Pengalaman Orang Katro Nyobain Mobil Baru (Toyota Vios)

Beberapa waktu yang lalu aku mendapat kesempatan mencicipi sedan “low-cost” teranyar keluaran Toyota, yakni Vios 1.5 (2008). Sedan ini aku kendarai Bandung-Jakarta p.p.(pulang pergi, padahal mah harusnya pergi(dulu)-(baru)pulang) melewati tol Cipularang, yang dikenal maknyus untuk trek-trekan πŸ˜€

Begitu meluncur ke dalam kabin, aku coba memutar kunci dan menyalakan mesin. Anehnya, mobil tidak memberikan respon apa pun kecuali panel-panel dashboard yang menyala. Kucoba berkali-kali memutar kunci, tetap saja tidak bisa (jadi inget iklan, jangan-jangan dipasangin RonCar πŸ˜€ ) “Koplingnya diteken dulu”, perintah kakakku (si pemilik mobil). Oalah, nyalain mesin mesti pencet kopling dulu, cem Mio aja kutengok mesti mencet rem dulu, padahal transmisi mobilnya manual n’ dalam kondisi netral.

Mobil mulai meluncur dengan mulus, namun tiba-tiba terdengar bunyi tiit tiit tiit mirip bunyi lift elektro yang macet (lihat artikel ini). Awalnya tidak terlalu mengganggu, eh tapi lama-lama bunyinya makin lama makin keras, jadi kayak bawa mobil ambulance aja. Kakakku yang duduk di sebelah malah cengar-cengir doang, baru kemudian ngasih clue : “Pake sabuk pengaman, makanya”. Oalah, katro bener. Ternyata itu alarm buat ngingetin pake sabuk pengaman. Begitu sabuknya “klik”, alarm padam seketika. NB : Alarm itu mulai menyala di atas kecepatan 20 km/jam.

Kelengkapan interior Vios cukup oke punya. Walaupun tidak menyediakan pemutar kaset, mobil ini udah dilengkapin dengan pemutar CD MP3 (bukan CD Audio lho). Pikir-pikir, aneh juga pemutar CD MP3 jadi kelengkapan standar, bukannya malah menyuburkan pembajakan lagu ya. Ah, tapi audio system-nya masih kalah sama merk-merk Cina, yang udah dilengkapin port USB segala buat muter lagu yang ada di flasdisk.

Yang aku suka, di setir / setang-nya (apa sih istilah yg bener?) ada tombol-tombol untuk kontrol audio sistem : ngerasin volume, pindah-pindah mode FM/MP3, sama pindah-pindah lagu. Berguna banget pas lagi nyetir sambil tetap menikmati musik. Read more of this post

Advertisements