Memegang Teguh Amanah

“Awal perkara agama yang dicabut dari ummat ini adalah malu dan amanah, karena itu mintalah pada Allah kedua sifat tersebut” (Hadist)

Amanah memiliki arti yang luas. Anda menepati janji, anda menunaikan tanggung jawab, anda menjaga apa yang orang lain percayakan kepada anda, semua dapat dikategorikan sebagai sifat amanah. Tapi sadarkah anda kadang amanah yang terlihat “kecil” dengan mudah dapat disia-siakan? Hari ini anda meminjam uang seribu rupiah pada seorang kawan dengan embel-embel “besok dikembalikan”. Mungkin niat awal anda meminjam adalah benar-benar untuk dikembalikan keesokan harinya, namun seringkali nilai seribu yang terasa kecil dengan mudah anda lupakan. Akhirnya pinjaman tadi tidak pernah anda kembalikan, dan amanah yang peminjam percayakan kepada anda tidak pernah anda tunaikan.

Di hadist lain Rasulullah bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”. Begitu kerasnya peringatan Rasulullah terhadap orang-orang yang melalaikan amanah dan janji. Mengapa? karena ketika manusia sudah terbiasa menyepelekan amanah-amanah kecil, suatu ketika dia dipercayakan amanah yang besar, maka kebiasaan menyia-nyiakan amanahnya dapat membawa kerugian yang besar termasuk terhadap orang-orang di sekitarnya. Coba anda perhatikan pemimpin yang zalim, rakus kekuasaan, haus akan harta hingga korupsi menjadi budaya. Siapa lagi yang menderita menanggung dampaknya selain rakyat?

Kunci menjaga amanah yang besar adalah dengan membiasakan diri untuk memegang teguh amanah-amanah kecil. Pepatah Jepang berkata : “Orang yang mudah berjanji adalah orang yang mudah lupa”. Oleh karena itu, jangan sekali-kali berjanji tanpa anda pikirkan konsekuensinya terlebih dahulu. Jangan pernah menilai amanah dari nilai zahirnya. Sebatang pulpen yang anda pinjam mungkin terlihat kecil bagi anda, tapi bisa jadi si peminjam sangat berharap pulpennya kembali. Semua amanah, semua janji adalah besar karena taruhannya adalah diri anda sendiri, yaitu kepercayaan orang terhadap anda. Lain halnya apabila anda lebih suka menganggap diri anda adalah kecil, dan tidak berarti apa-apa.

Salah satu amanah yang seringkali orang abaikan adalah tepat waktu. Datang terlambat ketika menghadiri rapat atau pertemuan adalah hal yang menyenangkan. Namun kabar buruknya, anda baru saja memperkenalkan diri anda kepada seluruh peserta rapat sebagai pribadi yang murahan dan tidak disiplin. Ketika anda telah berhasil menunaikan shalat tepat pada waktunya, mengapa anda tidak bisa menjaga amanah pimpinan rapat untuk datang tepat pada waktunya.

Agar dapat menjalankan amanah, anda harus memiliki niat yang kuat terlebih dahulu untuk menunaikannya. Ingat, semua amanah adalah besar karena diri anda pribadi yang besar. Langkah selanjutnya adalah mencatat. Sekecil apapun hal yang diamanahkan, janganlah segan untuk mencatatnya karena itulah satu-satunya pengingat yang dapat anda andalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: