Jakarta – Bandung Dalam Waktu 1 Jam

speed.jpgAku sangat suka dengan kecepatan. Aku biasa membawa kendaraan dan menempuh perjalanan dengan waktu yang sangat efisien (kata halus untuk “ngebut”🙂 ). Tapi, harap bedakan antara ngebut dengan ugal-ugalan. Aku selalu menghormati pengendara lain, dan juga tentunya keselamatanku sendiri. Aku juga tidak lupa mengindahkan rambu-rambu / lampu lalu-lintas, so buatku, ngebut itu oke, yang penting ngebut dengan smart, bukan asal-asalan.

Trayek Jakarta-Bandung via tol Cipularang sangat familiar buatku. Kira-kira, dua bulan sekali aku biasa main ke rumah kakak yang tinggal di daerah Ciputat, di selatan Jakarta. Seringnya, aku menggunakan jasa travel atau bus, namun, terkadang kakakku yang tinggal di Cirebon mengajakku memakai kendaraan kantornya untuk melancong ke Jakarta.

Tanggal 25 Desember kemarin, bertepatan dengan Hari Natal (tapi ga ada hubungannya si🙂 ), kita berangkat menuju Jakarta menggunakan Toyota Kijang Innova. Mobil ini memang dikenal lebih boros dari Kijang-Kijang seri sebelumnya, namun hal tersebut dibalas dengan tarikan dan kestabilan yang lebih baik. Di perjalanan, seperti biasanya, aku berkendara dengan tabiat natural-ku. Aku tidak menghitung dengan detil berapa waktu yang aku tempuh di jalan tol tersebut, seingatku kira-kira hampir satu setengah jam lah.

Catatan waktu tersebut ternyata menggelitikku untuk lebih “efisien” lagi. Di perjalanan pulang dari Jakarta menuju Bandung, aku mencatat segala sesuatunya untuk mengukur dengan pasti “keefisienanku” dalam mengemudi.

Start
Pintu Tol Pondok Gede Timur
Finish
Pintu Tol Padalarang
Distance
121 km (menurut papan petunjuk di jalan tol)
Condition
Berangkat jam 6 sore, dengan kondisi hujan sedang

Results
Time Elapsed
64 menit (1 jam lewat 4 menit)
Speed
113 km/h (avg) 160 km/h (max)

Buatku catatan itu udah cukup gila untuk kondisi jalan tol yang basah dan hujan sepanjang perjalanan. Kesalahan lalu lintas yang aku lakukan sebatas melampaui kecepatan maksimum jalan tol (tertulis 100 km/h) dan terkadang menggunakan bahu jalan hehe. Aku juga mencatat hanya sekali saja membuat pengendara lain kesal dan membunyikan klakson (ga tau juga berapa banyak yang ga sempet bunyiin klakson hehe).

Hal paling ekstrim yang terjadi adalah ketika ada mobil dengan kecepatan sekitar 100 km/h berpindah jalur, memotong jalurku tanpa riting, pada saat aku melaju 150 km/h. Untungnya kejadian yang tidak diinginkan berhasil dihindari, aku terpaksa berpindah dengan cepat ke jalur lain

Hal paling aneh yang terjadi adalah pada saat aku sedikit membanting stir dari bahu jalan gara-gara melihat seorang lelaki tua berjalan di depan. Padahal, kakakku yang berada di sebelahku mengaku tidak melihat apapun, sementara aku tetap keukeuh bahwa terlihat jelas ada orang di depan, yang membuatku membanting stir. Saat itu mendekati pukul 19.00, keadaan memang gelap dan hujan sedang mengguyur. Apa aku yang salah lihat ya..

10 Responses to Jakarta – Bandung Dalam Waktu 1 Jam

  1. zuldgreat says:

    wah, sama sar,,, emang enak rasanya ngebut

    walaupun SUPRA X, tapi asyik juga kalo dibawa ngebut (maksain sampe 110 km/jam, bodi motor sampe begeter2 =)),
    lebih asyik kalo ada halangannya dikit, jadi ada banting2 setir

    tapi,,, sekarang dah mulai tobat =)
    dulu pernah ada pameran dari anak mesin,,, disitu dijelasin motor bebek (gak tau kalo mobil) Indonesia di desain untuk kecepatan 60 km/ jam. Di kecepatan segitu kerja mesinnya efisien. Lebih hemat bahan bakar.

    terus belakangan ada kampanye anti pemanasan global, dan salah satu poinnya berkendara dengan kecepatan optimal

    satu lagi, uang lagi agak seret, jadi musti berhemat. lumayan kerasa si bedanya.

    setelah dipikir asyik juga si, bisa nikmatin pemandangan :p

    na gimana sar? =)

  2. aisar says:

    Wah-wah pembalap juga nih😀

    Klo Kijang Innova, kecepatan paling efisien tu 60 km/h di gigi 5, bisa sampai 1:16. Tapi klo kecepatan sgitu di jalan tol malah bikin orang-orang pada nglakson zul hehehe..

    Tapi klo alasannya untuk kampanye pemanasan global, boleh juga tuh.. Itung-itung kontribusi ke umat manusia🙂

  3. Petra Barus says:

    ah saya juga sering😀

  4. aisar says:

    sering tidur?

    catet dong waktunya, bandingkan..😀

  5. ridwan says:

    sebenernya bisa lebih cepet kalo dari Padalarang Barat ke Pondok Gede, soalnya kan relatif nurun jalannya. Trus pas lagi ga hari2 libur. bisa kurang dari 60 menit deh. Coba aja.

  6. aisar says:

    @ ridwan -> hoo.. iya klo pas lagi kosong mah.. tinggal lurus bablas..

  7. Petra Barus says:

    dulu pernah pas lagi berkabut…. sejam lebih dikit….

    menantang bahaya…:mrgreen:

    sekarang udah gak pernah berkabut lagi… gak asik😛

  8. ikhfa says:

    gile loe sar..

  9. [PaW] says:

    wah, bdg-jkt ya.. rekor masi tak terpecahkan 57 menit pake escudo 1.6L dari pondok gede – pasteur. Max 160 km/h juga, tapi rata2nya lumayan tinggi. Tapi dari sejarah bolak balik jkt-bdg, ntah knapa kayaknya jakarta-bandung lebih cepet dibanding bandung-jakarta, walaupun teorinya dari bandung ke jakarta turun gunung dan bisa lebih cepet.. hehe..
    skarang si dah nggak lagi, ga ada mobil yang bisa diujicobakan sih😛

    walaupun ‘time attack’ gini, masih lebih seru kejar2an di cipularang, lebih ‘breath taking’.. hehe..

    btw, salam kenal😀

  10. aisar says:

    @ ikhfa -> wah pengalaman pahit “jungkit balik” di cipularang, San..

    @ [PaW] -> Ngeri lah ya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: