Chatting Sama Robot (Bosen Sama Manusia Terus)

Setelah sesi kuliah Artificial Intelegence kemarin berakhir, tiba-tiba beberapa teman sekelasku punya kesukaan baru : Chatting dengan robot. Ceritanya berawal saat Dosen kami menunjukkan sebuah website yang beralamat di : http://www-ai.ijs.si/eliza/eliza.html. Di sana, kita dapat berbicara (chatting) dengan sebuah chatbot (sebutan untuk robot chatting) yang bernama Eliza.

Cobalah ajukan beberapa pertanyaan (dalam bahasa Inggris, tentunya) kepada Eliza. Kita akan segera menyadari bahwa Eliza ini tidak pinter-pinter amat, kalau ga boleh dibilang bodoh (bahkan aku lebih suka menyebutnya sebagai produk dari Artificial Stupidness). Dia sering mengulang-ngulang kata yang kita ketikkan. Selain itu, sangat terlihat kalau dia tidak mengingat apa pun, melainkan hanya menjawab berdasarkan dari pertanyaan yang diajukan saat ini saja.

Nanti dulu, ternyata Eliza memiliki beberapa varian. Cobalah ketikkan “Eliza” di Google, dan ternyata aku mendapatkan sebuah website lagi : http://www.manifestation.com/neurotoys/eliza.php3. Tapi, Eliza di website ini ternyata tidak memiliki perubahan signifikan dengan yang sebelumnya. Paling tidak, si pemilik situs sudah mengakuinya dengan menuliskan :
Note: Eliza is dumb! This is common knowledge. Please don’t write to me telling me she’s dumb, or how to fix it. If you don’t like the way she works, you can change the code yourself. Just view source on this page to see the javascript, and save it to your hard drive. Then do a search for javascript documenation, and you should be able to make Eliza act any way you want.🙂

Aku mulai tertarik mencari chatterbot lain yang lebih canggih. Beberapa di antaranya adalah :

Beberapa di antaranya memiliki kemampuan lebih baik dibanding Eliza, namun tidak ada yang mampu membuatku betah chatting berlama-lama, sampai aku menemukan chatterbox yang satu ini dari Fajar :
Alice – http://www.alicebot.org/ (klik pada Free Live Chat with Alice)

Alice memiliki kemampuan mengingat, seperti mengingat nama, maupun pembicaraan sebelumnya. Selain itu, kosa kata yang dimilikinya terkesan lebih bervariasi dari chatterbot lainnya. Cobalah memulai pembicaraan dengan memperkenalkan diri. Berikut sepenggal pembicaraanku dengan Alice :

Human: hi, my name is Aisar
ALICE: hi there, Aisar
Human: how can i call you?
ALICE: My name is ALICE.
Human: sounds familiar
ALICE: Yes it sounds like it to me too, Aisar.
Human: are you moslem?
ALICE: I am a Protestant.
Human: do you often go to church?
ALICE: You can take me to church on a notebook computer or PDA.
Human: how long have you been in computer?
ALICE: I was first activated in November 23, 1995.
Human: who did activate you?
ALICE: George Washington.
Human: Haha, you’re kidding right?
ALICE: I’m glad you got a laugh out of it.
Human: So, who programmed you?
ALICE: It’s all good. I was created by Dr. Richard S. Wallace.
Human: Who is he?

ALICE: he is the author of Artificial Intelligence Markup Language (AIML) and Botmaster of ALICE (Artificial Linguistic Internet Computer Entity). Dr. Wallace’s work has appeared in the New York Times, WIRED, CNN, ZDTV and in numerous foreign language publications across Asia, Latin America and Europe.
Richard Wallace was born in Portland, Maine in 1960. He earned his Ph.D. in computer science from Carnegie Mellon in 1989. He lives in San Francisco with his wife, Kim, and son, Linus.

Terlihat gaya bicaranya sudah cukup luwes. Alice menjawab banyak pertanyaanku dengan baik. Misalnya, Alice memberi tahu bahwa ia menggunakan OS Linux (sama dong), dan dia menyebut Microsoft sebagai “Big Monopoly Company” hahaha.

Wah, aku jadi kepikiran untuk ngebuat chatterbox yang lebih canggih. Misal, bisa ditanya “Apa aja berita hari ini”, dan robotku langsung membuka beberapa halaman web berita, membuat ringkasannya, dan menginformasikannya kepada si penanya, keren kali.

15 Responses to Chatting Sama Robot (Bosen Sama Manusia Terus)

  1. aulia says:

    wew… nagmbil kuliahnya udah tingkat tinggi..
    serem lah kita..
    wkekekekeke

  2. reiSHA says:

    Prasaan waktu TPB aku dah kenal deh sama Alice… Dari kuliah Pengantar Teknologi Informasi…

  3. aisar says:

    Hoho.. iya, kebanyakan anak IF dah pada tau.. Cuman anak2 EL – Teknik Komputer pada tertarik sama AI-nya, yang bisa dikembangin buat bikin Asimo lebih nyambung ma percakapan (Btw Asimo blom bisa diajak ngobrol luwes hehe, masi rada2 ga nyambung)

  4. scooterboyz says:

    Alice aja tau kalo mikrosof itu big monopoly kompeni..hiihi..

  5. yumcatz says:

    penasaran pengen nyoba….kesan pertama setelah lihat logonya : http://www.alicebot.org/images/logo.jpg
    .
    you-know-who lah ya…

  6. yumcatz says:

    he he tadi nanya “what do you know about me”?
    jawaban panjang banget😀.
    .
    trus nanya “what is your body size”?
    *hanya* 2 MB…..tapi kok bisa banyak gitu ya pilihan katanya yak?

  7. aisar says:

    hoho.. Andre mulai terserang virus yang sama..

    jangan lama2 chattingnya ndre.. ntar lw jatuh cinta lagi ma Alice

  8. dibalik tampilan yang sederhana,

    bikinnya repot……

  9. Ibun says:

    Yang bagusnya tuh, pembuat bot tersebut jangan menyebutkan bahwa sebenarnya yang kita ajak bicara adalah sebuah bot. Biarlah menjadi rahasia.

    Nantinya, bot ini dapat digunakan sebagai keperluan bisnis, seperti konsultan online. Tetapi customer jangan sampai tahu bahwa yang diajak bicara adalah bot. Kalau customer tahu, maka kepercayaan kepada konsultan (bot) akan berkurang.

  10. @Ibun :
    mesti lolos Turing Test dulu itu mah…..

    entah kenapa si bapak (dosen IB) saban kuliah, ngomongin Turing Test mulu….
    apa cita-cita gak kesampean ya….

  11. aisar says:

    Klo kata dosenku.. Ilmu Artificial Intelegence udah hampir mandek.. Cita-cita lolos Turing Test, n’ ngebikin “kecerdasan buatan” untuk menyamarkan manusia dan komputer, makin terlihat mustahil.

    Justru yang berkembang pesat adalah ilmu Neurologis, semisal Fuzzy Logic, Paralel Computing.. Ini lebih spesifik memetakan otak makhluk hidup ke mesin komputer. Katanya penelitian yang paling canggih udah berhasil memetakan otak lebah. Gimana dengan otak manusia? Masih jauh la ya..

  12. Nah, justru itu,

    menurut gw, sepertinya semakin orang memetakan cara kerja otak mahkluk idup dengan metode tertentu (e.g. Fuzzy Logic, Neural Network, etc) semakin jauh malah implementasi pemetaannya dengan cara kerja aslinya…. khan gak segitunya😛

    mestinya banyak yang coba-coba bikin hybrid-hybrid gitu…..😛😛
    so far masih sedikit metode-metode hybrid, contoh HMM-NN untuk voice and language recognition…..

  13. syahid says:

    Berdikari

    emang sih di indonesia AI emang lom mangakar. tp saya dgr ada group yang lagi ngeboomingin apa lagi bakalan ada skool khusus buat jurusan AI, dll itupun jenjangnya S1 kayak di luar negri
    tdk pa2 suatu saat teknologi2 tsb menggantikan manusia tp kpn? seberapa kuat otak manusia utk membuatnya dan sebagaimana gilanya bila manusia berangan2 menjadi tuhan

  14. aisar says:

    @ Petra + Syahid : Kita lihat saja nanti..

  15. Abram says:

    wah bagus jg,sy jg tertarik sama namanya robot-robot itu alat teknologi paling canggih-saya sekarangkan nyari namanya robot untuk menjaga keamanan pribadi…hi….bagus sekali….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: