Hapus Windows Anda Sekarang Juga! (Pakai yang Open Source)

acerBeberapa waktu yang lalu aku dimintai tolong oleh seorang teman. Dia baru saja membeli sebuah laptop Acer keluaran teranyar dengan prosesor Core 2 Duo. Walaupun tertulis “Acer merekomendasikan Windows Vista”, ternyata tidak ada pre-installed Windows apapun di dalamnya, hanya distro Linux edisi “light”. Toko menawarkan untuk menginstallkan Windows Vista original dengan harga 500 ribu, namun dia memilih untuk meminta bantuanku menginstall Windows XP, dan aku pun menyanggupinya (secara komputerku memang sering kuformat-install ulang)

Prosedur standar peginstallan Windows kulakukan. Namun, tiba-tiba aku menemukan hal yang sungguh mengherankan : Windows tidak dapat diinstall dengan alasan “no harddisk detected”. Yang bener aja, wong di BIOS udah kedeteksi, n’ pre-installed Linux pun bisa mendeteksinya. Ternyata setelah Googling aku nemuin bahwa si installer Windows XP ga punya driver buat SATA yang dipake Acer. Lah, lucunya, orang-orang yang bernasib sama denganku menemukan klo justru Windows 98 bisa langsung diinstal + ngedeteksi harddisk SATA Acer tanpa masalah. Solusinya biar installer Windows XP bisa jalan, si driver SATA yang hilang itu mesti ditaro dulu di FLOPPY DISK (ga jaman banget kan). FLOPPY DISK yang 3,5 inch itu, mungkin bisa dicari di museum-museum perjuangan komputer nasional :p

Akhirnya, karena males mencari barang purbakala itu (ga purbakala banget si), aku install aja Windows Vista bajakan. Kenapa ga yang original? Yah, kan Indonesia udah beli 35.496 lisensi Windows dari Microsoft lewat MoU ga jelas tahun kemarin itu. Anggep aja 1 lisensi buatku, masih sisa 35.495 kan :p Instalasi Windows Vista yang simpel itu berjalan lancar, tapi menurutku terlalu minim fasilitas. Contohnya, kita ga bisa nentuin program/komponen Windows apa aja yang mo diinstall (baru bisa dilakukan setelah Windows terinstall). Setelah berhasil login, tampilan “aero” yang katanya keren segera mewarnai desktop. Yah, klo yang udah pernah pake skin Vista transformation di WinXP pasti tau.

vistaAku mulai mencari-cari, apa sih improvement dari Vista. Hal yang pertama aku tau, di Vista udah ada ada sistem file-permission security. Sistem ini contohnya, otomatis membuat file/folder yang kita buat tidak dapat diutak-atik oleh user lain. Lucunya, sistem begini sebenernya udah terimplementasi di Unix (dan kawan-kawan : Linux, BSD) sejak belasan tahun lalu. Pas aku nginstall program-program standar : Winzip, WinRAR, Winamp, dan win-win lainnya, aku mulai kesel dengan ulah sistem security si Vista. Baru ngeklik satu program, tiba-tiba “diing” berbunyi trus keluar pesan “Apakah anda akan menjalankan program ini? Hati-hati lho, siapa tau ni program bermasalah” (terjemahan bebas :D). Intinya, Vista ketakutan banget kayaknya sama virus, jadi tiap kita mo ngebuka program apa pun, dia konfirmasi dulu. Parahnya, jawaban konfirmasi kita ga bisa disimpen. Jadi terus aja keluar pesan gitu walopun kita udah pernah ngejalanin program itu berkali-kali.

Buatku, Vista ga lebih dari sekedar improvisasi tampilan. Omong kosong aja lah fitur-fitur barunya yang bikin kesel itu. Puncak kekesalanku terjadi pas nginstall driver emulator DVD (pake Alcohol), tiba-tiba Vista masuk ke layar biru, daan.. tidak dapat masuk ke dekstop lagi walapun komputer udah direstart berulang kali. Cukup sudah. Walaupun bisa direcover menggunakan DVD installernya, tapi aku udah terlanjur ga bisa memaafkan Vista yang udah bikin kesel dengan bunyi “diing”, n’ ngabisin waktu dengan layar birunya.

***

Sejalan dengan kekesalanku terhadap Windows, aku mulai mempelajari Linux. Buat pembaca yang bingung apa itu Linux, bisa di-googling atau di-wiking (wikipedia). Kata “Linux” itu sebenernya menunjuk ke “kernel” atau core (inti) dari suatu Operating System (OS). Oleh komunitas Open Source, kernel itu dimodif, dibikinin tampilan yang lucu, trus ditambahin program-program, dan kesemuanya itu bener-bener gratis, free to use. Dari komunitas-komunitas yang berbeda, muncullah distro-distro Linux, contohnya yang paling populer adalah Ubuntu dan Mandriva.

Apa sih bedanya Windows dan Linux?
Jelas, Windows ga gratis. Harga resmi Vista di Indonesia sekitar 2 juta. Klo pun beli yang bajakan 20 rebuan, yah secara moral sebenernya ga baik juga. Benih-benih korupsi 20 trilyun, bisa tumbuh dari kebiasaan kecil 20 rebuan🙂

ubuntuBerarti Linux gratisan dong, n’ gratisan biasanya jelek kan?
Eit, Winamp itu gratis loh. Buka situs-situs download populer n’ temukan software-software keren yang gratisan. Sebenernya, Linux n’ program-programnya bisa gratis karena dikembangkan oleh komunitas Open Source (coba googling). Misal, aku ikutan komunitas Open Source untuk ngembangin Linux. Nah, ntar aku tinggal donlot source code-nya Linux, trus aku utak-atik, aku tambahin kode-kode-ku, trus aku submit deh. Kode-kodeku akan melewati serangkaian tes, n’ klo emang bagus, kodeku akan dimasukkan ke dalam Linux secara resmi, n’ sebagai penghargaannya, namaku dimasukkan ke dalam “salah satu pengembang Linux”, itu aja, aku ga dapet duit dari komunitas itu. Karena proses produksi-nya kayak gitu, makanya Linux n’ program-programnya bisa gratis. Bahkan bisa jadi lebih powerful dibandingkan dengan program-programnya Microsoft, karena program Open Source bisa dikembangkan bersama-sama oleh jutaan, milyaran orang di bumi ini.

Wah keren kali, trus-trus kelebihan Linux apa lagi?
Klo kamu sering kena virus, ato bahkan komputermu selalau up-to-date virus-virusnya🙂 Saatnya kamu beralih ke Linux yang almost bebas virus, karena tentu aja virus Windows ga akan jalan di Linux.

Aku biasa pake Office, Photoshop, Corel, Winamp,PowerDVD, Ragnarok, Dota, NFS, dll di Windows, trus klo aku nginstall Linux gimana?
Yah, basi ini sih. Butuh ngetik-ngetik, bikin presentasi, bikin tabel-tabel, di Linux ada OpenOffice yang juga bisa ngebaca format-nya Microsoft Office, jadi jangan takut coz dokumen-dokumen kamu ga akan hilang bow. Photoshop? Corel? Di Linux juga ada Gimp n’ inkscape, yang ga kalah canggih. Winamp? PowerDVD? Banyak lah yang bisa ngegantiin. Ragnarok? Dota? NFS? Nah untuk game-game atau program-program yang cuma ada di Windows, kamu bisa pake Windows Emulator. Serius, kamu bisa tetep mainin game-game itu di Linux, walopun belum semua game kompatibel.

nfsWaah, keren abis, gratis pula, jadi ga dosa ya ngebajak?
Insya Allah.. Apalagi udah musim Bulan Romadhon. Mari kita jadikan Bulan Suci ini momen untuk berhijrah!

Betul! Betul! Ajarin aku dong gimana caranya nginstall n’ make Linux..
Di web ini akan segera dibuat kolom n’ forum khusus Linux. Cuman, terus terang aja, aku juga masih pemula banget. Ikutan aja forum-forum Linux di Internet untuk ketemu sama ahlinya.

***

Selain karena udah ada pengganti Windows yang powerful, ajakanku untuk menghapus Windows juga didasari oleh pemberontakan ideologiku terhadap intrik-intrik bisnis Microsoft yang terlampau kapitalis n’ monopolis. MoU Indonesia-Microsoft menjadi salah satu buktinya. Berdasarkan isi MoU yang dikutip oleh Hukumonline (03/01/07) :”Pemerintah berniat memberikan contoh pada dunia usaha akan pentingnya menggunakan software berlisensi/legal. Untuk itu, Pemerintah berniat membeli lisensi 35.496 unit Microsoft Windows dan 117.480 unit Microsoft Office, yang total keseluruhannya bernilai Rp 377,6 miliar”377,6 Milyar jika diinvestasikan ke komunitas Open Source, aku yakin udah bisa bikin infrastruktur yang membuat ngurus KTP cuma 5 menit, n’ ga bakal ada orang punya dua atau lebih KTP. MoU ini adalah pukulan bagi dunia Open Source di Indonesia, karena setahun sebelumnya, Indonesia justru telah rampung mengembangkan distro Linux nasional (IGOS Nusantara), yang sejatinya menjadi OS standar untuk kalangan birokrat pemerintahan. Bayangin aja dana yang bisa dihemat dari kas negara. Bahkan separuh pemerintahan negara-negara Uni Eropa sudah membuktikan penghematan anggaran mereka lewat program Open Source.

microsoftMicrosoft ngejual sistem operasi seharga 2 juta, padahal sistem operasi itu kebutuhan pokok tiap pemakai komputer. Sebelum Linux dikembangkan secanggih sekarang, orang-orang ga punya pilihan lain kan selain Windows, di situlah letak monopoli-nya. Coba lihat Google. Perusahaan IT yang juga raksasa dan produknya terbilang menjadi kebutuhan pokok pengguna internet dunia. Pernahkah dia mencharge kita untuk sistem pencarian canggihnya? Tapi, Google tetap bisa profitable dengan mencari ladang bisnis lain yang komersil, contohnya lewat GoogleAds.Aku juga heran di kampus ITB sendiri masih aja pake lisensi Microsoft, bahkan Microsoft mpe bisa mendirikan Microsoft Innovation Center di Labtek V. Apa lagi tujuannya klo bukan mencetak sarjana-sarjana yang loyal terhadap produk Microsoft. Untunglah di Labtek VIII (elektro nih :p) juga didirikan Sun Competency Center, setidaknya ada gairah Open Source di sana. Aku appreciate pada UGM yang udah mencanangkan program Open Source Software, bahkan beberapa ruang strategis seperti Tata Usaha dan Lab Praktikum di sana sudah menggunakan Linux. Mereka juga rajin mengadakan workshop seputar Linux dan OpenOffice untuk para pegawainya. Ayo kapan giliran ITB? Mari, sukseskan program Open Source untuk melawan hegemoni Microsoft! Hapus Windows Anda Sekarang Juga! Dengan cara itulah anda telah mewujudkan dunia baru, yang bebas monopoli Microsoft!

13 Responses to Hapus Windows Anda Sekarang Juga! (Pakai yang Open Source)

  1. Fajar says:

    scam ini artikel:mrgreen:

  2. scooterboyz says:

    Hihihi..

    MSA teringggung nampaknya.. :p

  3. aisar says:

    @ Fajar >> Wah sori berat, kita beda mazhab😀

    @ Scooterboyz >> Biasa rif, antek2 Microsoft vs antek2 Salman wakakaka

  4. Pingback: Nginstall Dual Boot Windows-Linux « Aisar - La Vida, La Lucha

  5. harry says:

    sipppppp broo. good arikel….. suksess yach

  6. youdee says:

    mas aku juga pake acer 4520 n dulu pernah bermasalah ama instalan nye cuman mau bagi2 ilmu ja nih ng bermaksut mengurui,
    kayaknya kalo mau instal windows di laptop mang rada beda ma pc biasa coz kita mesti seting bios di harddisknye kita bikin idell salah nga tuh nulisnye pokoknya mah gitu lah tang kiyu.

  7. omega8719 says:

    Linux (Ubuntu) supaya indah harusnya pakai Berryl. Masih butuh aplikasi Win(yang keparat itu) ya ada CrossOver.

    Tapi kalau disuruh pakai OpenSource, nn kalau buat aku udah sedikit terlambat.
    Sebab udah terlanjur jatuh cinta ama Mac OS X Leopard buatan Apple.

  8. Vee says:

    Biar bagaimana pun yang namanya membajak tetep aja salah.

  9. hasan says:

    Q mauinstall PC linux tapi waktu masuk live CD and mau milih partisi, klua bhs inggris yg kr2 artinya “kzmi tidak menemukan ruang untuk menginstall” padahal Q udah memartisi harddisk 10GB (ext3) dan 2 GB buat swap….bales ke emailQ ya pliss….

  10. Anggha says:

    Say no to windows
    say YES to UBUNTU

  11. postaz says:

    siaaappp maaanggg lahhh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: