Aisar - La Vida, La Lucha

dedikasi dari Aisar Labibi Romas

Film “Mengaku Rasul” Oke Punya, Tapi..

Guru Samir tengah berdiri di atas mimbar mushalla, berceramah dengan penuh membara di hadapan santri-santrinya. “Kalianlah manusia yang terpilih oleh Allah, untuk menjadi ummatku. Sebagaimana ummat rasul-rasul terdahulu, kalian semua akan masuk surga bersamaku. Alhamdulillah! Sambutlah jalan yang terbuka lebar menuju pintu surga Allah!”

Sementara itu, di luar mushalla warga kampung sekitar datang berbondong-bondong, menggenggam obor dan bahan bakar. Dengan wajah penuh amarah -atas segala kesesatan ajaran Guru Samir- warga membakar mushalla beserta seisinya. Santri-santri histeris, berlarian keluar dengan badan terbakar api. Sedangkan Guru Samir tidak bergerak sedikitpun dari posisinya semula, tetap tegap berdiri saat jilatan api menggeregoti tubuhnya.

Berita kematian Guru Samir beserta pengikutnya menjadi bahan obrolan panas di kalangan warga desa. Namun tak disangka, terjadilah kemukjizatan. Guru Samir tiba-tiba hadir kembali di tengah-tengah warga desa, dan mengklaim dirinya telah dibangkitkan kembali oleh Allah dari kematian. Benarkah Guru Samir adalah seorang rasul yang diberi kemukjizatan oleh Allah?

Film ini terbilang unik, cukup orisinil dari segi ide cerita, serta cerdik memanfaatkan isu aliran sesat yang sedang santer di negara kita. Jalan ceritanya penuh teka-teki dan tanda tanya, sehingga cukup merangsang kita untuk menebak-nebak kelanjutan cerita, serta jawaban terhadap misteri yang muncul. Contohnya adalah kesaktian / mukjizat Guru Samir yang dapat berada di dua tempat sekaligus, atau tangan yang pulih kembali setelah ditebas pedang.

Sayang, tidak semua teka-teki yang muncul mendapat jawaban yang memuaskan, bahkan beberapa terkesan dipaksakan.

Satu poin lagi yang aku garisbawahi. Aku pikir adegan penyerangan, pembakaran musholla dan seisinya, yang di film tersebut dianggap sebagai “peristiwa heroik”, tidaklah tepat. Bagaimana pun juga, pengikut-pengikut Guru Samir bukanlah setan-setan yang harus dimusnahkan, melainkan korban dari doktrin-doktrin sesat yang Guru Samir ajarkan. Apalagi, peristiwa itu juga dipicu oleh pencabulan yang dilakukan Guru Samir terhadap salah seorang anak gadis warga, tentu hal tersebut murni kesalahan individu, bukan kelompok.

Seharusnya sutradara bisa “memberi contoh” yang lebih arif, dalam menyikapi “aliran sesat” di tengah-tengah ummat Islam. Pun jika sutradara memandang adegan itu bukanlah untuk “memberi contoh” melainkan “menggambarkan realita yang ada”, apa bedanya dengan film ML yang sukses “memvisualisasikan” realita di kalangan remaja?

Sekian saja, sekali lagi, apresiasi aku sampaikan untuk film ini. Menghibur, mendidik, mentrigger rasa waspada terhadap aliran sesat, walaupun masih ada yang harus diperbaiki lagi. Semoga perfilman Indonesia terus jaya!

June 8, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , , | 6 Comments

Tobat Jadi Pembalap

Dengan bangga aku menuliskan resolusi diri..
Menyambut 100 tahun kebangkitan nasional (halah nyambung)

Klo dulu aku suka ngebut, naik motor kayak ikutan road race, naik mobil kayak main Need For Speed,
tapi sekarang..
aku lebih suka menikmati perjalanan :)

Berkendara dengan kecepatan relatif konstan, di putaran mesin rendah, ga nafsu nyalip kendaraan lain di depan, sambil tolah-toleh kiri kanan kali aja ada yang bagus (mobil bagus, rumah bagus, apa lagi yang bagus2? :D )

Alasannya cuma satu : Anak Istri menunggu di rumah (hahaha, kayak iklan DLLAJ aja)
Yang bener : aku menghemat BBM!

