Di balik Popok

iPhone5 wont be out so soon, but I keep waiting

Buat saya, beli iPhone4S is not a good idea.
Not pretty much improvement, selain Siri yang emang ngegemesin. Desain yg almost the same dengan iPhone4, terus software iOS 5-nya juga masih bisa diinstall ke 3GS, yeah artinya gadget saya yang udah bertahan 2 tahun ini pun masih diperhitungkan

Alasan lain, Apple seems so close to completing the next iPhone5 design. Well, ada untungnya kerja di jepun, masuk perusahaan manufaktur elektronik, telinga jadi tajem ama gosip-gosip produk baru. I can say, the next iPhone5 will be as awesome as hell! ups heaven, I meant

First, layar yang lebih besar, sekitar 4.2inch.
Second, layar yang bener2 crisp, clear, sampe bikin jari kita yg kotor ini ga tega nyentuh.
Third, layar yang very very awesome dude. Temen2 kantor saya ngebikin pabriknya setengah mati!

Oke so far, saya cuma punya informasi akurat tentang layarnya. Kick-off production will be around next August, so let’s have best expectation it will be ready to ship by end of 2012 (or 2012 is the end?)

Attached below is the most likely how iPhone5 will look like

20111112-195708.jpg

Rekam Siaran TV Dengan Ubuntu

vlcArtikel ini merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya : Nonton TV dengan Gadmei dan Ubuntu. Panduan merekam siaran TV ini tidak dikhususkan untuk device TV Tuner tertentu, tapi aku baru mencobanya dengan Gadmei UTV330+. Tidak hanya merekam secara konvensional, di akhir artikel aku juga membahas teknik merekam secara terjadwal dan otomatis.

Selamat Mencoba πŸ™‚

Install Program

Kita akan menggunakan VLC (Video LAN Converter)

aptitude install vlc

Install semua codec yang penting

aptitude install gstreamer0.10-plugins-base gstreamer0.10-plugins-bad gstreamer0.10-plugins-good gstreamer0.10-plugins-ugly gstreamer0.10-ffmpeg gstreamer0.10-fluendo-mp3

Mulai Merekam

advancedBuka VLC, pilih Media > Open Capture Device, pastikan Capture mode : Video for Linux 2, dan kosongkan Card Selection

Pilih Advanced Options, kemudian isikan beberapa parameter di bawah ini :

Device name : /dev/video0

jika pada komputer terhubung device video lain, misalkan : webcam atau MPEG card, bisa jadi TV tuner-nya ada di lokasi /dev/video1 atau /dev/video2 dst. Cara termudah untuk mencari tahu, lihat ke dalam folder /dev kemudian cabut TV Tuner dan perhatikan file mana yang hilang πŸ˜€

Standard : PAL

ini standar-nya Indonesia

Audio device name : /dev/audio

Masalah suara ini agak tricky. Seharusnya TV tuner punya “jalur” suara sendiri, misalkan /dev/audio1 atau /dev/audio2. Namun pengalamanku memakai Gadmei, audio-nya baru keluar jika menggunakan kabel audio out Gadmei ke microphone in dari PC (yakni /dev/audio)

Frequency : <kanal>

Nah ini adalah kanal yang ingin kita rekam, dalam satuan Hz. Untuk mengetahui frekuensi dari kanal-kanal, coba lihat file /home/user/.tvtime/stationlist.xml. File ini digenerate otomatis setelah kita menjalankan perintah tvtime-scanner (lihat artikel sebelumnya). Contoh kalau di Bandung : TransTV (638250), TV7 (654250), TVOne (686250)

Caching : 50

Untuk tujuan merekam / memainkannya, angka 50 ms dirasa cukup

Tekan OK, kemudian di sebelah tombol “Play” cari menu “Convert”

Centang pilihan file, dan play locally (jika ingin sambil direkam, sambil ditonton). Kemudian pilih lokasi file ingin disimpan

Selanjutnya pemilihan codec yang digunakan untuk merekam. Sederhananya, hal ini berkaitan dengan kualitas rekaman kita. Namun semakin bagus kualitas rekamannya (gambar dan suara), semakin besar file yang dihasilkan. Untuk pertama kalinya, mari kita coba pilihan profile saja tanpa melakukan tweaking. Pada profile pilih “MPEG-4 / DivX”, lalu klik Save Read more of this post