iPhone5 wont be out so soon, but I keep waiting

Buat saya, beli iPhone4S is not a good idea.
Not pretty much improvement, selain Siri yang emang ngegemesin. Desain yg almost the same dengan iPhone4, terus software iOS 5-nya juga masih bisa diinstall ke 3GS, yeah artinya gadget saya yang udah bertahan 2 tahun ini pun masih diperhitungkan

Alasan lain, Apple seems so close to completing the next iPhone5 design. Well, ada untungnya kerja di jepun, masuk perusahaan manufaktur elektronik, telinga jadi tajem ama gosip-gosip produk baru. I can say, the next iPhone5 will be as awesome as hell! ups heaven, I meant

First, layar yang lebih besar, sekitar 4.2inch.
Second, layar yang bener2 crisp, clear, sampe bikin jari kita yg kotor ini ga tega nyentuh.
Third, layar yang very very awesome dude. Temen2 kantor saya ngebikin pabriknya setengah mati!

Oke so far, saya cuma punya informasi akurat tentang layarnya. Kick-off production will be around next August, so let’s have best expectation it will be ready to ship by end of 2012 (or 2012 is the end?)

Attached below is the most likely how iPhone5 will look like

20111112-195708.jpg

Advertisements

Memori Masa Kuliah : Struggling for Life

Entah kenapa kepengen bikin semacam postingan berseri, tentang memori selama 4 taun kuliah di ITB. Ini yang pertama, semoga bermanfaat..

Aku termasuk mahasiswa yang beruntung mendapatkan beasiswa dari Putera Sampoerna Foundation. Selain ngga usah pusing mikirin SPP n’ biaya kuliah lain, PSF juga rutin mengirimkan living allowance setiap bulan. Besarnya lumayan, mulai dari 500 ribu di awal tingkat 1, dan naik bertahap hingga 700 ribu di tahun terakhir.

Awalnya, berbekal 500 ribu, aku mulai menetapkan anggaran bulanan yang ketat. Makan sehari ngga boleh lebih dari 10 ribu, jadi sebulan habis 300 ribu buat makan thok. Berarti cuman ada 200 ribu sisa untuk beli kebutuhan sehari-hari, jajan, pulsa hape, nonton, main, de el el. Gile, ngga logis banget yah, bayangin aja 10 ribu sehari, paling cuma bisa makan 2 kali @ 5.000 buat siang dan malem. Jadi paginya aku cuman makan mie atau roti. Bahkan aku inget banget, pernah hampir kehabisan duit di akhir-akhir bulan, sampai beberapa hari aku siang malem cuma makan nasi+tahu+sayur @ 2.500. Ya Allah, tapi tiap kali makan kayaknya terasa nikmat banget. Mungkin baru kali itu aku merasakan syukur yang mendalam bahwa selama aku hidup, ga pernah aku kekurangan makanan. Tidak sedikit orang-orang di luar sana yang sehari-hari terpaksa makan nasi basi, nasi aking, bahkan makanan untuk ternak demi menyambung hidup. Aku pun bertekad selalu menyisihkan 2.5% uang sakuku untuk berzakat dan menunaikan hak mereka. Read more of this post

Jadi Bule Seminggu (Toshiba Global Recruitment)

japanBerawal dari iseng-iseng kirim CV ke rekrutmen Toshiba..
walopun belum pegang ijazah,
IP-pun pas-pas-an mendekati syarat minimum 3.00,
tapi kirim aja, toh cuman lewat emel gini, ga pake modal

Eh dipanggil ikutan psikotesnya..
ternyata banyak juga anak-anak seangkatan ’05 yang ikutan,
kebanyakan dari EL, IF, MS, TI,
sekitar 100-an anak ITB turut serta,
plus sekian anak UI dan UGM,
sampai sini masih coba-coba bin iseng-iseng

Pengumuman psikotes…
eh lolos daku ternyata,
anak ITB tinggal 50 ekor,
wah harapan kerja di Jepang mulai terbersit

Lanjut ke seleksi wawancara psikolog,
standarnya ada grup diskusi dulu,
trus baru ngobrol 4 mata dengan psikolog,
macem-macem deh cerita dari anak-anak lain,
ada yang ngerasa dicecer n’ diserang dengan pertanyaan-pertanyaan nusuk,
ada yang hepi-hepi aja, becanda-becanda sama psikolognya,
daku sih menjalaninya tanpa beban aja,
ga ada kata “harus bersikap begini, harus begitu, harus bisa lolos, dll”

seminggu kemudian pengumuman keluar..
eh, nama daku ada di daftar yang lolos ke uji selanjutnya,
anak ITB tinggal 20-an, total sama UI dan UGM ada 50 ekor,
wah tiba-tiba keinginan daku untuk bisa “merantau” kerja di Jepang semakin menguat,
walaupun begitu daku jadi semakin was-was,
takut kecewa berlebihan kalo tidak tercapai

Uji selanjutnya adalah wawancara teknis,
pewawancara-nya langsung import dari Jepang,
ada enam orang kalau tidak salah,
persiapan daku mulai serius nih,
apalagi katanya orang-orang Jepang itu bakal banyak menyinggung masalah TA,
walopun bab 1 aja blom jadi, seminar TA I masih lama, daku tetep semangat,
apalagi doi bilang, “feeling-ku sih kamu bakal beneran kerja di Jepang”,
klo kata ortu, “ikhtiar n berdoa. klo belum keterima, mungkin Allah udah nyiapin jalan yang lebih baik”,
aku ga akan melupakan dukungan-dukungan itu, begitu berharga buatku

Sampai pada saatnya wawancara…
waduh, orang Jepang memang ga lancar ngomong inggris,
daku juga sempat bingung dengan maksud pertanyaan-pertanyaan mereka,
yah daku maklum, sama-sama wong Asia lah,
akhirnya wawancara asal-sama-sama-ngerti aja,
daku agak tegang, sekarang udah ga bisa nyembunyiin lagi keinginan-keinginan itu, yang akhirnya jadi beban
walaupun begitu, daku tetep berusaha maksimal, hasilnya mah tinggal diserahkan pada Yang Maha Memutuskan

2 minggu setelahnya, muncullah pengumuman yang dinanti-nanti,
10 orang dari Indonesia lolos,
dan siap diberangkatkan ke Jepang untuk Final Confirmation,
4 orang ITB,
2 orang UI,
4 orang UGM,
total 7 cowo, 3 cewe
dan daku salah satunya…

Alhamdulillah,
tinggal selangkah lagi..

Hari ini, jam 8 malem nanti daku bertolak ke Jepang,
off dari kampus selama seminggu,
dengan meninggalkan amanah-amanah :
kuliah, TPTP, tenis, persidangan (kemarin di Bandung daku kena tilang -_-),
dan juga meninggalkan sedikit luka (caile, salah ndiri bikin kasus di saat terakhir)

HP ga bisa dipake, akses internet belum tau bakal gampang / engga,
yah kemungkinan terburuk daku bakal bener-bener off secara fisik dan nonfisik, secara nyata dan maya dari kalian-kalian,
oleh-oleh pasti daku bawa lah, tinggal kalian yang proaktif minta,
klo ga kebagian ya berarti kurang sigap kalian minta-nya 🙂

terima kasih buat semua dukungannya,
kelak kalau daku beneran kerja disana,
hati daku tetap Indonesia, jiwa raga daku tetap akan terabdikan untuk Ibu Pertiwi,
yok kita jadi bangsa yang lebih kuat dari Yahudi,
tersebar di seantero dunia dan punya daya cengkram pengaruh kemana-mana,
demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater
Muueerrdeekkaaaa! Allahu Akbar!