Udah dicoba pake Shogun :
cara mengemudi dahulu : 30 km / liter
cara mengemudi sekarang : 40-45 km / liter

Udah dicoba pake Vios :
cara mengemudi dahulu : 13 km / liter
cara mengemudi seakrang : 17-19 km / liter

BBM mo naik lagi, udah gitu isu Global Warming
Saatnya kita peduli, dari kebiasaan-kebiasaan yang kecil aja

Wahai kalian-kalian yang suka ngebut, bertobatlah!

  • Membahayakan diri ndiri dan orang lain
  • Kerja mesin lebih berat, lebih cepet jebol
  • Boros BBM
  • Disumpahin orang lain pas nyelonong tiba2
  • Sering ngerem, kampas rem cepet abis
  • Duit maintenance kendaraan lebih tinggi pastinya
  • Ga menikmati pemandangan di perjalanan

masih banyak lagi deh..

May 19, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | | 13 Comments

Ubah Rating “Dewasa” Menjadi “Menikah” — Sebuah Solusi Alternatif Film (sejenis) ML

Bagiku, hal yang paling meresahkan atas tayangnya film ML (Mau Lagi) di bioskop adalah efeknya terhadap remaja-remaja “puber” yang menontonnya. Sebuah kenaifan menganggap film beradegan panas yang memompa adrenalin seperti itu sebagai “sex education”, malahan jauh lebih terlihat sebagai “sex campaign”. Apa jadinya bila kampanye seperti ini membekas, mengilhami, bahkan mendarah-daging di kalangan pemuda-pemudi kita? Aku rasa kita semua tau jawabannya. Ada juga pembahasan ilmiah yang bisa dibaca di blog ini.

Coba perhatikan fakta ini :

  • Film Iron Man yang sedang marak diputar di bioskop-bioskop, dilabeli “dewasa” oleh LSF.
  • Film ML (Mau Lagi) yang sebentar lagi menghebohkan bioskop-bioskop, juga mendapat label yang sama : “dewasa”

Namun kenyataannya :

  • Di Film Iron Man, yang aku saksikan langsung di bioskop, tidak ada secuil-pun adegan ciuman, apalagi percumbuan hingga hubungan seks
  • Di Film ML, yang trailernya telah beredar, beuh ciuman di sana-sini, adegan seks berlainan pasangan, dialog-dialog mesum, bahkan ciuman sama anjing??!!

Kalaulah LSF berkelit bahwa pemberian label “dewasa” sudah cukup menyaring calon penonton, mari kita lihat, siapa audiens dari film-film “dewasa” tersebut.

Hampir semua film yang berisi adegan kekerasan alias jotos-jotosan dilabeli “dewasa”. Ya, include Spiderman, Die Hard, Forbidden Kingdom, dst. Pihak bioskop memiliki SOP untuk menyaring calon penonton yang “tidak dewasa”, yakni : penonton yang memakai seragam sekolah, that’s it! Penonton yang tidak memakai seragam sekolah, termasuk anak-anak SMP, SMA, yang lagi malem mingguan sama pacarnya, tentu tidak dapat dilarang untuk membeli tiket dan menonton film “dewasa”.

“17 tahun” belumlah umur yang baik untuk disuguhi adegan yang mungkin baru halal dipraktekkan 5-10 tahun kemudian. Dorongan dan stimulus yang prematur tidak diragukan lagi menjadi penyebab maraknya hubungan di luar pernikahan, bahkan sampai ke tingkat yang paling najis : aborsi.

Aku tergelitik dengan tulisan di spanduk yang aku lihat tadi siang : seandainya Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Cut Nyak Dien tahu, moral bangsa ini akan menjadi sama bejatnya dengan bangsa penjajah, bangsa Barat, tentu mereka lebih memilih untuk tidak usah mengorbankan jiwa, raga mereka, dan ribuan prajurit mereka demi kemerdekaan Indonesia.
Read more »

May 12, 2008 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan, Personal Stuff | , | 15 Comments

Presidential Lecture, Featuring Bill Gates — Jualan Lagi Nih

“…When talking about commercial software versus any other kinds (non-commercial software), we’re confident that our product has better performance, better security, better stability, better protection of viruses or threats, better support of any troubles. That’s why, our loyal customers always feel they deserve what they’ve paid…”
“…Our software isn’t expensive. Comparing to the cost of one software project, its market price is only about less than one percent…” (Bill Gates)

Untuk pertama kalinya, Bill Gates, Chairman Microsoft corp. datang ke Indonesia, dan disambut dengan sangat hangat oleh Presiden SBY. Setelah sempat melakukan pertemuan di istana negara pada hari Kamis (8/5), Bill Gates diundang untuk menjadi pembicara pada acara “Presidential Lecture” yang berlangsung hari ini, Jumat (9/5) di JCC, Senayan, Jakarta.

Kebetulan aku bersama rombongan ITB mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut (thanks to Shana, walaupun harus berangkat jam 3 pagi dengan mata berkunang-kunang habis begadang nugas). Peserta mahasiswa lainnya juga berasal dari berbagai macam kampus di Indonesia, seperti UI, ITS, Prasetya Mulya, President University, dan Tarumanegara. Kami menempati balkon bagian atas (cukup jauh dari stage, sehingga kurang leluasa mengambil foto), sedangkan hanya undangan VIP yang terdiri dari menteri-menteri, pejabat, duta besar negara, serta tamu khusus lainnya yang menempati kursi di dekat stage.

Acara dibuka dengan sambutan yang cukup meriah dari presiden SBY. Presiden SBY memuji Bill Gates sebagai orang yang bervisi kuat, inspiratif, punya imajinasi tentang masa depan yang selalu berusaha untuk diwujudkannya, pekerja keras, memiliki jiwa sosial yang kental terutama kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan. Presiden SBY juga berharap Indonesia dapat menjalin kerjasama yang baik dan kolaboratif dengan Microsoft dalam mengembangkan industri IT di Indonesia. Melalui program “Microsoft Campus” di Redmond USA, Presiden SBY berharap bibit-bibit unggul dari Indonesia dapat memberikan kontribusinya ke negeri sendiri, setelah ditempa di lingkungan Microsoft.

“It’s a great effort what Mr. Bill Gates’ done on Indonesian talents at Microsoft Campus. I expect one day, they will come back here and build up IT industries in Indonesia. I think it’s Mr. Bill Gates obigation, to make sure that they will really come home”, begitu kata pak SBY yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.

Sementara itu, sikap Bill Gates selama di atas panggung cukup mendapat perhatianku. Terlihat di foto (klik untuk perbesar), gaya duduknya agak “ndeso” seperti lagi ngewarung :-D

Ketika giliran Bill Gates naik ke atas mimbar memberikan ceramahnya, aku langsung menangkap kesan “sok tinggi / sok jago” yang ia perlihatkan, entah sengaja entah tidak. Tanpa memberikan kata sambutan penghormatan kepada siapa pun (termasuk presiden SBY!), Mr. Gates mengawali ceramah dengan kata “Good morning, all of you”. kemudian langsung nyerocos tentang materi yang ingin disampaikannya. Hueh, gaya bener..

Cara Bill Gates menyampaikan ceramahnya terasa datar-datar saja, dan terkesan serius. Bahkan hampir tidak ada guyonan / hal di luar materi yang ia sampaikan. Akibatnya, bisa ditebak, peserta yang jauh-jauh, capek,  dateng dari luar kota mulai “berjatuhan”, seperti mendengar khutbah jum’atan :-)

Read more »

May 9, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Tekno Informasi | , , , | 14 Comments

Otanjoubi Omedetto, Aisaru!

Sok-sokan bahasa Jepang
Alhamduillah tanggal 4 Mei kemarin aku genap berusia 19 tahun. Senangnya ultah pas hari minggu, punya kesempatan untuk berfoya-foya

Aku pengen ngucapin terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi (alah), baik dalam bentuk ucapan selamat, doa, kritikan, masukan, bahkan junks, de el el. Semoga Aisar terus menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu, seperti yang kalian harapkan :)

Berikut ini pihak-pihak yang telah terlibat :

Special buat yang nemenin aku di hari Ultah

Ahmad Azkia Romas (kakak nomer 3)
Makasi udah dateng dari Cirebon lebih awal buat nonton UKM bareng, walopun dapet duduknya di kursi ekstension (-_-)”
Makasi juga udah minjemin Vios buat bolak-balik Cibubur-Bandung dengan kecepatan Formula-1

Muhammad Alhan Romas (kakak nomer 4)
Makasi udah dateng jauh-jauh dari Solo, trus ninggalin honey-nya di Cirebon, bela-belain naik bus malem yang ugal-ugalan + sering ngetem (Bus Sumber Bencono, bukan Sumber Kencono ya)

Tutiek Sariastutie (<calon> kakak, insya Allah)
Makasi udah ikutan nonton UKM walopun dengan tubuh yang sempoyongan gara-gara habis dikerjain anak Mesin’07 (pesen nasi buat makrab 250 kotak H-1)
Makasi juga udah jadi pewarna suasana selama perjalanan kita 250 km lebih

************* (identitas dirahasiakan :p)
Maap udah bikin surprise yang gak kira-kira isengnya :p
Makasi udah rela mengorbankan kuis dan tugas-tugas demi tanggal 4 Mei (insya Allah cuman setaun sekali koq he2)
Jangan kaget / ill-feel dengan suasana kakak-kakakku kemarin yang “out-of-control” ya :)

Agus Rendi Wijaya (TM’02, pentausiah, penyemangat, pejuang dakwah <alah&gt ;)

Makasi udah ngajakin ke kajian Hadist yang subhanallah ternyata. Penuh dgn semangat menuntut ilmu dari sumber otentik ulama salafus shalih..
moga-moga bisa ikutan trus, apalagi dapet sajian gratis he3

Assabiqunal Awwalun
Orang-orang yang ngucapin deket jam 00.00 teng

  • 00:01:50 Nova (EL’05, bespren lah, temen buat serius sampe ngejunk :D)
  • 00:03:27 Ucup (PL’05, kepala Gamais, mo nyalon Pres KM 09, gw dukung lah)
  • 00:06:55 Restya (IF’06, adik “angkat”, kayak di film2 kungfu gitu :D)
  • 00:09:24 Liza (TI’05 UI, sohib dari Bengkulu, bareng di Sampoerna Found.)
  • 00:11:43 EgaDioniPutri (IF’06, hmm.. hmm.. apa ya <speechless> )
  • 00:52:08 08382880741 (Siapa ya ini, baru pake Axis nih. Oh, bang Albaz ternyata)

Read more »

May 5, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff | | 16 Comments

Terciprat Air, Bohlam Meledup di Kamar Mandi

Pagi ini ada kejadian yang cukup mengagetkanku. Ketika sedang asyik mandi, tiba-tiba terdengar bunyi letupan dibarengi dengan matinya lampu kamar mandi. Aku spontan menoleh ke arah bohlam, dan benar saja, letupan itu berasal dari lampu 25 watt merk Phillips yang terpasang di dinding kamar mandi, hanya sekitar 40 cm dari wajahku.

Dengan perasaan was-was, aku meneliti seluruh tubuhku, kalau-kalau pecahan bohlamnya mencederai anggota badanku. Alhamdulillah, untungnya tidak ada yang terluka. Aku hanya perlu berhati-hati agar tidak menginjak pecahan yang ada di lantai.

Dugaanku, bohlam tersebut meledup setelah terciprat air. Maklum, kamar mandi anak kosan, yang ukurannya cuman sekitar 1,5 x 1,7 m. Tingginya pun ga lebih dari 2 m. Tapi aku ga ngerti juga penjelasan ilmiahnya, kenapa si bohlam bisa meledup setelah terciprat air. Pembaca ada yang bisa menjelaskan mungkin? :)

Yah, sekian saja laporannya. Hati-hati dengan bohlam di kamar mandi anda..

April 29, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff | , | 9 Comments

Pengalaman Terkurung Di Dalam Lift ITB

liftKejadian ini sungguh mengejutkan, membuatku agak trauma dengan lift di ITB. Terkurung berlima di dalam lift yang macet, hingga sempat lemas tak berdaya kehabisan oksigen. Untungnya, kami semua berhasil diselamatkan dari kemungkinan lebih buruk yang dapat terjadi.

Kejadian ini berawal seusai bubaran sesi kuliah di lantai 4 Labtek VIII kampus ITB. Untuk turun menuju lantai 1, sebagian besar mahasiswa memilih menggunakan tangga ketimbang harus menunggu lift datang, apalagi kapasitas muat lift tersebut cukup terbatas (5-6 orang).

Mujur bagiku, pintu lift sedang terbuka ketika aku melewatinya. Kebetulan saat itu lift baru terisi empat orang. Tanpa pikir panjang aku pun masuk ke dalam lift. Semua terlihat normal dan baik-baik saja saat lift mulai menuruni lantai, hingga lift melewati lantai dua, tiba-tiba hal yang janggal terjadi.

Lift berhenti dengan kasar, dan mengeluarkan raungan alarm yang nyaring sementara pintu tetap tertutup rapat. Pada panelnya, indikator tanda “overload” berkedap-kedip. Kami berlima kaget, mengetahui bahwa lift tidak bergerak, dan pintu tidak dapat terbuka. Kami terkunci di dalam lift.

Biasanya, indikator ‘overload’ menanadakan lift kelebihan muatan. Namun sepanjang pengalamanku, pada saat lift ‘overload’, ia akan berhenti di lantai selanjutnya dan membuka pintunya lebar-lebar, sesuatu yang tidak terjadi saat itu. Penekanan tombol bergambar ‘alarm’ maupun ‘telepon’ sepertinya juga tidak membuahkan hasil, begitu juga dengan percobaan membuka pintu secara paksa. Lift tetap terkunci dengan raungan alarm yang mulai membuat telingaku sakit.

Kepanikan kecil mulai terjadi saat kami menyadari tidak ada satupun HP yang berhasil menerima sinyal di dalam lift. Kami tidak bisa menghubungi siapa pun. Kami pun menggedor-gedor pintu, berteriak-teriak minta tolong. Harapannya ada orang di luar sana yang menyadari lift macet dan segera memanggil teknisi.

Sekitar 5 menit berlalu tanpa hasil. Seorang kawan mencoba membobol kunci panel lift, namun gagal. Begitu juga dengan usahaku dan dua orang lainnya membuka pintu secara paksa.  Kami curiga, jangan-jangan lift berhenti di tengah-tengah antara dua lantai. Jika hal itu benar, maka kecil kemungkinan ada orang yang mendengar gedoran dan teriakan kami. Bahkan ekstrimnya, aku berpikir hal yang lebih buruk dapat terjadi akibat tidak adanya ventilasi udara sedikitpun di dalam lift. Read more »

April 3, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , | 27 Comments

Training Blogging - The Untold Story -

24 Februari kemarin, alhamdulillah, Gamais ITB berhasil menyelenggarakan Training Blogging, bertempat di Labtek V Informatika, kampus ITB. Ada 150 orang lebih yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini, most of them, mengaku belum pernah memiliki blog sebelumnya (kita sebut saja start-up blogger). Tujuan utama acara ini memang “creating more bloggers” utamanya di kalangan mahasiswa ITB, so content trainingnya mulai dari pengenalan blog, motivasi nge-blog, sampai teknis memulai dan memenej blog. Asyiknya, semua itu bisa dinikmati oleh peserta secara cuma-cuma alias gretongan abis bow..

Pengisi training kali ini ada tiga orang. Pertama, Pak Budi Rahardjo (http://rahard.wordpress.com), seleb blog yang bener-bener “tiada hari tanpa ngeblog”, tiap hari selalu saja ada ide untuk posting (mungkin di Apple Mac-OS-nya ada “cron-job” untuk ini :D ). Kedua, Muhammad Arif (http://scooterboyz.wordpress.com/), mahasiswa EL’06 yang baru-baru ini jadi runner-up lomba web internasional “Think-Quest”. Ketiga, Fajar Fathurrahman (http://fajarf.wordpress.com/), mahasiswa EL’04 yang lebih dikenal sebagai Microsoft Student Ambassador (antek-antek Microsoft lah, artinya).

Secara umum acara berlangsung lancar dan khidmat (emang upacara). Dibuka dengan celotehan-celotehan dari MC Dodo (STEI’07), sengaja untuk mengondisikan suasana menjadi rileks, dan terkesan bukan sebagai pelatihan formal.
Setelah pembukaan, giliran pak Budi Rahardjo beraksi. Bertempat di ruang 7602, pak Budi memberi presentasi tentang pengenalan blog, motivasi menulis blog, serta sharing pengalaman beliau sebagai seorang blogger. Dua pertanyaan menarik di sesi diskusi dibahas secara khusus di blog Pak Budi, yakni masalah Intimidasi dalam ngeblog dan Draft yang tidak kunjung dipublish.

Setelah pak Budi selesai presentasi, tidak lupa kita panitia foto-foto dulu :D .
training blogging

Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi praktikum bertempat di Laboratorium Dasar (Labdas) 1 dan 4 Informatika yang memiliki total 110 komputer. Walaupun peserta yang hadir melebihi kapasitas (150 orang lebih), namun beberapa orang tetap enjoy meski harus berbagi komputer dengan peserta lainnya. Yah, maklum lah gratisan :D

Sesi praktikum ini dikomandoi oleh Arif dan Fajar. Teknisnya, setiap peserta kebagian sebuah account blog di server Gamais, dengan alamat http://gamais.itb.ac.id/blogs/namauser. Software-nya, seperti biasa, menggunakan WordPress (tehnik membuat banyak account blog dengan URL seperti itu dijelaskan di artikel sebelumnya). Peserta kemudian dibimbing untuk mulai ngeblog, milih themes yg cocok, atur-atur tampilan, mulai menulis, menyisipkan gambar, mengelola kategori, masang link-link atau istilahnya blogroll, dan tetek bengek ngeblog lain, sesuai kurikulum blogger berbasis kompetensi.

Alhamdulillah, dari hasil kuisioner yang dibagikan di akhir acara, secara umum peserta merasa terbantu dengan training ini. Walaupun tidak sedikit yang merasa fasilitas yang diberikan panitia “belum memuaskan”, mungkin karena tidak ada konsumsi sepanjang training. Hehe, lagi-lagi maklum gratees :) Yang cukup membuat penulis shock, ada juga peserta yang menulis : “Afwan, jangan nabrak waktu sholat duhur dong”, “ini acara Gamais bukan, kok tidak ada hijabnya”, dst.

Waduh, memang awalnya sudah direncanakan training ini selesai pukul 12.00 (sebelum waktu duhur). Tapi, karena sempat ada masalah teknis (infokus ga bisa konek), akhirnya molor hampir setengah jam. Ya, buat yang merasa dirugikan, mohon maaf. Kalau masalah hijab (laki-laki dan perempuan dipisah), jujur panitia memang tidak siap untuk itu (dan mungkin, kami pikir memang tidak perlu). Kalau ada yang beramasalah dengan ini, hubungi penulis aja via japri :)

###

Sebenernya yang cukup seru tu persiapan training ini. Ide untuk bikin acara ini aja baru muncul di awal-awal Februari, n’ panitia baru terbentuk sekitar 2 minggu sebelum acara, deadliner banget lah. Susunan panitia :
Ketua : Pemilik blog ini
Sekretaris & Bendahara : Imas R. (TL’05)
Kadiv. Acara : Ega Dioni Putri (IF’06)
Kadiv. Humas & Publikasi : Nadhila (STEI’07)

Awalnya kegiatan ini direncanakan berlangsung tanggal 23 februari, hari Sabtu. Humas pun juga sudah mengurus perijinan labdas 1 IF untuk hari itu. Sementara itu, div. acara masih mencoba mengontak pak Budi Rahardjo, yang diplot sebagai bintang utama. Konon, pak Budi Rahardjo paling gampang dikontak lewat e-mail, ketimbang menghubungi telepon selulernya. Namun, hampir seminggu sejak e-mail undangan dikirim, pak Budi tidak kunjung memberikan jawaban. Div. Acara mulai berpikir untuk mengundang pembicara lain, alternatifnya ialah pak Rinaldi Munir, dosen fave di IF. Read more »

March 3, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff | , , | 1 Comment

Sheila on 7 : Pilihlah Aku

Ga sengaja buka-buka koleksi MP3, eh ada lagu yang bikin aku jadi senyum-senyum sendiri :)
C                   Am
 Sadarkah kau kusayangi
C                          Am
Sadarkah untukmu ku bernyanyi
F                       E
 Terbacakah niat tulus ini
F                        E
 Degup jantung kian terbisik

C                     Am
Kadang kata tak berarti
C                    Am
Kalau hanya kan sakiti
F                   E
 Diam bukanlah tak ingin
F                        E
Degup jantung kian terbisik
F                      E  F
Tanda cinta yang bersemi

CHORUS

G   F              C
Aku yang kan mencintaimu
G   F                    C
Aku yang kan slalu mendampingimu
Am    C           F        C
Bila bahagia yang akan kau tuju
Am        C          F
Bila butuh cahaya tuk menemanimu
C  E
Pilihlah aku..

