Pembagian Kondom = Pencegahan AIDS atau Penghalalan Seks Bebas?

KondomSetiap tahunnya, tanggal 1 Desember diperingati sebagai hari HIV/AIDS se-dunia. Di Indonesia, momen ini ternyata punya sensitivitas tersendiri bagi sebagian kaum muslim. Apalagi, setiap tahun, kampanye pencegahan HIV/AIDS biasanya dibarengi dengan pembagian kondom gratis. Hal ini kemudian diartikan sebagai penghalalan atas prilaku free sex, atau hubungan seks di luar pernikahan.

Menurut para pengusung penolakan kondom tersebut, solusi pencegahan penyakit AIDS bukanlah dengan pemakaian kondom, namun lebih kepada membenahi mental masyarakat untuk tidak melakukan free sex. Sebagaimana dikutip dari situs eramuslim :

“Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus, juga menolak cara-cara pelegalan seks bebas yang dibalut dengan kampanye anti AIDS. Sebab, secara sosial upaya kondomisasi itu akan menimbulkan praktek perzinahan dan prostitusi secara massif.

Oleh karena itu, FSLDK saat ini secara konsisten mengadakan pemberantasan penyebaran AIDS dengan proses penyadaran moralitas di kalangan mahasiswa dan remaja, melalui program pembinaan akhlak berupa mentoring keIslaman di lebih dari 100 kampus di Indonesia.”

Pada kenyataannya, angka penyebaran penyakit AIDS di Indonesia sudah sedemikian parahnya. Data statistik Departemen Kesehatan menunjukkan, angka kasus AIDS pertahun sejak tahun 2001 hingga 2006 telah meningkat lebih dari 10 kali lipatnya. Bahkan pada tahun 2006, ditemukan tidak kurang dari 2800 kasus, yang artinya : di Indonesia tiap 3 jam penderita AIDS bertambah 1 orang.
Tabel aids

(sumber : Depkes RI)

Penulis setuju, pemberantasan Free Sex melalui pembinaan akhlak, dapat memberangus laju penyebaran penyakit AIDS. Namun tentunya kita mafhum, hal tersebut tidaklah mudah dilakukan, at least, tidak dapat menjadi solusi dalam jangka waktu pendek. Terlebih, korban AIDS dari prilaku free sex, sebagian besar adalah orang-orang yang tidak teredukasi, dan terisolasi dari pengetahuan tentang kesehatan. Pembenahan mental dan spiritual sangat perlu dilakukan, khususnya untuk long-term investment, atau investasi jangka panjang.

Penelitian ilmiah menunjukkan, pemakaian kondom dapat langsung mengurangi resiko penularan penyakit AIDS melalui hubungan seks hingga 80%. Untuk itulah, kampanye pengedukasian kondom juga perlu dilakukan. Mengutip kata pak Jusuf Kalla : Untuk yang melakukan seks bebas, silakan pakai kondom. Kondom itu tidak mengurangi dosa, tapi dengan itu, at least anda tidak menularkan penyakit ke orang lain.

Kesimpulannya, tidak perlu dipertentangkan antara kampanye kondom dengan pembinaan mental spiritual untuk menjauhi free sex. Dua-duanya sama-sama penting, dan dua-duanya sama-sama saling mendukung. Yang satu melakukan pencegahan jangka pendek, yang satu melakukan pembenahan jangka panjang.

15 Responses to Pembagian Kondom = Pencegahan AIDS atau Penghalalan Seks Bebas?

  1. dioni says:

    Wah, keduluan nich gw…
    Tadi malem, setelah melihat fenomena di sepanjang jalan Juanda, saya juga mau nulis topik di atas! Judul yang udah terbersit di pikiran juga beda dikit :
    “Kampanye Anti AIDS : Pencegahan AIDS atau Legalisasi Seks Bebas?”
    yeah, cuma nggak mengandung kata k*nd*m aja ;P

    Setuju!
    Dua-duanya sebenarnya penting. Semua kembali pada pribadi masing-masing lagi…yang jelas sih, SEAMAN-AMANnya pengAMAN masih lebih AMAN dengan IMAN. Hehe…

  2. restya says:

    *Eh, emang k*nd*m bener2 efektif mcegah AIDS? Bukannya pori2 k*nd*m masih cukup lebar bila dibandingkan HIV yg ukuranny cm brp mikro gt?

