KH Imam Ghazai Said : “NU diserang Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslim, dan Salafy”

Udah lama ga posting di kategori “Islam, Ma Faith”, akhirnya posting lagi..

Berikut ini wawancara yang menarik dengan seorang ulama NU yang banyak tahu masalah pergerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Beliau bercerita mulai dari sejarah pergerakan-pergerakan Islam –yang klo diperhatiin, saat ini juga mulai marak gaungnya di kampus ITB–, idealisme dan gagasan dari masing-masing kelompok, juga perbedaan pandangan fiqh yang dianut NU dan ketiga wajihah tersebut, termasuk mengenai jenggot dan celana cingkrang 😀 Bahkan yang lebih mengejutkan, tokoh-tokoh Islam liberal seperti Ulil, Moqsith cs ternyata “hasil didikan” kelompok Salafy. Simak saja..

***

Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. “Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean,” kata Yai Mad – panggilan kiai berparas teduh itu – kepada sejumlah tamunya suatu ketika. ” Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca,” tuturnya lagi.

Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta membagikan selebaran. Jargon mereka – seperti biasa -khalifah sebagai solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka. Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana asal-usulnya?

Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.

Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang
belakangan menjadi perhatian para kiai NU?

Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai
kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser, red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.

Read more of this post

Evaluasi Sholat Kita Yu

shalat1.jpgNabi Saw bertanya:”Bagaimana pandanganmu jika pintu rumah salah seorang diantara kamu ada sumur, lalu mandi sehari 5x, bagaimana kotoran di badan orang itu?”, para sahabat menjawab:”Tidak akan tersisa kotoran itu sedikitpun”.
Nabi Saw bersabda:”Demikian juga perumpamaan shalat yang lima waktu, Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya”. (HR. Bukhari)

Sholat itu amal ibadah yang paling spesial lah. Pertama, sholat itu satu-satunya perintah yang Rosul dengar langsung dari Allah, tanpa perantara malaikat Jibril (Inget kan peristiwa Isra’ Mi’raj). Bener-bener face to face, sama Zat yang menciptakan seisi alam raya ini, ngeri banget ga situ.

Kedua, sholat itu amalan yang paling pertama dichecklist di akhirat kelak. So, jangan hepi dolo kalau kita ngerasa udah jadi orang baik, banyak sedekah, suka menabung, tidak sombong, rajin menolong nenek menyebrang jalan, tapi eits sholat-nya masih longbo-longbo, di pemeriksaan pertama aja kita udah ga lolos bro.

Ketiga, sholat itu fleksibel banget, bener-bener mengerti kita lah. Kalau lagi sakit, boleh sambil duduk atau berbaring. Kalau lagi ada keperluan mendesak, bisa dijamak Dhuhur-Ashar atau Magrib-Isya. Kalau lagi bepergian jauh, bisa di-qoshor yang aslinya 4 rakaat jadi 2 rakaat. Kalau ketiduran atau kelupaan shalat, bisa langsung dilaksanakan pas bangun ato pas keingetan. Masih kurang apalagi coba.

So, sangat worthed kalau kita coba mengevaluasi ibadah yang satu ini

1. Sholat 5 Kali Sehari

Hayo.. ada yang masih bolong-bolong shalat-nya? Klo kata orang yang suka itung-itungan, shalat tu ga lebih dari 5 menit. 5 kali 5 = 25 menit, sedang 1 hari ada 24 jam = 1440 menit. Jadi, shalat itu ga menyita lebih dari 1,7% waktu kita dalam sehari! 1,7% yang menentukan kelolosan di pemeriksaan pertama akhirat hehe. Lagian kalo dibandingkan sama waktu kita untuk tidur, untuk main game, untuk ngobrol-ngobrol, shalat tu cuma sebentar banget khan.

2. Shalat di Awal Waktu, Jangan Menunda-Nunda

Ada yang suka sholat Subuh jam 7? Ato ada yang suka jadi deadliners, sholat-nya sering di injury time? Padahal, dengan memprioritaskan sholat segera setelah masuk waktunya, kita akan lebih lega dan tidak terbebani dengan status “belum sholat”.  So, kita bisa beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman.

3. Sholat Berjamaah, Bersama Kita Bisa

Pekerjaan yang sama, tapi bayarannya 27 kali lebih tinggi, ngiler gak situ. Sholat berjama’ah punya derajat yang lebih tinggi 27 kali dibanding sholat sendirian. Udah gitu, sebagai ma’mum, kita dapet perlakuan spesial : Kalau pahala shalat Imam-nya sempurna, semua ma’mum juga sempurna pahalanya. Tapi kalau imam melakukan kesalahan, semua ma’mum bebas dari kesalahan itu. So, selalu cari kesempatan untuk berjama’ah.

4. Sholat Di Masjid, Tambah Poin, Tambah Gaul

Dari sholat berjama’ah udah dapet bonus pahala, ayo cari poin-poin pahala lagi dengan sholat di masjid. Satu langkah kaki kanan menuju masjid, mendapatkan satu pahala, sedang langkah kaki kiri menghapus dosa. Sampai di masjid ketemu temen-temen, tambah gaul, dapet pahala silaturahim pula. Belum lagi keutamaan di waktu-waktu tertentu. Shalat Isya berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat setengah malam, sedang sholat Subuh berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat satu malam penuh! Wow..

5. Mau Khusyuk? Ngertiin Bacaan Sholat Dulu..

Baca fathihah, baca surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, dst, tapi ga ngerti maknanya.. Cem baca mantera aja deh.. Ayo kita buka-buka lagi buku tentang sholat, terutama makna bacaan shalat. Indah sekali ketika kita bisa melantunkan bacaan-bacaan tersebut dalam hati sambil merenungi maknanya. Pada akhirnya, akan semakin terasa komunikasi kita dengan Sang Khalik lewat shalat. Read more of this post

Allah Ada Di Dekat Kita

Pernahkah kita bertanya, bagaimana kita dapat percaya bahwa Allah itu ada? Padahal mata kita tidak pernah melihat wujud-Nya, telinga kita tidak pernah mendengar perkataan-Nya, begitu juga hidung, tangan, bahkan seluruh indera-indera kita tidak pernah merasakan eksistensi-Nya. Namun dengan segala keterbatasan yang ada pada indera kita, ternyata kita masih bisa menghayati, apa yang kita percaya sebagai ciptaan-Nya, tanda-tanda kekuasaan-Nya.

Jauh sebelum manusia lahir, sesuatu yang luar biasa telah terjadi : pembentukan alam semesta. Teori pembentukan alam semesta yang saat ini banyak dianut oleh para ilmuwan ialah apa yang disebut dengan Big Bang. Berdasarkan teori ini, sebelum planet, bintang, satelit, dan benda-benda angkasa lainnya terbentuk, seluruh alam semesta ini berwujud seperti bola dengan diameter 3 juta mil, yang tersusun dari atom-atom dengan gaya tarik menarik sangat kuat, bahkan tidak dapat dibayangkan oleh akal. Pada suatu saat, ledakan yang sangat besar terjadi pada bola tersebut, menyebabkan atom-atomnya terpental ke segala arah. Atom-atom ini lah yang lambat laun membentuk planet, bintang, hingga tata surya, dan galaksi.
Alam raya ini dipercaya oleh para ilmuwan terus meluas. Bintang-bintang senantiasa bergerak menjauh, begitu juga dengan matahari pada sistem tata surya kita. Saat ini luas alam raya diperkirakan mencapai milyaran tahun cahaya. Padahal, satu tahun cahaya saja setara dengan 10 triliun km. Sungguh amat luas dan sulit dikalkulasikan kecuali menggunakan simbol matematika tak hingga.

Keajaiban alam raya ini juga diungkapkan oleh Stephen Hawking dalam bukunya A Brief History of Time. Menurut perkiraannya, apabila laju pengembangan alam semesta ini sejak terjadinya Big Bang terlambat satu per 10 pangkat 18 detik saja dari keadaannya sekarang, maka bintang-bintang, planet-planet, termasuk bumi tidak akan pernah terbentuk, seperti yang kita dapat saksikan sekarang. Seorang ahli matematika dari Inggris juga sempat mengemukakan bahwa probabilitas / peluang alam raya tercipta sampai keadaannya sekarang adalah 1 banding 10 pangkat 123, yakni satu per 10 dengan 123 buah nol di belakangnya, sebuah ketelitian yang mustahil untuk dibayangkan manusia.

Kita tidak perlu mencari tahu lagi, siapakah gerangan yang berperan dalam penciptaan alam semesta ini. Allah telah menunjukkan semua itu dalam untaian ayat-ayat-Nya. Pada Al-Anbiya [21]:30 Allah berfirman :

“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya..”

Begitu juga dalam Adz-Dzaariyat [51]:47 :

“Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami) dan sesungguhnya Kami benar-benar Maha Meluaskan”

Serta pada Az-Zumar [39]:5 :

“Dia menciptakan langit dan bumi dengan (tujuan) yang benar; Dia menutupkan malam atas siang dan menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing berjalan menurut waktu yang ditentukan”

Tidak dapat dibayangkan bagaimana Al-Qur’an yang diturunkan pada abad ke-7 Mahesi telah menyiratkan fenomena pembentukan alam raya sebagaimana ilmuwan-ilmuwan zaman sekarang baru dapat mempelajarinya. Hal itu tidak lain untuk menegaskan eksistensi Allah sebagai Sang Pencipta dari alam raya ini beserta seluruh isinya. Read more of this post