Nginstall Dual Boot Windows-Linux

Akhirnya, posting juga di topik Linux Newbie.. Awalnya sih posting pertama mo dimulai dengan langkah2 nginstall Linux buat newbies. Tapi yang sempet ditulis malah yang ini dulu, gapapa lah..

Klo ada yang udah baca postinganku “Hapus Windows Anda Sekarang Juga…“, kesannya ekstrim banget yah pandanganku terhadap produk-produk Microsoft. Trus kenapa sekarang malah posting nginstall dual-boot?? Ya, kebanyakan orang yang aku temuin masih tergantung banget ma program-program yang jalan di Windows. Bahkan si Wildan mengakui, di Macbook-nya keinstall Office 2007 pake VM-Ware, ck ck bela-belain banget. Padahal Open Office ga kalah bagusnya, cuman doi bilang ga kebiasa make OOffice aja.

Ya sudah, buat kalian yang tertarik nyoba Linux tapi ga mo kehilangan Windows, bisa dicoba nginstall dual-boot. Aku nyontohinnya pake Ubuntu, tapi should be fine pake distro lain semisal Fedora cs, Knoppix cs, Mandriva, dll. Diasumsikan, Windows n’ Linux diinstall di harddisk yang sama sehingga MBR (Master Boot Record)-nya cuman satu.

Ada 3 skenarion dalam instalasi dual-boot :

1. Windows diinstall duluan, lalu Linux diinstall belakangan

Ini cara yang paling gampang, karena secara otomatis boot-loader Linux akan mendeteksi ada Windows, dan memberikan menu untuk masuk ke dalamnya. Klo pake Ubuntu, boot-loadernya adalah Grub. Setelah berhasil menginstall Windows dan Ubuntu, maka Grub akan tampil saat kita booting, dan memberikan pilihan mau booting ke Ubuntu apa Windows. Simpel, ga butuh setting macem-macem

2. Linux diinstall duluan, baru Windows belakangan

Klo kayak gini mending format aja Windows-nya, pake Linux doang hehe (becanda jep!). Masalah utama pada skenario ini adalah : Windows mengoverwrite MBR dengan boot-loadernya ndiri (sehingga Grub-nya Linux mati), tapi Windows ga mau ngedeteksi adanya Linux (sehingga ga ada pilihan buat booting ke Linux). Jadi walopun udah nginstall Ubuntu n’ Windows, tapi karena menu untuk masuk Ubuntu ga ada, jadilah kita cuma bisa booting ke Windows. Tuh, bayangin, kurang baek apa coba Linux mau ngedeteksi Windows, tapi balasannya kok gini (air susu dibales air hina — apacoba).

Tenang Jep! Solusinya, kita bakal overwrite lagi MBR dengan Grub. Caranya :

  1. Booting menggunakan Rescue Disk / Live CD Linux. Coba cek keterangan di distro masing-masing. Klo Ubuntu pake aja Live CD-nya
  2. Klo udah masuk, jalanin perintah di bawah ini dengan privileges “root” (tambahkan “sudo” di depan tiap perintah, buat Ubuntu)
    • sudo grub //setelah itu akan masuk ke program grub dengan tanda “grub>” di terminal
      • root (hd0,0) // ganti “(hd0,0)” sesuai dengan setting harddisk-mu, yakni root-nya instalasi Linux. “(hd0,0)” menunjukkan instalasi Linux ada di harddisk pertama, partisi pertama.
      • install (hd0) // ini berarti menginstall Grub ke MBR harddisk pertama, menggantikan MBR Windows yang rese’
      • quit // keluar dari program Grub
    • sudo vim /boot/grub/menu.lst // edit file menu.lst dengan editor sembarang
      • cari baris pendefinisian Operating System, biasanya di paling bawah file
      • tambahin baris sebagai berikut untuk ngedefinisiin Windows :
        • title Mikocop Windossss
        • rootnoverify (hd0,2) // ganti dengan partisi Windows diinstall, contoh ini berarti di partisi ketiga
        • makeactive
        • chainloader +1
      • save aja file-nya
  3. restart komputer, terus pastikan Grub sudah bisa booting ke Linux n’ Mikocop Windosss πŸ™‚

3. Entah mana yang diinstall duluan, pokoknya jadi ga bisa booting!

Kasus ini terjadi misalnya pas nge-repair Windows, ato ngutak-atik partisi harddisk, ato nambah harddisk baru, dll. Solusinya, mirip seperti yang skenario ke-2 tadi. Masuk ke Rescue Disk / Live CD, trus pastiin Grub keinstall di MBR, trus pastiin settingan kayak (hd0,0), (hd0,2)-nya sesuai sama keadaan harddisk sekarang. Jadi, pastiin dulu skema partisi harddiskmu, misalkan pake program gparted (buat Ubuntu). Terus, jangan lupa juga buat ngecek file “/etc/fstab” di Linux, dan pasttin settingannya bener, sesuai partisi-partisi yang ada. Klo bingung ente posting pertanyaan kesini aja lah..

Semoga membantu para Linux Newbie seperti daku.. πŸ˜€