Lost Data Recovery dengan Magic Rescue

Aku nemu program lucu (dengan aksen Ega) yang bener-bener useful, terutama saat kita ga sengaja kehilangan data penting. Mungkin sebagian besar pembaca udah tau, ketika kita men-delete suatu file, sebenernya file tersebut ga bener-bener dihilangin dari harddisk kita. File itu cuma “ditandai” agar ruang yang dipakainya bebas dipakai atau di-overwrite file lain. Begitu juga saat kita memformatnya dengan “quick format”, isi file-file yang ada di dalamnya ga sekonyong-konyong hilang, sehingga masih ada harapan untuk mengembalikannya jika ternyata dibutuhkan. Tentunya, dengan menggunakan software khusus, salah satunya adalah Magic Rescue yang udah aku tes jalan di Ubuntu-ku.

Ga semua file yang ke-delete bisa dikembalikan. Salah satu penyebabnya, ruang yang digunakan file tersebut sudah di-overwrite file baru. Oleh karena itu, jika kita mengalami kehilangan data, entah itu di harddisk, ato flashdisk, jangan menyimpan file apa pun ke dalamnya untuk sementara waktu, agar tingkat harapan recovery-nya tinggi.

Magic Rescue bekerja dengan cara melakukan scanning data secara raw pada media penyimpanan, dan mencocokkan pola-nya dengan “recipe” yang tersedia. Ide dasarnya adalah, isi file gambar, musik, video, dokumen, dsb. memiliki pola-pola atau “fingerprint” tertentu, sehingga apabila pada suatu blok alamat penyimpanan ditemukan “fingerprint” tersebut, maka Magic Rescue akan melakukan post-processing, lalu mengekstraksi data raw tersebut menjadi sebuah file utuh. “Recipe” yang dimaksud tadi adalah database tipe-tipe file yang dapat dikenali “fingerprint”-nya oleh Magic Rescue, alias tipe-tipe file yang mungkin dikembalikan. Saat instalasi default dari repository Ubuntu, Magic Rescue memiliki 13 recipe, di antaranya avi, jpeg, mp3, dan msoffice. Seluruh recipe dapat dilihat pada folder “recipes” di bawah folder instalasi Magic Rescue (pada Ubuntu di /usr/share/magicrescue/recipes). Read more of this post

Mudah Migrasi dari Windows ke Linux (Menggunakan Ubuntu)

Banyak teman-teman yang bertanya, buat apa sih menggunakan Linux? Bukankah Windows sudah sangat powerful untuk kebutuhan kita sehari-hari?

windows-linux.jpgAku katakan, Linux (dan Open Source Software lainnya), adalah masa depan kita. Suatu saat nanti akan datang masa, dimana pembajakan benar-benar menjadi sesuatu yang tabu. Jangan berharap lagi bisa membeli CD Windows, Office, Games, dengan kocek 10 ribu rupiah. Beli Windows 1 juta, Office 1,5 juta, Photoshop 6 juta, Corel Draw 4 juta (ini harga beneran saat ini lho, cek aja www.bhinneka.com). Hoho, padahal komputer kita paling cuman 2,5 juta. Untuk masyarakat Indonesia yang beli komputer aja masih susah, keknya emang ga rasional banget harga software segitu. Makanya, ke depannya, penggunaan Open Source Software akan menjadi alternatif yang sungguh kita butuhkan, bagaikan oase di tengah Gurun Sahara (alah). Bayangin aja, fungsi-fungsi yang kita pakai dari software berharga jutaan di atas, bisa kita dapatkan dengan harga nol rupiah, bener-bener free tanpa membajak.

So, kenapa ga mulai dari sekarang? Migrasi dari Windows ke Linux itu gampang banget kok, ga sesusah atau serumit yang banyak dibayangkan orang. Aku sendiri udah full menggunakan Linux, tanpa Windows, sejak hampir 3 bulan yang lalu. Dan dari pertama kali memakainya keknya udah familiar banget lah, wong sama-sama pake mouse dan keyboard koq πŸ™‚ Jangan takut juga data-data yang di Windows ga bisa kebuka di Linux, Salah Besar! Dokumen-dokumen-ku, file excel, power point, gambar, music, video, e-book, yang semula di Windows, semuanya bisa aku akses dengan mudah dari Linux. Sudah siap untuk menyambut masa depan? Silakan ikuti langkah-langkah selanjutnya untuk memulai. Read more of this post

Nginstall Dual Boot Windows-Linux

Akhirnya, posting juga di topik Linux Newbie.. Awalnya sih posting pertama mo dimulai dengan langkah2 nginstall Linux buat newbies. Tapi yang sempet ditulis malah yang ini dulu, gapapa lah..

Klo ada yang udah baca postinganku “Hapus Windows Anda Sekarang Juga…“, kesannya ekstrim banget yah pandanganku terhadap produk-produk Microsoft. Trus kenapa sekarang malah posting nginstall dual-boot?? Ya, kebanyakan orang yang aku temuin masih tergantung banget ma program-program yang jalan di Windows. Bahkan si Wildan mengakui, di Macbook-nya keinstall Office 2007 pake VM-Ware, ck ck bela-belain banget. Padahal Open Office ga kalah bagusnya, cuman doi bilang ga kebiasa make OOffice aja.

Ya sudah, buat kalian yang tertarik nyoba Linux tapi ga mo kehilangan Windows, bisa dicoba nginstall dual-boot. Aku nyontohinnya pake Ubuntu, tapi should be fine pake distro lain semisal Fedora cs, Knoppix cs, Mandriva, dll. Diasumsikan, Windows n’ Linux diinstall di harddisk yang sama sehingga MBR (Master Boot Record)-nya cuman satu.

Ada 3 skenarion dalam instalasi dual-boot :

1. Windows diinstall duluan, lalu Linux diinstall belakangan

Ini cara yang paling gampang, karena secara otomatis boot-loader Linux akan mendeteksi ada Windows, dan memberikan menu untuk masuk ke dalamnya. Klo pake Ubuntu, boot-loadernya adalah Grub. Setelah berhasil menginstall Windows dan Ubuntu, maka Grub akan tampil saat kita booting, dan memberikan pilihan mau booting ke Ubuntu apa Windows. Simpel, ga butuh setting macem-macem

2. Linux diinstall duluan, baru Windows belakangan

Klo kayak gini mending format aja Windows-nya, pake Linux doang hehe (becanda jep!). Masalah utama pada skenario ini adalah : Windows mengoverwrite MBR dengan boot-loadernya ndiri (sehingga Grub-nya Linux mati), tapi Windows ga mau ngedeteksi adanya Linux (sehingga ga ada pilihan buat booting ke Linux). Jadi walopun udah nginstall Ubuntu n’ Windows, tapi karena menu untuk masuk Ubuntu ga ada, jadilah kita cuma bisa booting ke Windows. Tuh, bayangin, kurang baek apa coba Linux mau ngedeteksi Windows, tapi balasannya kok gini (air susu dibales air hina — apacoba).

Tenang Jep! Solusinya, kita bakal overwrite lagi MBR dengan Grub. Caranya :

  1. Booting menggunakan Rescue Disk / Live CD Linux. Coba cek keterangan di distro masing-masing. Klo Ubuntu pake aja Live CD-nya
  2. Klo udah masuk, jalanin perintah di bawah ini dengan privileges “root” (tambahkan “sudo” di depan tiap perintah, buat Ubuntu)
    • sudo grub //setelah itu akan masuk ke program grub dengan tanda “grub>” di terminal
      • root (hd0,0) // ganti “(hd0,0)” sesuai dengan setting harddisk-mu, yakni root-nya instalasi Linux. “(hd0,0)” menunjukkan instalasi Linux ada di harddisk pertama, partisi pertama.
      • install (hd0) // ini berarti menginstall Grub ke MBR harddisk pertama, menggantikan MBR Windows yang rese’
      • quit // keluar dari program Grub
    • sudo vim /boot/grub/menu.lst // edit file menu.lst dengan editor sembarang
      • cari baris pendefinisian Operating System, biasanya di paling bawah file
      • tambahin baris sebagai berikut untuk ngedefinisiin Windows :
        • title Mikocop Windossss
        • rootnoverify (hd0,2) // ganti dengan partisi Windows diinstall, contoh ini berarti di partisi ketiga
        • makeactive
        • chainloader +1
      • save aja file-nya
  3. restart komputer, terus pastikan Grub sudah bisa booting ke Linux n’ Mikocop Windosss πŸ™‚

3. Entah mana yang diinstall duluan, pokoknya jadi ga bisa booting!

Kasus ini terjadi misalnya pas nge-repair Windows, ato ngutak-atik partisi harddisk, ato nambah harddisk baru, dll. Solusinya, mirip seperti yang skenario ke-2 tadi. Masuk ke Rescue Disk / Live CD, trus pastiin Grub keinstall di MBR, trus pastiin settingan kayak (hd0,0), (hd0,2)-nya sesuai sama keadaan harddisk sekarang. Jadi, pastiin dulu skema partisi harddiskmu, misalkan pake program gparted (buat Ubuntu). Terus, jangan lupa juga buat ngecek file “/etc/fstab” di Linux, dan pasttin settingannya bener, sesuai partisi-partisi yang ada. Klo bingung ente posting pertanyaan kesini aja lah..

Semoga membantu para Linux Newbie seperti daku.. πŸ˜€