Cara Birokrat Ngabisin Anggaran di Akhir Tahun

Kisah ini adalah kejadian nyata yang diceritakan oleh seorang rekanku yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang komputer.

0831_d13.jpgAlkisah, di penghujung tahun 2007 kemarin, instansi-instansi pemerintah sangat sibuk dengan rutinitas akhir tahun, tidak terkecuali sebuah departemen yang berlokasi di Bandung dan bernaung di bawah kementrian ESDM ini. Mulai dari evaluasi kinerja setahun, planning tahun depan, penyusunan anggaran keuangan baru, persiapan tutup buku, serta yang tak kalah pentingnya : menghabiskan anggaran tahun sekarang.

Ternyata, salah satu pos anggaran mereka yang masih tersisa adalah pengadaan infrastruktur komputer. Jumlahnya tergolong lumayan, hampir 100 juta. Sambil menggaruk-garuk kepala, Anung (sebut saja begitu), kepala bagian pengadaan barang departemen tersebut, melihat sekeliling ruang kerja staff-nya, kalau-kalau ada peralatan komputer yang masih kurang lengkap. LCD 17 inch, CPU Core 2 Duo, speaker Altec Lansing, serta printer laser multifunction tersusun rapih di tiap meja ruangan tersebut, bahkan di meja staff yang “kelasnya” hanya sebagai pengetik surat keluar. Tidak ketinggalan juga beberapa notebook dan proyektor masih tersimpan rapi di lemari kaca.

Namun bagaimanapun juga, sisa anggaran di pos tersebut harus habis sebelum akhir tahun. Memang sesuai Undang-Undang, anggaran yang tidak terpakai di periode sekarang, tidak dapat diakumulasikan untuk periode selanjutnya. Jadi, lebih baik dihabiskan, daripada hangus sia-sia, pikirnya. Anung pun mencoba menghubungi Edwar, kenalannya yang selama ini menjadi salah satu pemasok barang-barang komputer ke kantornya.

Melihat peluang proyek pengadaan barang yang lumayan besar, Edwar pun segera menyanggupi untuk membuatkan sebuah proposal yang diberi judul “pengadaan infrastruktur komputer untuk peningkatan efisiensi kerja”. Di dalamnya, dicantumkan daftar barang-barang yang akan dibeli, antara lain :
– Monitor LCD 19 inch
– UPS 1500kVA
– MyBook external drive 750GB
– WiMode modem
– Sierra 3.5G GSM modem

Anung memutuskan untuk memesan 10 item untuk tiap barang di atas agar seluruh staff-nya kebagian tanpa terkecuali (termasuk si pengetik surat keluar), dan (tentu saja) agar anggarannya habis. Gimana ga ngiler ngeliat daftar barang-barang di atas. Udah tiap orang dapet Wimode, dapet modem 3.5G pula. Belum lagi harddisk external-nya, yang mungkin ga penuh-penuh untuk tujuh turunan. UPS 1500 kVA, yang biasa menampung 3 Server kelas kakap, eh di sini cuman untuk 1 komputer kelas tongkol, yang cuman menyala maks. 10 jam perhari. Total harga dari pemasok ditaksir sekitar 80 juta, mungkin yang kecetak di proposalnya hampir 100 juta, lumayan ada sisa untuk saku akhir tahun🙂

Namun naas bagi Anung, lewat dari tenggat waktu pengadaan barang tersebut (pertengahan Desember), Edwar tidak kunjung memberi kabar. Ditelepon tidak bisa, diSMS tidak delivered, didatangi ke rumahnya pun tidak pernah di tempat. Anung menyesal dan merasa ditipu oleh Edwar, untungnya belum ada duit sepeserpun yang ia berikan kepada Edwar. Tapi gawatnya, proposal sudah terlanjur di-acc, uang sudah siap dicairkan, tinggal menunggu barang tersedia. Terlebih, ada rencana audit oleh BPK ke kantornya beberapa hari lagi. Jika BPK mengetahui hal ini, bisa-bisa Anung diperkarakan dengan tuduhan proyek fiktif.

Akhirnya Anung meminta bantuan kepada Tanto (bukan nama sebenarnya), penjual komputer yang kukenal, untuk menuntaskan kerjaan yang ditinggal Edwar. Problem utama pada saat itu adalah kebanyakan pemasok utama/dealer sudah persiapan tutup buku dan tidak menerima orderan lagi. Akhirnya, mereka mencari barang-barang satu per satu di BEC dengan duit modal dari pinjaman sana-sini. Harga per item-nya pun tentu di atas harga dealer, apalagi untuk barang-barang yang langka seperti UPS 1500kVA. Walhasil, modal yang dihabiskan membengkak, sementara tidak mungkin mengubah lagi nilai barang pada proposal yang telah di-acc. Setelah dihitung-hitung oleh Tanto, total keuntungan dari proyek puluhan juta tersebut, yang masuk ke kantongnya tidak lebih dari uang bulanan mahasiswa : 500 ribu perak! Sementara Anung bahagia walau tidak mendapat keuntungan sepeserpun. Masih syukur tidak jadi masuk bui🙂

10 Responses to Cara Birokrat Ngabisin Anggaran di Akhir Tahun

  1. ridwan says:

    scam lagi nih, ah. cuma alkisah2 aja. ga ada skrinsutnya.😀

  2. aisar says:

    ntar deh diusahain scrinshoot nota pembelian yg udah disensor (klo dibolehin ma temenku).. tapi silakan percaya / nggak percaya😀
    Klo orang yang udah sering bisnis sama instansi pemerintah pasti tau..

  3. yumcatz says:

    ah jadi ada read more-read morenya, sar…
    gak enak bacanya.😀

  4. {F4154LMAN} says:

    aih, birokrat… birokrat…
    buang2 duit udah jadi kebiasaan gitu…👿

  5. aisar says:

    @ andre : biar rapih aja si.. lebih enak diliat🙂

    @ salman : yoi, klo mo dapet duit banyak tanpa cucuran keringat -> proyekan ma org2 pelat merah.. tapi dijamin ga bisa main bersih.. mesti pake duit “wejangan” ke atasannya!

  6. ikhfa says:

    hh.. dasar birokrat.. kalo kamu jadi birokratnya gimana sar? mending dibiarin buat jadi anggaran tahun depan ya? kalo nggak beliin cendol buat anak2 kolong jembatan..🙂

  7. aisar says:

    @ ikhfa :

    masalahnya itu san, duit sisa ga bisa ditabung buat anggaran taun depan.. ya angus gitu aja (sebenernya tetep kesimpen di kas negara si, tapi kan ga bisa kepake)..

    klo aq si mending dari awal pas nyusun anggaran udah diperhitungkan sebaik2nya, ga berlebihan, inget itu amanat rakyat, dan pemimpin yg mengkhianatinya ga akan mencium surga (alah, sekarang si masi bisa idealis😀 )

  8. Affan says:

    Ngabisin duit kok susah, beli aja itu Thinkpad X300 2 biji (sebijinya USD3000), terus beli Thinkpad T61 yang VGA nya NVidia Quadro NVS140 dgn resolusi 1440×900, beli 2 biji (sebijinya USD2000), abis deh.

  9. mamut says:

    sama aja di tempat ku gitu jua

  10. postingan yang sangat bagussssss

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: