Aisar - La Vida, La Lucha

dedikasi dari Aisar Labibi Romas

Film “Mengaku Rasul” Oke Punya, Tapi..

Guru Samir tengah berdiri di atas mimbar mushalla, berceramah dengan penuh membara di hadapan santri-santrinya. “Kalianlah manusia yang terpilih oleh Allah, untuk menjadi ummatku. Sebagaimana ummat rasul-rasul terdahulu, kalian semua akan masuk surga bersamaku. Alhamdulillah! Sambutlah jalan yang terbuka lebar menuju pintu surga Allah!”

Sementara itu, di luar mushalla warga kampung sekitar datang berbondong-bondong, menggenggam obor dan bahan bakar. Dengan wajah penuh amarah -atas segala kesesatan ajaran Guru Samir- warga membakar mushalla beserta seisinya. Santri-santri histeris, berlarian keluar dengan badan terbakar api. Sedangkan Guru Samir tidak bergerak sedikitpun dari posisinya semula, tetap tegap berdiri saat jilatan api menggeregoti tubuhnya.

Berita kematian Guru Samir beserta pengikutnya menjadi bahan obrolan panas di kalangan warga desa. Namun tak disangka, terjadilah kemukjizatan. Guru Samir tiba-tiba hadir kembali di tengah-tengah warga desa, dan mengklaim dirinya telah dibangkitkan kembali oleh Allah dari kematian. Benarkah Guru Samir adalah seorang rasul yang diberi kemukjizatan oleh Allah?

Film ini terbilang unik, cukup orisinil dari segi ide cerita, serta cerdik memanfaatkan isu aliran sesat yang sedang santer di negara kita. Jalan ceritanya penuh teka-teki dan tanda tanya, sehingga cukup merangsang kita untuk menebak-nebak kelanjutan cerita, serta jawaban terhadap misteri yang muncul. Contohnya adalah kesaktian / mukjizat Guru Samir yang dapat berada di dua tempat sekaligus, atau tangan yang pulih kembali setelah ditebas pedang.

Sayang, tidak semua teka-teki yang muncul mendapat jawaban yang memuaskan, bahkan beberapa terkesan dipaksakan.

Satu poin lagi yang aku garisbawahi. Aku pikir adegan penyerangan, pembakaran musholla dan seisinya, yang di film tersebut dianggap sebagai “peristiwa heroik”, tidaklah tepat. Bagaimana pun juga, pengikut-pengikut Guru Samir bukanlah setan-setan yang harus dimusnahkan, melainkan korban dari doktrin-doktrin sesat yang Guru Samir ajarkan. Apalagi, peristiwa itu juga dipicu oleh pencabulan yang dilakukan Guru Samir terhadap salah seorang anak gadis warga, tentu hal tersebut murni kesalahan individu, bukan kelompok.

Seharusnya sutradara bisa “memberi contoh” yang lebih arif, dalam menyikapi “aliran sesat” di tengah-tengah ummat Islam. Pun jika sutradara memandang adegan itu bukanlah untuk “memberi contoh” melainkan “menggambarkan realita yang ada”, apa bedanya dengan film ML yang sukses “memvisualisasikan” realita di kalangan remaja?

Sekian saja, sekali lagi, apresiasi aku sampaikan untuk film ini. Menghibur, mendidik, mentrigger rasa waspada terhadap aliran sesat, walaupun masih ada yang harus diperbaiki lagi. Semoga perfilman Indonesia terus jaya!

June 8, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , , | 6 Comments

Tobat Jadi Pembalap

Dengan bangga aku menuliskan resolusi diri..
Menyambut 100 tahun kebangkitan nasional (halah nyambung)

Klo dulu aku suka ngebut, naik motor kayak ikutan road race, naik mobil kayak main Need For Speed,
tapi sekarang..
aku lebih suka menikmati perjalanan :)

Berkendara dengan kecepatan relatif konstan, di putaran mesin rendah, ga nafsu nyalip kendaraan lain di depan, sambil tolah-toleh kiri kanan kali aja ada yang bagus (mobil bagus, rumah bagus, apa lagi yang bagus2? :D )

Alasannya cuma satu : Anak Istri menunggu di rumah (hahaha, kayak iklan DLLAJ aja)
Yang bener : aku menghemat BBM!

Udah dicoba pake Shogun :
cara mengemudi dahulu : 30 km / liter
cara mengemudi sekarang : 40-45 km / liter

Udah dicoba pake Vios :
cara mengemudi dahulu : 13 km / liter
cara mengemudi seakrang : 17-19 km / liter

BBM mo naik lagi, udah gitu isu Global Warming
Saatnya kita peduli, dari kebiasaan-kebiasaan yang kecil aja

Wahai kalian-kalian yang suka ngebut, bertobatlah!

  • Membahayakan diri ndiri dan orang lain
  • Kerja mesin lebih berat, lebih cepet jebol
  • Boros BBM
  • Disumpahin orang lain pas nyelonong tiba2
  • Sering ngerem, kampas rem cepet abis
  • Duit maintenance kendaraan lebih tinggi pastinya
  • Ga menikmati pemandangan di perjalanan

masih banyak lagi deh..

May 19, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | | 13 Comments

Anak SD Jaman Sekarang..

“saya tau kak, kodenya”
“kode apa?”
“itu, yang banyak hantunya, kak. www.primbon.com”

aku membuka firefox, dan membiarkan si adik menuliskan alamat web tersebut. Mata anak kelas 4 SD itu mulai membelalak saat halaman web terbuka. 3 teman sebayanya turut serta “tenggelam” dalam gambar-gambar mistis, entah nyata entah rekayasa, yang disajikan oleh situs www.primbon.com.

“Eta pocongna nu di handap!” (Itu pocongnya di bawah)
“Emang pocongnya beneran ya?”, tanyaku
“Beneran kak, itu liat aja”
“Ah, kakak juga bisa bikin hantu kayak gitu”
“Bisa emang kak?”
“Bisa dong. Tinggal ditambahin aja bayangan putih-putih ke foto pake komputer. Makanya, jangan langsung percaya sama gambar hantu di internet ya”

Dialog itu terjadi hari minggu kemarin, saat sesi mentoring pembinaan adik asuh Gamais. Awalnya, aku pikir adik-adik kelas 4 SD tersebut belum terlalu familiar dengan laptop dan internet. Maklum, adik-adik asuh Gamais rata-rata merupakan anak yang kurang mampu secara finansial dan bersekolah di tempat yang tidak terlalu “melek teknologi”. Ternyata, dugaanku salah. Mereka tidak asing lagi dengan google, primbon.com, situs-situs mistis, situs-situs cheat game, bahkan situs-situs 17+.

Mereka mengakui mengenal internet dari warnet yang ada di dekat sekolah. Wah, luar biasa. Seingetku, pertama kalinya aku bersentuhan dengan dunia online adalah semasa SMP. Itupun saat warnet masih memasang tarif di atas 7000 / jamnya :)

Bagiku, ini bisa jadi pertanda baik, tapi bisa juga pertanda buruk apabila keingintahuan dan rasa penasaran mereka tidak dibatasi dengan pendidikan internet yang memadai. Aku kaget saat memperhatikan 4 anak tersebut berselancar di dunia maya, ada salah satu anak yang nyeletuk sebuah alamat situs, dan ternyata anak-anak lainnya memberi respons seolah paham bahwa itu adalah situs dewasa. Naudzubillah..

Apakah pemblokiran situs-situs porno bisa menjadi solusinya? Apa sudah ada program edukasi “internet sehat” ke sekolah-sekolah dasar dan menengah? Aku rasa kita semua patut peduli terhadap masalah ini.

May 1, 2008 Posted by aisar | Serba-serbi | , | 9 Comments

Pengalaman Orang Katro Nyobain Mobil Baru (Toyota Vios)

Beberapa waktu yang lalu aku mendapat kesempatan mencicipi sedan “low-cost” teranyar keluaran Toyota, yakni Vios 1.5 (2008). Sedan ini aku kendarai Bandung-Jakarta p.p.(pulang pergi, padahal mah harusnya pergi(dulu)-(baru)pulang) melewati tol Cipularang, yang dikenal maknyus untuk trek-trekan :D

Begitu meluncur ke dalam kabin, aku coba memutar kunci dan menyalakan mesin. Anehnya, mobil tidak memberikan respon apa pun kecuali panel-panel dashboard yang menyala. Kucoba berkali-kali memutar kunci, tetap saja tidak bisa (jadi inget iklan, jangan-jangan dipasangin RonCar :D ) “Koplingnya diteken dulu”, perintah kakakku (si pemilik mobil). Oalah, nyalain mesin mesti pencet kopling dulu, cem Mio aja kutengok mesti mencet rem dulu, padahal transmisi mobilnya manual n’ dalam kondisi netral.

