3 Quick Pidgin Tweaks in Ubuntu

klik di sini untuk bahasa Indonesia

Here are some quick tweaks for pidgin. Pretty useful for Ubuntu and other Linux users. Windows users are not guaranteed, but you can give it a try.

Install classic Yahoo! and MSN smileys

Default Pidgin Smileys

Default Pidgin Smileys

Pidgin’s built-in smileys are nice. But if you miss the original ones, try these steps :

  • click here to download the stuff
  • run Pidgin, go to menu “Tools > Preferences > Smiley Themes”
  • click Add, and browse for the downloaded file
  • choose “Original”

Read more of this post

Advertisements

Presidential Lecture, Featuring Bill Gates — Jualan Lagi Nih

“…When talking about commercial software versus any other kinds (non-commercial software), we’re confident that our product has better performance, better security, better stability, better protection of viruses or threats, better support of any troubles. That’s why, our loyal customers always feel they deserve what they’ve paid…”
“…Our software isn’t expensive. Comparing to the cost of one software project, its market price is only about less than one percent…” (Bill Gates)

Untuk pertama kalinya, Bill Gates, Chairman Microsoft corp. datang ke Indonesia, dan disambut dengan sangat hangat oleh Presiden SBY. Setelah sempat melakukan pertemuan di istana negara pada hari Kamis (8/5), Bill Gates diundang untuk menjadi pembicara pada acara “Presidential Lecture” yang berlangsung hari ini, Jumat (9/5) di JCC, Senayan, Jakarta.

Kebetulan aku bersama rombongan ITB mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut (thanks to Shana, walaupun harus berangkat jam 3 pagi dengan mata berkunang-kunang habis begadang nugas). Peserta mahasiswa lainnya juga berasal dari berbagai macam kampus di Indonesia, seperti UI, ITS, Prasetya Mulya, President University, dan Tarumanegara. Kami menempati balkon bagian atas (cukup jauh dari stage, sehingga kurang leluasa mengambil foto), sedangkan hanya undangan VIP yang terdiri dari menteri-menteri, pejabat, duta besar negara, serta tamu khusus lainnya yang menempati kursi di dekat stage.

Acara dibuka dengan sambutan yang cukup meriah dari presiden SBY. Presiden SBY memuji Bill Gates sebagai orang yang bervisi kuat, inspiratif, punya imajinasi tentang masa depan yang selalu berusaha untuk diwujudkannya, pekerja keras, memiliki jiwa sosial yang kental terutama kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan. Presiden SBY juga berharap Indonesia dapat menjalin kerjasama yang baik dan kolaboratif dengan Microsoft dalam mengembangkan industri IT di Indonesia. Melalui program “Microsoft Campus” di Redmond USA, Presiden SBY berharap bibit-bibit unggul dari Indonesia dapat memberikan kontribusinya ke negeri sendiri, setelah ditempa di lingkungan Microsoft.

“It’s a great effort what Mr. Bill Gates’ done on Indonesian talents at Microsoft Campus. I expect one day, they will come back here and build up IT industries in Indonesia. I think it’s Mr. Bill Gates obigation, to make sure that they will really come home”, begitu kata pak SBY yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.

Sementara itu, sikap Bill Gates selama di atas panggung cukup mendapat perhatianku. Terlihat di foto (klik untuk perbesar), gaya duduknya agak “ndeso” seperti lagi ngewarung πŸ˜€

Ketika giliran Bill Gates naik ke atas mimbar memberikan ceramahnya, aku langsung menangkap kesan “sok tinggi / sok jago” yang ia perlihatkan, entah sengaja entah tidak. Tanpa memberikan kata sambutan penghormatan kepada siapa pun (termasuk presiden SBY!), Mr. Gates mengawali ceramah dengan kata “Good morning, all of you”. kemudian langsung nyerocos tentang materi yang ingin disampaikannya. Hueh, gaya bener..

Cara Bill Gates menyampaikan ceramahnya terasa datar-datar saja, dan terkesan serius. Bahkan hampir tidak ada guyonan / hal di luar materi yang ia sampaikan. Akibatnya, bisa ditebak, peserta yang jauh-jauh, capek,Β  dateng dari luar kota mulai “berjatuhan”, seperti mendengar khutbah jum’atan πŸ™‚

Read more of this post

Mudah Migrasi dari Windows ke Linux (Menggunakan Ubuntu)

Banyak teman-teman yang bertanya, buat apa sih menggunakan Linux? Bukankah Windows sudah sangat powerful untuk kebutuhan kita sehari-hari?

windows-linux.jpgAku katakan, Linux (dan Open Source Software lainnya), adalah masa depan kita. Suatu saat nanti akan datang masa, dimana pembajakan benar-benar menjadi sesuatu yang tabu. Jangan berharap lagi bisa membeli CD Windows, Office, Games, dengan kocek 10 ribu rupiah. Beli Windows 1 juta, Office 1,5 juta, Photoshop 6 juta, Corel Draw 4 juta (ini harga beneran saat ini lho, cek aja www.bhinneka.com). Hoho, padahal komputer kita paling cuman 2,5 juta. Untuk masyarakat Indonesia yang beli komputer aja masih susah, keknya emang ga rasional banget harga software segitu. Makanya, ke depannya, penggunaan Open Source Software akan menjadi alternatif yang sungguh kita butuhkan, bagaikan oase di tengah Gurun Sahara (alah). Bayangin aja, fungsi-fungsi yang kita pakai dari software berharga jutaan di atas, bisa kita dapatkan dengan harga nol rupiah, bener-bener free tanpa membajak.

So, kenapa ga mulai dari sekarang? Migrasi dari Windows ke Linux itu gampang banget kok, ga sesusah atau serumit yang banyak dibayangkan orang. Aku sendiri udah full menggunakan Linux, tanpa Windows, sejak hampir 3 bulan yang lalu. Dan dari pertama kali memakainya keknya udah familiar banget lah, wong sama-sama pake mouse dan keyboard koq πŸ™‚ Jangan takut juga data-data yang di Windows ga bisa kebuka di Linux, Salah Besar! Dokumen-dokumen-ku, file excel, power point, gambar, music, video, e-book, yang semula di Windows, semuanya bisa aku akses dengan mudah dari Linux. Sudah siap untuk menyambut masa depan? Silakan ikuti langkah-langkah selanjutnya untuk memulai. Read more of this post