  3. aisar says:

    @ dioni
    siapa cepat dia dapat :p
    tapi ga seru ah klo ega yang nulis, pasti ada bintang2nya k*nd*m hehe

    @ restya
    Nah, secara teoritis emg namanya virus yo kecil banget. Tapi, virus HIV kan butuh “tumpangan”, ga bisa main loncat2 aja kyk kodok. Tumpangannya itu bisa “cairan” dari laki2, ato perempuan. Makanya, kondom ngeblok pertukaran cairan tsb. Tapi, pake kondom emg ga 100% safe, cuma 80% katanya (liat di atas)..

  4. Dhima$ LN says:

    harusnya dibiarin aja ga pake kondom2an. biar yang kena AIDS pada mati, khan beres tuh masalahnya❓ perzinahan ga ada lagi (karena yang berzina udah pada mati), penyakit AIDS juga ga menyebar deh,,,,,
    *jawaban pragmatis from UNKNOWN, bukan dari gw y*

  5. aisar says:

    @ Dhimas LN

    Masalahnya, HIV itu ga langsung bikin orang mati. Orangnya tetep idup antara 15-20 tahun, jadi dia potensial untuk nyebarin penyakitnya lagi..

    Lagian HIV itu menyebar bukan karena perzinahan, tapi hub.seks. Jadi klo ada suami poligami mpe 10 kali, ya semuanya kena HIV termasuk anak2nya (padahal kan ga berzina hehe :D)

  6. ridwan says:

    JK pernah bilang ke media kalo “penggalakkan” penggunaan kondom bukan berarti melegalisasi perzinahan. Cuma pengen mencegah orang yang amoral nyebarin penyakitnya. Toh ga semua orang di dunia kan bermoral.

    Padahal, orang baik2 bisa aja kena AIDS lho, lewat jarum suntik yang ga steril.

  7. yumcatz says:

    FYI, k*nd*m adalah hal yang berguna bagi para pecinta alam.
    Pas di SMA3 saya pernah dikasih temen yang ikutan ekskul kalo k*nd*m tuh bisa menampung air lebih banyak dari aqua yang 1 L😉

  8. pernikahan dini bisa jadi juga sebagai alternatif solusi lho. apa lagi kalau di depan kampus, mall, pasar dan tempat keramaian ada KUA keliling [ seperti PusKesMas Keliling ] wah menikah kan jadi lebih mudah. Tul nggak ?

  9. Solusinya seharusnya adalah endorsement dari pemerintah untuk nikah dini.

    Berikan kemudahan bagi para pemuda-pemudi ini untuk segera memasuki jenjang pertanggungjawaban selanjutnya.

    Berikan citra yang baik dan positif di kalangan masyarakat awam tentang manusia yang bertanggungjawab. Kecam hal-hal yang menjurus kepada perzinahan dan sebagainya.

    Intinya sih, kita ngajak dari orang terdekat kita dulu aja. Ente jangan coba-coba ya sar. Para pembaca sekalian juga yang disini, jangan coba-coba mendekati zina ya. Ingat, deketin aja udah dilarang lho.

    Menuju indonesia yang lebih baik dan bermartabat.

  10. aisar says:

    Kemudahan untuk nikah dini..
    Menarik..
    Bisa dipertimbangkan..

    Asal jangan solusinya nikah mut’ah aja😀

  11. imsuryawan says:

    IMHO:
    Saya kira kita ga bisa menyamakan kampanya pencegahan AIDS dengan legalisasi free sex. Saya kira ini adalah dua hal yang berbeda.

    Kalo memang (katanya) kondom bisa mencegah penularan AIDS ya kampanye seperti ini saya kira ga bisa disalahkan keberadaannya dan kita tentu ga boleh men-judge bahwa itu adalah sebuah legalisasi free sex. Kalo akibat dari kampanye ini adalah free sex mungkin bisa diterima (tapi perlu dikaji lho).

    Menurut saya untuk jangka pendek kampanye ini cukup efektif (asalkan yang kampanye ga mengarahkan untuk melakukan free sex aja🙂 ), sebab menurut saya masalah moral/etika adalah ruang pribadi seseorang dan untuk membangun itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.

    Maaf kalo kurang berkenan, sekedar nimbrung berpendapat.🙂 Btw, lg blogwalking eh nyasar ke sini.🙂 Saya lanjut dlu ya! Btw, maen2 ke blog saya ya.

  12. Someone essentially lend a hand to make seriously articles I would state. That is the very first time I frequented your website page and thus far? I amazed with the analysis you made to make this actual submit incredible. Wonderful task!

  13. What’s up all, here everyy one is sharing these kinds of know-how, so it’s pleasant
    to read this blog, and I used to go to see this wbpage everyday.

  14. I always spent my half aan hour to read this webpage’s posts daily along with a mmug of coffee.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: