Berawal dari iseng-iseng kirim CV ke rekrutmen Toshiba..
walopun belum pegang ijazah,
IP-pun pas-pas-an mendekati syarat minimum 3.00,
tapi kirim aja, toh cuman lewat emel gini, ga pake modal
Eh dipanggil ikutan psikotesnya..
ternyata banyak juga anak-anak seangkatan ’05 yang ikutan,
kebanyakan dari EL, IF, MS, TI,
sekitar 100-an anak ITB turut serta,
plus sekian anak UI dan UGM,
sampai sini masih coba-coba bin iseng-iseng
Pengumuman psikotes…
eh lolos daku ternyata,
anak ITB tinggal 50 ekor,
wah harapan kerja di Jepang mulai terbersit
Lanjut ke seleksi wawancara psikolog,
standarnya ada grup diskusi dulu,
trus baru ngobrol 4 mata dengan psikolog,
macem-macem deh cerita dari anak-anak lain,
ada yang ngerasa dicecer n’ diserang dengan pertanyaan-pertanyaan nusuk,
ada yang hepi-hepi aja, becanda-becanda sama psikolognya,
daku sih menjalaninya tanpa beban aja,
ga ada kata “harus bersikap begini, harus begitu, harus bisa lolos, dll”
seminggu kemudian pengumuman keluar..
eh, nama daku ada di daftar yang lolos ke uji selanjutnya,
anak ITB tinggal 20-an, total sama UI dan UGM ada 50 ekor,
wah tiba-tiba keinginan daku untuk bisa “merantau” kerja di Jepang semakin menguat,
walaupun begitu daku jadi semakin was-was,
takut kecewa berlebihan kalo tidak tercapai
Uji selanjutnya adalah wawancara teknis,
pewawancara-nya langsung import dari Jepang,
ada enam orang kalau tidak salah,
persiapan daku mulai serius nih,
apalagi katanya orang-orang Jepang itu bakal banyak menyinggung masalah TA,
walopun bab 1 aja blom jadi, seminar TA I masih lama, daku tetep semangat,
apalagi doi bilang, “feeling-ku sih kamu bakal beneran kerja di Jepang”,
klo kata ortu, “ikhtiar n berdoa. klo belum keterima, mungkin Allah udah nyiapin jalan yang lebih baik”,
aku ga akan melupakan dukungan-dukungan itu, begitu berharga buatku
Sampai pada saatnya wawancara…
waduh, orang Jepang memang ga lancar ngomong inggris,
daku juga sempat bingung dengan maksud pertanyaan-pertanyaan mereka,
yah daku maklum, sama-sama wong Asia lah,
akhirnya wawancara asal-sama-sama-ngerti aja,
daku agak tegang, sekarang udah ga bisa nyembunyiin lagi keinginan-keinginan itu, yang akhirnya jadi beban
walaupun begitu, daku tetep berusaha maksimal, hasilnya mah tinggal diserahkan pada Yang Maha Memutuskan
2 minggu setelahnya, muncullah pengumuman yang dinanti-nanti,
10 orang dari Indonesia lolos,
dan siap diberangkatkan ke Jepang untuk Final Confirmation,
4 orang ITB,
2 orang UI,
4 orang UGM,
total 7 cowo, 3 cewe
dan daku salah satunya…
Alhamdulillah,
tinggal selangkah lagi..
Hari ini, jam 8 malem nanti daku bertolak ke Jepang,
off dari kampus selama seminggu,
dengan meninggalkan amanah-amanah :
kuliah, TPTP, tenis, persidangan (kemarin di Bandung daku kena tilang -_-),
dan juga meninggalkan sedikit luka (caile, salah ndiri bikin kasus di saat terakhir)
HP ga bisa dipake, akses internet belum tau bakal gampang / engga,
yah kemungkinan terburuk daku bakal bener-bener off secara fisik dan nonfisik, secara nyata dan maya dari kalian-kalian,
oleh-oleh pasti daku bawa lah, tinggal kalian yang proaktif minta,
klo ga kebagian ya berarti kurang sigap kalian minta-nya
terima kasih buat semua dukungannya,
kelak kalau daku beneran kerja disana,
hati daku tetap Indonesia, jiwa raga daku tetap akan terabdikan untuk Ibu Pertiwi,
yok kita jadi bangsa yang lebih kuat dari Yahudi,
tersebar di seantero dunia dan punya daya cengkram pengaruh kemana-mana,
demi Tuhan, Bangsa, dan Almamater
Muueerrdeekkaaaa! Allahu Akbar!
Ada yang komentar