INT: D E D E G C# F E

REPEAT CHORUS

C                      Am
 Jangan sempatkan berlalu
C                           Am
 Kalau karyaku yang kau tunggu
F                        E
Jangan hanya aku yang tahu
F              E
 Aku cinta padamu
F                 E
Mohon warnai jiwaku
F                    E(ring)
Maukah hidup bersamaku

February 20, 2008 Posted by aisar | Personal Stuff, Serba-serbi | , , , | 8 Comments

Visit Tasik 2008 - Melancong ke Situ Gede

logo_kota_tasikmalaya.jpgDemi menyukseskan program “Visit Indonesia 2008“, pada liburan kali ini aku mengunjungi sebuah daerah yang secara geografis terletak di antara 107° 56′ BT - 108°8′ BT dan 7° 10′ LS - 7° 49′ LS. Tasikmalaya namanya, biasa disingkat dengan sebutan “Tasik”.

locator_kota_tasikmalaya.pngTasik terletak di sebelah tenggara Jawa Barat, sekitar 106 km dari kota Bandung. Perjalanan ke sana aku tempuh menggunakan bus dari terminal Cicaheum, dan memakan waktu hampir 3 jam. Kesan selama berada di dalam bus sangat memabukkan, dengan kondisi jalan yang berkelok-kelok, berlika-liku laki-laki (halah). Buat yang sering “kumatan”, sangat dianjurkan membawa kantung plastik hitam (jangan yang bening, ntar dikira mo jualan ayam penyet :p )

Objek wisata yang aku kunjungi adalah “Situ Gede” (penduduk lokal menyebutnya : Situ Ageng), sebuah danau alami seluas 47 Ha dengan sebuah pulau seluas 1 Ha di tengahnya. Kawasan ini relatif dekat dengan kota, hanya sekitar 4 km, dan dapat dijangkau menggunakan angkot 04 dari Terminal Pancasila (charge 2 rebu). Hanya saja, dari tempat turun angkot kita harus berjalan kaki sekitar 1 km untuk mencapai lokasi danau tersebut. Oh ya, jangan lupa menyiapkan cash 4 rebu untuk tiket masuknya, karena ga bakal nemuin ATM di sekitar sana.

situgede.jpg
Pemandangan di Situ Gede sangat menyejukkan. Air yang tenang, angin sepoi-sepoi, serta hamparan pohon-pohon nan hijau. Tempat yang pas banget buat berjogging ria, sekedar duduk-duduk ngelamun, memancing, ataupun berduaan sama si dia, tentunya.

rakit.jpgrakit2.jpgBuatku, hal yang paling menyenangkan di Situ Gede adalah menaiki rakit dan menyusuri danau. Biaya sewanya ga mahal, cuman 10 ribu (klo aku bandingin dengan menyewa perahu di Danau Bedugul di Bali > 50 ribu). “Sok, sampai sore juga gapapa”, kata mamang-mamang bernama Budi yang memberiku izin menaiki rakitnya.

dalem.jpgAwalnya aku kaget, Budi cuman memberikan dayung berukuran 1 meter, plus batang bambu sepanjang 6 meter. Ternyata aku harus mengemudikan sendiri rakitnya, tanpa ada yang menemani. Klo rakitnya kebalik trus tenggelem piye iki hehew. Tapi, karena udah terlanjur bayar, ya udah aku memberanikan diri, toh aku juga bisa berenang klo ada apa-apa. Kedalaman danau tersebut juga cuman 5 meter-an koq (lihat gambar) Read more »

January 27, 2008 Posted by aisar | Fotografi ngiseng, Personal Stuff, Serba-serbi | , , , | 10 Comments