Inikah Akhir Petualangan FPI?

1 Juni 2008, perhatian masyarakat Indonesia serentak mengarah ke Insiden Monas. Puluhan aktivis yang sedang memperingati hari lahirnya Pancasila, didatangi oleh kawanan berjubah putih yang menyebut dirinya “Pembela Islam”. Syahdan, takbir berkumandang dimana-dimana, saat massa FPI menunjukkan semangat perang Badar-nya, dengan memukuli para aktivis yang melakukan aksi damai tersebut. Tragisnya, aksi brutal bak preman kampung itu juga memakan korban ibu-ibu, perempuan, bahkan beberapa ulama pimpinan pondok pesantren yang turut serta pada hari itu, hingga menderita luka yang serius di kepala dan sekujur tubuhnya. Ambulance yang mencoba menolong korban malah ikut menjadi bulan-bulanan massa FPI. Naudzu billah..

Bukan kali pertamanya, FPI berulah kasar. Pembaca bisa melihat “daftar prestasi” FPI sejak tahun 1998 di link ini.

Mengherankan memang, selama ini kepolisian tidak pernah bertindak tegas terhadap FPI. Seperti pada Insiden Monas kemarin, polisi terkesan membiarkan dan tidak langsung menangkapi para perusuh. Sangat berbeda dengan misalnya, tindakan polisi terhadap aksi-aksi mahasiswa yang berbau anarkis.

Bisik-bisik tentang “dekat”-nya FPI dengan petinggi-petinggi TNI sudah terdengar lama. Salah satu indikasinya adalah ketika ratusan milisi FPI yang selalu berpakaian putih-putih itu menyatroni Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), memprotes pemeriksaan Jendral Wiranto dan kawan-kawan oleh KPP HAM. Milisi FPI yang datang ke kantor Komnas HAM dengan membawa pedang dan golok itu bahkan menuntut lembaga itu dibubarkan karena dianggap lancang memeriksa para jendral itu. Bahkan sebuah sumber lain mengatakan, FPI memang sengaja dibentuk oleh TNI, guna meneror tempat-tempat maksiat ilegal yang tidak “nyetor” ke tentara.

Apa pun itu, tindakan FPI memang sudah semakin meresahkan, dan sudah sepatutnya pemerintah berani bertindak tegas dengan membubarkan kawanan preman jubah putih ini. Bukan hanya merusak nama Islam yang selama ini diusungnya, bukan hanya menodai kesucian takbir “Allahu Akbar” yang selama ini didengungkan dalam tiap aksi brutalnya, tapi FPI juga sudah berani mensejajarkan manusia dengan anjing yang dapat dipukuli, dilempari dan ditendang-tendang sembarangan.

Saat tulisan ini diturunkan, polisi tengah menangkapi anggota-anggota FPI di markas besarnya. Polisi juga menggiring Habib Riziq, ustadz jadi-jadian yang selama ini menjadi provokator aksi FPI. Selain itu, beberapa cabang FPI di daerah Jawa telah menyatakan membubarkan diri, setelah mendapat tekanan hebat dari warga sekitarnya.

Semoga, Inilah Akhir Petualangan FPI! Amien! Allahu Akbar!

11 Responses to Inikah Akhir Petualangan FPI?

  1. Angga says:

    Pertamax..!!
    Jubah putih, tapi apa hatinya putih juga? kok anarkis gitu? Ambulans gak berdosa yang mau mengangkut korban pemukulan juga ikut dipukuli…?? Memalukan Islam aja, masa orang Islam bikin resah masyarakat..?? Malu donk bang…!! Malu…!! Jangan berdalih menegakkan agama untuk melakukan kekerasan bung..!! Tak betoel ni kalo kutengok… -_-

  2. Doni says:

    Gus Dur waktu jadi Presiden kok nggak bisa membubarkan FPI ya? Ada yang bisa menjawab nggak?

  3. wong agama kok ngrusak

  4. Sejak kejadian (1 Juni 2008) hingga saya menulis komentar tulisan ini saya terus memantau perkembangan dari kasus ini melalui situs-situs berita ter-update. Saya memang tidak setuju dengan upaya-upaya “penegakan kebenaran” dengan menggunakan kekerasan seperti yang dilakukan oleh rekan-rekan FPI. Bahkan ketika beberapa aksi simpatik yang pernah saya ikuti dengan FPI,saya melihat belum ditegakkannya keteladanan akhlaq yang baik kepada anggotanya. Tapi terlepas dari segala kelemahan yang mereka punyai,saya mencoba bersikap lebih obyektif melihat permasalahan. Saya melihat dari berbagai sisi informasi yang ada,rekan-rekan FPI mempunyai alasan dalam aksi penyerangan itu, yaitu salah satunya upaya profokatif yang dilakukan AKKBB pada aksi peringatan hari Pancasila (yang notabene mereka tidak mendapatkan izin untuk di Monas,tetapi mereka malah long march dari bundaran HI ke Monas).Seperti kita ketahui, dua tempat itu sudah diinformasikan sehari sebelumnya akan ada beberapa aksi dari berbagai elemen dengan membawa isu yang berbeda,oleh karena itu pihak kepolisian sudah memberikan tempat dan izin tersendiri bagi setiap elemen yang melakukan aksi hari itu. Jika AKKBB kemudian melakukan long march ke Monas (padahal mereka tdk mendapat izin di Monas) dan pada waktu itu yang mendapat izin aksi di Monas adalah aksi FUI (yang didalamnya tegabung FPI) yang sedang mengangkat isu penolakan kenaikan harga BBM,disatu sisi berdasar pengakuan anggota FPI di lapangan mereka mempunyai rekaman video yang menunjukkan peserta aksi AKKBB (yang dlm aksinya ingin memperingati hari Pancasila) membawa spanduk tentang ahmadiyah dan pistol. Seperti kita ketahui, ahmadiyah memang menjadi daya tekan terhadap pemerintah SBY-JK untuk segera disikapi oleh berbagai elemen umat Islam,bahkan termasuk MUI. Tentunya jika kronologisnya seperti ini,saya melihat ada upaya profokatif yang coba dibentuk untuk membenturkan kedua elemen ini (antara FUI yang notabene ingin pemerintah membubarkan ahmadiyah,tetapi hari itu isu aksi yang diangkat bukan masalah ahmadiyah tetapi BBM dengan AKKBB yang katanya membawa isu memperingati hari Pancasila tetapi ada yang membawa isu sensitif masalah ahmadiyah). Pertanyaannya adalah kenapa AKKBB mendekati monas (dimana mereka tidak memperoleh izin disana) padahal di sana sedang ada aksi FUI?. Tentunya hal ini bukan suatu hal kebetulan saja. Informasi yang saya peroleh dari portal berita detik.com menyatakan ada pengakuan anggota aksi AKKBB (dia menjadi korban luka-luka amukan anggota FPI) bahwa kehadiran dia dalam aksi AKKBB hari itu dibayar oleh seseorang sebesar Rp.35.000,-..Sekarang pertanyaan yang harus kita jawab, ada apa sebenarnya?
    Sekali lagi,dalam Islam kita tidak diperkenankan menegakkan kebenaran dengan kekerasan jika jalan damai bisa ditempuh, apalagi ini antar sesama muslim. Jelas sangat dilarang. Tetapi kronologis kejadian yang berhasil saya himpun diatas menghasilkan kesimpulan sementara, ada upaya profokatif yang coba dibentuk guna menghasilkan konflik kepentingan antara dua kelompok itu yang rentetannya bisa panjang. Kita lihat bagaimana Banser NU sampai bersiap siaga (sampai di Jawa Timur ada ritual pengisian ilmu kekebalan) untuk membubarkan FPI. Habib sebagai pimpinan FPI sendiri juga terkesan terpojokkan, Gus Dur pun ikut mengecam kejadian itu, di satu sisi beberapa warga NU ada yang sweeping merusak rumah beberapa tokoh FPI. Anehnya lagi, kedubes Amerika telah mengeluarkan press release tentang masalah ini yang sebenarnya bukan urusan mereka, sehingga kemarin pak Soeripto (Mantan Pejabat BAKIN-sekarang BIN-, anggota FPKS DPR RI) ikut berkomentar tentang masalah ini, dan beliau melihat indikasi keterlibatan intelejen dalam benturan kelompok umat Islam ini.
    Intinya dalam komentar saya terhadap tulisan ini,kita sebagai kaum intelektual muslim harus mampu berfikir secara obyektif,jangan sampai kita umat ini mudah sekali di adu domba oleh siapapun. Jika benturan ini terjadi, sungguh sangat disayangkan. Menurut hemat saya, walaupun saya juga tidak setuju dengan aksi kekerasan yang sering dilakukan oleh teman-teman FPI, pembubaran FPI bukanlah solusi tetapi memberikan pembinaan bagi ormas-ormas Islam untuk saling membangun ukhuwah dan tidak mudah terprofokasi saya kira itu adalah solusi yang tepat. FPI harus bisa mengambil pelajaran bagaimana kekerasan hanya akan mencoreng nama baik ormas mereka dan bahkan umat Islam, di satu sisi bagi elemen umat Islam yang lain ini menjadi pelajaran berharga dari Alloh untuk kita. Para pemimpin ormas harus mampu memahami fiqh dakwah dengan mengedepankan pembinaan (tarbiyah) umat untuk bisa membawa masyarakat lebih beradab, santun dan bermartabat. Insya Alloh bangsa kita bisa menggapainya.

    Bangkitlah negeriku, Harapan itu masih ada, Berjuanglah Bangsaku, Jalan itu masih terbentang..

  5. ari says:

    tobatlah saudaraku…….

    jangan jadikan agama sebagai tameng kesucian dalam bertindak.

    bukan berarti tindakan yang didahului dengan takbir “Allahu Akbar” menjadi sah dan dihalalkan oleh Tuhan.

    janganlah menyebut nama Allah dengan tidak hormat ………

  6. soewarno says:

    pertobatan itu datang dari hati sanubari,bukan karena paksaan atau tekanan dari pihak lain.

  7. aisar says:

    @ Angga -> Jubah putih? bukannya rajin dateng ke kosan :p

    @ Doni -> Kata pemerintah, FPI ga bisa dibubarin karena ga resmi terdaftar -_-

    @ Indra Keenam -> Agamanya cuman nyantol ke jubah + sorbannya doang, ga nyantol ke hati

    @ ARW -> Wuah, comment-nya jadi 1 postingan nih🙂

    Aksi Pancasila 1 Juni itu sbenernya udah direncanakan dgn mlibatkan massa lintas agama, lintas ideologi. Lengkapnya bisa dilihat di http://akkbb.wordpress.com/profil/
    jadi bukan dominasi kelompok Islam tertentu. cuma kebetulan aktivis wahid institute n’ beberapa kiayi karismatik NU ikutan aksi (dan kena gebuk), jadi wajar aja “pasukan berani mati”-nya gusdur mencak2 hoho.
    PBNU pun saya lihat sangat arif mengambil sikap dgn menenangkan kader2nya dan memilih untuk tidak memprovokasi tindakan terhadap FPI.
    Jadi, saya lihat, aktor intelektual di balik kejadian ini bukan bermaksud mengadu-domba Islam, tapi lebih ke mencari momen yg tepat untuk memberangus FPI. Ingat, sejarah membuktikan FPI bukan organisasi kacangan yg bisa digilas dengan mudah.
    Tapi bagi saya pribadi, sudah saatnya memang, umat Islam dibersihkan dari ormas-ormas preman macam itu. Nah, ntar klo orang2nya udah pada keluar dari penjara, kita masukin aja tu smua ke pesantren biar sholeh hehe😀

  8. andi fatulah says:

    HANYA ORANG2 YG NON MUSLIM AND ORANG2 YG BODOH MENGHENDAKI FPI BUBAR,
    COBA LIHAT BENAR2 AKAR DARI SEMUA MASALAH INI..PENISTAAN AGAMA ISLAM OLEH JAI..!!
    SIAPA TOKOH YG MENGGEBU GEBU FPI DI BUBARKAN..?
    JAWAB GUS DUR,ADA APA DENGAN GUSDUR BEGITU MEMBENCI FPI..
    PERNAH KAH ANDA MENDENGAR ATAU MELIHAT GUS DUR OR ANTEK2 NYA (GARDA BANGSA,BANSER)
    MELAKUKAN GERAKAN YG REAL SEPERTI FPI UNTUK MENOLAK SESUATU YG BERTENTANGAN DENGAN SYARIAT ISLAM..??
    MALAH GUS DUR MENOLAK UUD ANTI PORNOGRAFI,MEMBELA AHMADYAH,AKU BINGGUNG DENGAN FIGUR GUSDUR..
    Nafsu Ahmadiyah belum dipuaskan sampai dengan keluar statemen GUSDUR yg notabene mempolitisir NU
    sebagai tunggangan politiknya dan ISRAEL sebagai gandengannya mengusulkan pembubaran FPI.
    Terpancing statemen gusdur habib Rizq membalas dengan lebih tajam dan pedas.
    Harapan Ahmadiyah dan Gusdur dalam menghancurkan musuh bebuyutan mereka berhasil
    dengan respon dari GARDA BANGSA,BANSER NU yg siap mengerahkan ribuan orang ke Jakarta untuk
    membubarkan sekretariat FPI yg merupakan rumah Habib Rizq berisikan hanya istri dan 6 orang gadis anaknya.
    SAYA MERAGUKAN KEIMANAN tokoh-tokoh yang tergabung dalam AKKBB seperti GUS DUR,Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis..!!!
    TAPI TOKOH2 DI ATAS KALAU GAK BELA AHMADYA OR AKKBB GAK DAPET LAGI DANA SEGAR DARI USA,UK,AND ISRAEL..SSSTTTT!!!

    TERUS BERJUANG FPI TEGAKKAN SARYAT ISLAM…KAMI UMAT ISLAM INDONESIA YG 100 % KE ISLAMAN NYA SIAP MENDUKUNG..!!!

    • rez says:

      berjuang sih berjuang …. tapi kalo aksinya anarki apa gak tambah merusak namanya????

      katanya membela syari’at islam …. tapi apa memukul orang sampe babak belur juga termasuk syari’at yang harus di perjuangkan hehehehehehehhheeee satu hal yang membuat ku cinta islam … karena islam damai ….. akhlak Rosulullah subhanallah lembutnya … kok umatnya preman gitu???

  9. Angga says:

    @andi fatulah
    hanya orang2 bodoh? katanya kejadian di monas itu terjadi karena provokasi, brarti anggota FPI yang ada di situ juga bodoh donk, kalo mereka cerdas, pasti mereka tidak akan termakan provokasi tersebut. Sadarkah anda jika setiap FPI bertindak, setiap mereka melakukan aksi, kebanyakan mereka menggunakan kekerasan, anarkis. Apakah itu yang dinamakan cerdas?apakah dengan kekerasan itu orang2 yang cerdas menegakkan syariat? Jangan bertopeng lah, mengatasnamakan agama untuk melakukan tindakan kekerasan.

    Saya bukannya membela Ahmadiyah, saya juga tidak setuju Ahmadiyah itu termasuk dalam agama Islam, Ahmadiyah itu sesat..! Tetapi, negara kita ini negara Hukum bung..!! Negara kita mempunyai hukum yang berlaku, jadi sudah seharusnya jika kita melaksanakan hukum yang berlaku tersebut, bukan bertindak seenaknya dengan kekerasan untuk menghancurkan Ahmadiyah. kecuali jika anda sudah tidak mau jadi warga negara Indonesia, silahkan buat negara sendiri, buat aturan sendiri yang sesuai dengan keinginan anda.

    TAPI TOKOH2 DI ATAS KALAU GAK BELA AHMADYA OR AKKBB GAK DAPET LAGI DANA SEGAR DARI USA,UK,AND ISRAEL..SSSTTTT!!!

    Silahkan anda buktikan, dan jika itu melanggar hukum yang berlaku di Indonesia, silahkan anda adukan ke pihak yang berwajib..!! Anda dan saya ini manusia, manusia itu sok tahu..!! bukan Yang Maha Tahu.

  10. Akunanes says:

    Andi sekarang elu coba pikir secara jernih jangan asal bunyi dana segar dari mana??Ada buktinya ngga?Itu tuduhan tanpa dasar namanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: