

  • aisar.php
  • labibi.php
  • romas.php
  • wp.php (default blog)

isi file tersebut kurang lebih hanya saru baris, seperti ini :

<?php $table_prefix = 'aisar_'; ?>

dengan ‘aisar_’ diubah-ubah sesuai “tabel_prefix” yang ingin dipakai (harus unik untuk tiap blog).

Read more of this post

Advertisements