Mobil mulai meluncur dengan mulus, namun tiba-tiba terdengar bunyi tiit tiit tiit mirip bunyi lift elektro yang macet (lihat artikel ini). Awalnya tidak terlalu mengganggu, eh tapi lama-lama bunyinya makin lama makin keras, jadi kayak bawa mobil ambulance aja. Kakakku yang duduk di sebelah malah cengar-cengir doang, baru kemudian ngasih clue : “Pake sabuk pengaman, makanya”. Oalah, katro bener. Ternyata itu alarm buat ngingetin pake sabuk pengaman. Begitu sabuknya “klik”, alarm padam seketika. NB : Alarm itu mulai menyala di atas kecepatan 20 km/jam.

Kelengkapan interior Vios cukup oke punya. Walaupun tidak menyediakan pemutar kaset, mobil ini udah dilengkapin dengan pemutar CD MP3 (bukan CD Audio lho). Pikir-pikir, aneh juga pemutar CD MP3 jadi kelengkapan standar, bukannya malah menyuburkan pembajakan lagu ya. Ah, tapi audio system-nya masih kalah sama merk-merk Cina, yang udah dilengkapin port USB segala buat muter lagu yang ada di flasdisk.

Yang aku suka, di setir / setang-nya (apa sih istilah yg bener?) ada tombol-tombol untuk kontrol audio sistem : ngerasin volume, pindah-pindah mode FM/MP3, sama pindah-pindah lagu. Berguna banget pas lagi nyetir sambil tetap menikmati musik. Read more »

April 16, 2008 Posted by aisar | Serba-serbi | | 6 Comments

Cinta, Nafsu, dan S*ks

Pertanyaan : “Apa bedanya cinta ma nafsu?”

Jawaban : (dari berbagai sumber)

  • “Gw rasa cinta ma nafsu tu sama. ujung-ujungnya nge-s*ks juga. Cinta tu emang ga jauh-jauh dari selangkangan”
  • “gue cm mo jawab…. klo gw lagi nafsu gw pasti cari pelarian buat s*ks…. tapi klo gw lagi jatuh cinta… gw ga’ akan bisa ngelakuin yg namanya S*KS”
  • “Bagi seorang pria muncul awal adalah nafsu baru kemudian cinta. Sedangkan seorang wanita muncul awal adalah cinta baru nafsu.”
  • “hati-hati non cinta n’ nafsu tuh beda tipis banget. kalo s*ks karena nafsu selain timbul karena bisikan syetan, setelah melakukannya akan terselip rasa penyesalan dan dosa dlm nuraninya. tapi kalo s*ks karena cinta selain karena ibadah biar dapet pahala (karna udah suami istri) ada rasa bahagia dan semakin mempererat rasa sayang diantara keduanya.”
  • “Whatever they say…one thing for sure, love and lust cannot go on without s*x…”
  • “jika anda sudah menikah, maka s*ks adalah cinta. tapi jika anda belum menikah maka s*ks adalah nafsu.”

* * *

Aku lagi jenuh aja dari kemarin-kemarin ngeluarin tulisan yang serius-serius mulu. Mana komentar-komentar yang dateng juga ga kalah serius -_-”.

Ngomongin tentang cinta emang ga ada abisnya. Ga keitung udah berapa banyak judul novel, film, lagu, puisi, pidato, bahkan guyonan, ludruk, de el el yang berusaha mengupas “misteri” di balik cinta.

Hubungan antara cinta, nafsu, dan s*ks memang menarik. Jika antara ketiganya tidak ada relasi yang erat, mustahil muncul istilah “making love”, atau “bercinta”, yang konotasinya kurang lebih menggambarkan keterkaitan tersebut. Kemudian dari keterkaitan tersebut muncullah banyak pertanyaan di benak kita :
“Apakah cinta berawal dari nafsu, atau nafsu ditimbulkan oleh cinta?”
“Apakah s*ks merupakan konsekuensi dari nafsu, atau konsekuensi dari cinta?”
“Apakah s*ks membutuhkan cinta?”
“Apakah ada cinta tanpa nafsu dan s*ks?”

Bagiku (ini pendapat pribadi lho, silakan dikoreksi), cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda, namun punya potensi untuk saling beririsan. Artinya, kita dapat menemukan cinta yang tanpa nafsu (dan s*ks, tentunya), tapi ada kalanya juga (bahkan seringnya) cinta dan nafsu beririsan, sehingga terwujudlah s*ks (halah, terwujudnya), atau at least hal-hal yang “mendekati” itu. Read more »

April 12, 2008 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan, Serba-serbi | | 17 Comments

Akhirnya, Presiden Perempuan Pertama KM ITB

“Emang seberapa yakin lw bakal menang, Shan?”, tanyaku di suatu kesempatan menjelang masa kampanye.
“Hmm.. gw yakin menang, selama masih banyak anak ITB yang menginginkan perubahan di KM. Gw pengen KM bisa jadi wadah buat semua kalangan, semua jenis mahasiswa. Konsekuensinya, ya orang-orang yang biasa aktif di KM mesti bisa terbuka nerima orang-orang baru, dengan latar belakang, pola pikir yang berbeda-beda”

Shana Fatina Sukarsono, tadi malam akhirnya sukses terpilih menjadi Presiden KM selanjutnya, lewat perolehan suara yang beda tipis, 28 suara, mengungguli rival utamanya, Gilang. Yang istimewa adalah, Shana menjadi presiden perempuan pertama sepanjang sejarah KM ITB -sesuatu yang dianggap sebagai prestasi bagi sebagian orang, namun mungkin juga “aib” bagi sebagian lainnya-.

Bagiku, Shana memang kawan yang menyenangkan. Pembawaan alaminya : ramah, supel, murah senyum, gaul, n’ care banget. Tidak heran, Shana punya daya rangkul yang kuat ke semua kalangan di ITB : akademisi, peneliti, aktivis, entrepenuer, seniman, opreker, anak band, anak dugem, de el el. Aku rasa inilah modal terpenting dia sebagai presiden KM, yang harus tetap dia jaga sebaik-baiknya.

Yang jelas, mulai detik ini, aku dan ribuan mahasiswa ITB lain siap menyaksikan bukti dari janji-janji Shana. Ekspektasiku sederhana aja deh : Campus Channel, program yang dia rintis sejak jadi menteri Kominfo, dan denger-denger udah ngabisin duit > 100 juta. Can you make it (more) real?

Selamat dan Sukses, buat Shana - Bagus!
Buat Bolang, ditunggu kontribusi nyatanya, ga pake embel-embel “presiden” gapapa kan
Buat Rufi, maju lagi taun depan ya.. Salut 2005 yang pemberani!

April 5, 2008 Posted by aisar | Serba-serbi | | 11 Comments

Pengalaman Terkurung Di Dalam Lift ITB

liftKejadian ini sungguh mengejutkan, membuatku agak trauma dengan lift di ITB. Terkurung berlima di dalam lift yang macet, hingga sempat lemas tak berdaya kehabisan oksigen. Untungnya, kami semua berhasil diselamatkan dari kemungkinan lebih buruk yang dapat terjadi.

Kejadian ini berawal seusai bubaran sesi kuliah di lantai 4 Labtek VIII kampus ITB. Untuk turun menuju lantai 1, sebagian besar mahasiswa memilih menggunakan tangga ketimbang harus menunggu lift datang, apalagi kapasitas muat lift tersebut cukup terbatas (5-6 orang).

Mujur bagiku, pintu lift sedang terbuka ketika aku melewatinya. Kebetulan saat itu lift baru terisi empat orang. Tanpa pikir panjang aku pun masuk ke dalam lift. Semua terlihat normal dan baik-baik saja saat lift mulai menuruni lantai, hingga lift melewati lantai dua, tiba-tiba hal yang janggal terjadi.

Lift berhenti dengan kasar, dan mengeluarkan raungan alarm yang nyaring sementara pintu tetap tertutup rapat. Pada panelnya, indikator tanda “overload” berkedap-kedip. Kami berlima kaget, mengetahui bahwa lift tidak bergerak, dan pintu tidak dapat terbuka. Kami terkunci di dalam lift.

Biasanya, indikator ‘overload’ menanadakan lift kelebihan muatan. Namun sepanjang pengalamanku, pada saat lift ‘overload’, ia akan berhenti di lantai selanjutnya dan membuka pintunya lebar-lebar, sesuatu yang tidak terjadi saat itu. Penekanan tombol bergambar ‘alarm’ maupun ‘telepon’ sepertinya juga tidak membuahkan hasil, begitu juga dengan percobaan membuka pintu secara paksa. Lift tetap terkunci dengan raungan alarm yang mulai membuat telingaku sakit.

Kepanikan kecil mulai terjadi saat kami menyadari tidak ada satupun HP yang berhasil menerima sinyal di dalam lift. Kami tidak bisa menghubungi siapa pun. Kami pun menggedor-gedor pintu, berteriak-teriak minta tolong. Harapannya ada orang di luar sana yang menyadari lift macet dan segera memanggil teknisi.

Sekitar 5 menit berlalu tanpa hasil. Seorang kawan mencoba membobol kunci panel lift, namun gagal. Begitu juga dengan usahaku dan dua orang lainnya membuka pintu secara paksa.  Kami curiga, jangan-jangan lift berhenti di tengah-tengah antara dua lantai. Jika hal itu benar, maka kecil kemungkinan ada orang yang mendengar gedoran dan teriakan kami. Bahkan ekstrimnya, aku berpikir hal yang lebih buruk dapat terjadi akibat tidak adanya ventilasi udara sedikitpun di dalam lift. Read more »

April 3, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , | 27 Comments

Sheila on 7 : Pilihlah Aku

Ga sengaja buka-buka koleksi MP3, eh ada lagu yang bikin aku jadi senyum-senyum sendiri :)
C                   Am
 Sadarkah kau kusayangi
C                          Am
Sadarkah untukmu ku bernyanyi
F                       E
 Terbacakah niat tulus ini
F                        E
 Degup jantung kian terbisik

C                     Am
Kadang kata tak berarti
C                    Am
Kalau hanya kan sakiti
F                   E
 Diam bukanlah tak ingin
F                        E
Degup jantung kian terbisik
F                      E  F
Tanda cinta yang bersemi

CHORUS

G   F              C
Aku yang kan mencintaimu
G   F                    C
Aku yang kan slalu mendampingimu
Am    C           F        C
Bila bahagia yang akan kau tuju
Am        C          F
Bila butuh cahaya tuk menemanimu
C  E
Pilihlah aku..

INT: D E D E G C# F E

REPEAT CHORUS

C                      Am
 Jangan sempatkan berlalu
C                           Am
 Kalau karyaku yang kau tunggu
F                        E
Jangan hanya aku yang tahu
F              E
 Aku cinta padamu
F                 E
Mohon warnai jiwaku
F                    E(ring)
Maukah hidup bersamaku

February 20, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , , , | 8 Comments

Visit Tasik 2008 - Melancong ke Situ Gede

logo_kota_tasikmalaya.jpgDemi menyukseskan program “Visit Indonesia 2008“, pada liburan kali ini aku mengunjungi sebuah daerah yang secara geografis terletak di antara 107° 56′ BT - 108°8′ BT dan 7° 10′ LS - 7° 49′ LS. Tasikmalaya namanya, biasa disingkat dengan sebutan “Tasik”.

locator_kota_tasikmalaya.pngTasik terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, sekitar 106 km dari kota Bandung. Perjalanan ke sana aku tempuh menggunakan bus dari terminal Cicaheum, dan memakan waktu hampir 3 jam. Kesan selama berada di dalam bus sangat memabukkan, dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok, berlika-liku laki-laki (halah). Buat yang sering “kumatan”, sangat dianjurkan membawa kantung plastik hitam (jangan yang bening, ntar dikira mo jualan ayam penyet :p )

Objek wisata yang aku kunjungi adalah “Situ Gede” (penduduk lokal menyebutnya : Situ Ageng), sebuah danau alami seluas 47 Ha dengan sebuah pulau seluas 1 Ha di tengahnya. Kawasan ini relatif dekat dengan kota, hanya sekitar 4 km, dan dapat dijangkau menggunakan angkot 04 dari Terminal Pancasila (charge 2 rebu). Hanya saja, dari tempat turun angkot kita harus berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai lokasi danau tersebut. Oh ya, jangan lupa menyiapkan cash 4 rebu untuk tiket masuknya, karena ga bakal nemuin ATM di sekitar sana.

situgede.jpg
Pemandangan di Situ Gede sangat menyejukkan. Air yang tenang, angin sepoi-sepoi, serta hamparan pohon-pohon nan hijau. Tempat yang pas banget buat berjogging ria, sekedar duduk-duduk ngelamun, memancing, ataupun berduaan sama si dia, tentunya.

rakit.jpgrakit2.jpgBuatku, hal yang paling menyenangkan di Situ Gede adalah menaiki rakit dan menyusuri danau. Biaya sewanya ga mahal, cuman 10 ribu (klo aku bandingin dengan menyewa perahu di Danau Bedugul di Bali > 50 ribu). “Sok, sampai sore juga gapapa”, kata mamang-mamang bernama Budi yang memberiku izin menaiki rakitnya.

dalem.jpgAwalnya aku kaget, Budi cuman memberikan dayung berukuran 1 meter, plus batang bambu sepanjang 6 meter. Ternyata aku harus mengemudikan sendiri rakitnya, tanpa ada yang menemani. Klo rakitnya kebalik trus tenggelem piye iki hehew. Tapi, karena udah terlanjur bayar, ya udah aku memberanikan diri, toh aku juga bisa berenang klo ada apa-apa. Kedalaman danau tersebut juga cuman 5 meter-an koq (lihat gambar) Read more »

January 27, 2008 Posted by aisar | Fotografi ngiseng, Personal Stuff, Serba-serbi | , , , | 10 Comments

Cara Birokrat Ngabisin Anggaran di Akhir Tahun

Kisah ini adalah kejadian nyata yang diceritakan oleh seorang rekanku yang sehari-harinya berprofesi sebagai pedagang komputer.

0831_d13.jpgAlkisah, di penghujung tahun 2007 kemarin, instansi-instansi pemerintah sangat sibuk dengan rutinitas akhir tahun, tidak terkecuali sebuah departemen yang berlokasi di Bandung dan bernaung di bawah kementrian ESDM ini. Mulai dari evaluasi kinerja setahun, planning tahun depan, penyusunan anggaran keuangan baru, persiapan tutup buku, serta yang tak kalah pentingnya : menghabiskan anggaran tahun sekarang.

Ternyata, salah satu pos anggaran mereka yang masih tersisa adalah pengadaan infrastruktur komputer. Jumlahnya tergolong lumayan, hampir 100 juta. Sambil menggaruk-garuk kepala, Anung (sebut saja begitu), kepala bagian pengadaan barang departemen tersebut, melihat sekeliling ruang kerja staff-nya, kalau-kalau ada peralatan komputer yang masih kurang lengkap. LCD 17 inch, CPU Core 2 Duo, speaker Altec Lansing, serta printer laser multifunction tersusun rapih di tiap meja ruangan tersebut, bahkan di meja staff yang “kelasnya” hanya sebagai pengetik surat keluar. Tidak ketinggalan juga beberapa notebook dan proyektor masih tersimpan rapi di lemari kaca.

Namun bagaimanapun juga, sisa anggaran di pos tersebut harus habis sebelum akhir tahun. Memang sesuai Undang-Undang, anggaran yang tidak terpakai di periode sekarang, tidak dapat diakumulasikan untuk periode selanjutnya. Jadi, lebih baik dihabiskan, daripada hangus sia-sia, pikirnya. Anung pun mencoba menghubungi Edwar, kenalannya yang selama ini menjadi salah satu pemasok barang-barang komputer ke kantornya.

Melihat peluang proyek pengadaan barang yang lumayan besar, Edwar pun segera menyanggupi untuk membuatkan sebuah proposal yang diberi judul “pengadaan infrastruktur komputer untuk peningkatan efisiensi kerja”. Di dalamnya, dicantumkan daftar barang-barang yang akan dibeli, antara lain :
- Monitor LCD 19 inch
- UPS 1500kVA
- MyBook external drive 750GB
- WiMode modem
- Sierra 3.5G GSM modem

Anung memutuskan untuk memesan 10 item untuk tiap barang di atas agar seluruh staff-nya kebagian tanpa terkecuali (termasuk si pengetik surat keluar), dan (tentu saja) agar anggarannya habis. Gimana ga ngiler ngeliat daftar barang-barang di atas. Udah tiap orang dapet Wimode, dapet modem 3.5G pula. Belum lagi harddisk external-nya, yang mungkin ga penuh-penuh untuk tujuh turunan. UPS 1500 kVA, yang biasa menampung 3 Server kelas kakap, eh di sini cuman untuk 1 komputer kelas tongkol, yang cuman menyala maks. 10 jam perhari. Total harga dari pemasok ditaksir sekitar 80 juta, mungkin yang kecetak di proposalnya hampir 100 juta, lumayan ada sisa untuk saku akhir tahun :) Read more »

January 15, 2008 Posted by aisar | Rada Serius n' Berat, Serba-serbi | , | 8 Comments