Training Blogging – The Untold Story –

24 Februari kemarin, alhamdulillah, Gamais ITB berhasil menyelenggarakan Training Blogging, bertempat di Labtek V Informatika, kampus ITB. Ada 150 orang lebih yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, most of them, mengaku belum pernah memiliki blog sebelumnya (kita sebut saja start-up blogger). Tujuan utama acara ini memang “creating more bloggers” utamanya di kalangan mahasiswa ITB, so content trainingnya mulai dari pengenalan blog, motivasi nge-blog, sampai teknis memulai dan memenej blog. Asyiknya, semua itu bisa dinikmati oleh peserta secara cuma-cuma alias gretongan abis bow..

Pengisi training kali ini ada tiga orang. Pertama, Pak Budi Rahardjo (http://rahard.wordpress.com), seleb blog yang bener-bener “tiada hari tanpa ngeblog”, tiap hari selalu saja ada ide untuk posting (mungkin di Apple Mac-OS-nya ada “cron-job” untuk ini😀 ). Kedua, Muhammad Arif (http://scooterboyz.wordpress.com/), mahasiswa EL’06 yang baru-baru ini jadi runner-up lomba web internasional “Think-Quest”. Ketiga, Fajar Fathurrahman (http://fajarf.wordpress.com/), mahasiswa EL’04 yang lebih dikenal sebagai Microsoft Student Ambassador (antek-antek Microsoft lah, artinya).

Secara umum acara berlangsung lancar dan khidmat (emang upacara). Dibuka dengan celotehan-celotehan dari MC Dodo (STEI’07), sengaja untuk mengondisikan suasana menjadi rileks, dan terkesan bukan sebagai pelatihan formal.
Setelah pembukaan, giliran pak Budi Rahardjo beraksi. Bertempat di ruang 7602, pak Budi memberi presentasi tentang pengenalan blog, motivasi menulis blog, serta sharing pengalaman beliau sebagai seorang blogger. Dua pertanyaan menarik di sesi diskusi dibahas secara khusus di blog Pak Budi, yakni masalah Intimidasi dalam ngeblog dan Draft yang tidak kunjung dipublish.

Setelah pak Budi selesai presentasi, tidak lupa kita panitia foto-foto dulu😀 .
training blogging

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi praktikum bertempat di Laboratorium Dasar (Labdas) 1 dan 4 Informatika yang memiliki total 110 komputer. Walaupun peserta yang hadir melebihi kapasitas (150 orang lebih), namun beberapa orang tetap enjoy meski harus berbagi komputer dengan peserta lainnya. Yah, maklum lah gratisan😀

Sesi praktikum ini dikomandoi oleh Arif dan Fajar. Teknisnya, setiap peserta kebagian sebuah account blog di server Gamais, dengan alamat http://gamais.itb.ac.id/blogs/namauser. Software-nya, seperti biasa, menggunakan WordPress (tehnik membuat banyak account blog dengan URL seperti itu dijelaskan di artikel sebelumnya). Peserta kemudian dibimbing untuk mulai ngeblog, milih themes yg cocok, atur-atur tampilan, mulai menulis, menyisipkan gambar, mengelola kategori, masang link-link atau istilahnya blogroll, dan tetek bengek ngeblog lain, sesuai kurikulum blogger berbasis kompetensi.

Alhamdulillah, dari hasil kuisioner yang dibagikan di akhir acara, secara umum peserta merasa terbantu dengan training ini. Walaupun tidak sedikit yang merasa fasilitas yang diberikan panitia “belum memuaskan”, mungkin karena tidak ada konsumsi sepanjang training. Hehe, lagi-lagi maklum gratees🙂 Yang cukup membuat penulis shock, ada juga peserta yang menulis : “Afwan, jangan nabrak waktu sholat duhur dong”, “ini acara Gamais bukan, kok tidak ada hijabnya”, dst.

Waduh, memang awalnya sudah direncanakan training ini selesai pukul 12.00 (sebelum waktu duhur). Tapi, karena sempat ada masalah teknis (infokus ga bisa konek), akhirnya molor hampir setengah jam. Ya, buat yang merasa dirugikan, mohon maaf. Kalau masalah hijab (laki-laki dan perempuan dipisah), jujur panitia memang tidak siap untuk itu (dan mungkin, kami pikir memang tidak perlu). Kalau ada yang beramasalah dengan ini, hubungi penulis aja via japri🙂

###

Sebenernya yang cukup seru tu persiapan training ini. Ide untuk bikin acara ini aja baru muncul di awal-awal Februari, n’ panitia baru terbentuk sekitar 2 minggu sebelum acara, deadliner banget lah. Susunan panitia :
Ketua : Pemilik blog ini
Sekretaris & Bendahara : Imas R. (TL’05)
Kadiv. Acara : Ega Dioni Putri (IF’06)
Kadiv. Humas & Publikasi : Nadhila (STEI’07)

Awalnya kegiatan ini direncanakan berlangsung tanggal 23 februari, hari Sabtu. Humas pun juga sudah mengurus perijinan labdas 1 IF untuk hari itu. Sementara itu, div. acara masih mencoba mengontak pak Budi Rahardjo, yang diplot sebagai bintang utama. Konon, pak Budi Rahardjo paling gampang dikontak lewat e-mail, ketimbang menghubungi telepon selulernya. Namun, hampir seminggu sejak e-mail undangan dikirim, pak Budi tidak kunjung memberikan jawaban. Div. Acara mulai berpikir untuk mengundang pembicara lain, alternatifnya ialah pak Rinaldi Munir, dosen fave di IF.

Tiba-tiba pada saat H-6 acara, penulis mendapati pak Budi sedang “OL” di YM. Dimulailah conversation sebagai berikut :
“Pak, untuk undangan dari Gamais tgl 23, boleh minta konfirmasiny?”
“Tanggal 23 ada apa ya?”
(Wah belum kebaca e-mailnya nih) “Oh, yang undangan mengisi Training Blogging dari Gamais pak. Saya kirim lewat e-mail hampir seminggu yang lalu”
“Wah, saya terima 500 email/hari, saya cari dulu ya”
(menunggu)
“Ya ketemu! Wah, tapi hari sabtu saya sibuk sekali. Pagi latihan futsal, siang meeting biasanya sampai jam 21”
(yah, udah hopeless) “Wah, sayang sekali ya pak. Kalau hari minggu lebih susah lagi ya pak?”
“Mm.. hari minggu acara keluarga.. tapi mungkin bisa”
(wow, ada harapan) “Iya pak plis, 1 jam saja🙂 ”
“Kalau minggu malah bisanya pagi, kalau sudah rada siang tidak bisa. Bisanya jam 8-9, atau jam 9-10”
“Wah kalau begitu tanggal 24 besok bisa pak?”
“Jam berapa?”
“Jam 8.30 – 9.30 bagaimana pak?”
“Hmm.. oke.. Tapi biasanya saya tidak sempat membuat materi presentasi sebelumnya. Jadi tidak bisa memberikan handout”
“Wah gapapa pak. Kedatangan bapak jauh lebih berharga :)”
“oke, saya catat tanggal 24 jam 8.30 – 9.30”
“Sip, terima kasih pak, let’s create new bloggerz!”
“Sip”
Training ini pun diputuskan untuk diundur ke hari minggu. Prinsip yang berharga : be flexible.

Segera, div.publikasi menyesuaikan poster-poster dengan jadwal yang baru. Jumlah poster yang dipasang di sekitar kampus tidaklah banyak, hanya 20 buah. Namun, dengan ukuran 9 kali A4, poster-poster tersebut cukup mencolok dan terbaca jelas dari jarak beberapa meter. Agar tidak tertimpa poster lain, kami memegang prinsip “hindari konflik” yakni dengan tidak menempelkan poster-poster tersebut secara langsung di papan, melainkan dengan membentangkan tali khusus sebagai gantungannya.

Pendaftaran peserta dilakukan melalui SMS dengan autentifikasi nama dan NIM. Target kami, peserta yang mendaftar selama 5 hari pendaftaran dibuka adalah sebanyak 70 orang (kapasitas labdas 1 IF = 60 user). Nyatanya, pada hari pertama publikasi dipasang, sudah 60 SMS lebih yang diterima oleh panitia. Kami pun langsung menyadari bahwa peserta pasti akan membludak di atas angka 100 orang.

Akhirnya, kami berinisiatif meminjam 1 labdas lagi, yakni labdas 4 IF yang berkapasitas 50 user. Naas, sampai H-2 acara, tidak ada kepastian dari TU STEI bahwa kami dapat menggunakan fasilitas kedua lab tersebut. Panitia mulai panik, membayangkan apabila acara harus dibatalkan gara-gara masalah ruangan. Sementara itu, adrenaline semakin memuncak saat humas melaporkan sudah lebih dari 200 orang yang mendaftar.

Sudah berkali-kali kami melapor ke TU STEI, namun kesannya malah diping-pong kesana kemari. Hingga akhirnya kami harus “mencegat” wakil dekan bidang sumberdaya, yang memiliki otoritas tertinggi masalah ruangan / fasilitas STEI. Ternyata beliau pun mengaku tidak dapat memberi izin secara sepihak, kami akhirnya diminta menghadap dosen yang menjabat sebagai kepala labdas IF untuk memperoleh persetujuannya

Dosen tersebut sangat kaget saat kami bercerita akan meminjam dua labdas untuk lusa. Walhasil, kami disemprot habis-habisan, tanpa dapat memberikan pembelaan yang berarti. Bahkan dosen tersebut mengusulkan trainingnya diundur saja seminggu, alasannya pemakaian seperti itu butuh persiapan dari segi hardware dan software. Belum lagi hari yang kami ajukan adalah minggu, hari libur, berarti harus ada pegawai yang masuk untuk lembur.

Namun kami tidak menyerah begitu saja. Setelah sebuah sesi kuliah beliau, kami kembali mendatangi dan bernegosiasi dengan dosen tersebut. Alhamudulillah, lama kelamaan sikap beliau melunak. Akhirnya beliau berbaik hati untuk memberikan izin penggunaan dua labdas dengan syarat : “Pegawai saya tolong dikasi uang lembur dan makan siang”. Wah siap pak, beres!

Persoalan belum selesai. Pada saat H-1, tercatat hampir 250 orang yang telah mendaftar, walaupun baru sekitar 70 orang yang dikonfirmasi. Mau tidak mau, harus ada pendaftar yang ditolak partisipasinya karena alasan kapasitas.

Selain itu, kami juga harus mengusahakan agar orang yang telah mendaftar, benar-benar berkomitmen untuk datang. So, di H-1 kami kembali mengirimkan SMS kepada para pendaftar, dengan cara yang agak beda. Tiap peserta mendapat sms yang isinya sama, tapi dengan namanya masing-masing, contoh :
“Kepada sdr. Gugun, harap konfirmasi kehadiran untuk training besok ke nomor ini”
Wah! Apa diketik satu-satu di HP namanya? Pegel dung 150 orang lebih.
Hoho, tentu tidak. Semua itu dilakukan menggunakan komputer yang dihubungkan ke HP memakai kabel data. Kita tinggal bikin program yang meng-generate SMS dari database nama-nama peserta, kemudian dikirimkan secara otomatis satu per satu. Praktis! Trik ini akan dijelaskan di artikel lain dengan lebih teknis.

Begitulah, sampai akhirnya hari-H, luarr biasa cape’nya.. Masih ngutang sertifikat pula nih..

One Response to Training Blogging – The Untold Story –

  1. phat says:

    Wah, rame yha acaranya…🙂
    Sayang kemaren peserta sudah overloaded jadi saya gak bisa ikut. -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: