Aisar - La Vida, La Lucha

dedikasi dari Aisar Labibi Romas

Cara Seru Install Banyak WordPress di Satu Domain

wp.jpegKalau di artikel sebelumnya kita bisa memiliki banyak blog WordPress dengan subdomain yang berbeda, sekarang akan dijelaskan bagaimana kita melakukan hal serupa namun hanya pada sebuah domain / hostname.

Asumsi kita memiliki sebuah host dengan alamat : www.inoidage.com. Kemudian kita ingin memiliki 3 buah blog WordPress, masing-masing dengan alamat :

  • www.inoidage.com/aisar
  • www.inoidage.com/labibi
  • www.inoidage.com/romas

Langkah pertama tentunya mengekstraksi file-file wordpress ke “Document Root“. Kemudian, seperti biasa, membuat sebuah database khusus untuk wordpress. Setelah itu, bukalah file wp-config.php dan masukkan parameter database yang telah kita buat. Contohnya :

define('DB_NAME', 'blogs');
define(’DB_USER’, ‘blogs-user’);
define(’DB_PASSWORD’, ‘blogs-password’);
define(’DB_HOST’, ‘localhost’);
define(’DB_CHARSET’, ‘utf8′);
define(’DB_COLLATE’, ”);

Karena kita ingin menginstall beberapa blog dalam satu database, maka yang harus di-”mainkan” adalah “table_prefix”-nya. Nah, sekarang, problemnya adalah bagaimana menghubungkan antara URL dan “table_prefix” tersebut, sehingga pengaksesan /aisar dan /labibi akan merujuk ke tabel-tabel yang berbeda.

Karena kita akan memanipulasi URL, otomatis kita harus bekerja dengan mod_rewrite pada Apache. Aktifkanlah terlebih dahulu modul tersebut, kemudian buat sebuah file .htaccess pada “Document Root” dengan isi sebagai berikut :

<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteBase /
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-f
RewriteCond %{REQUEST_FILENAME} !-d
RewriteRule . /index.php [L]
</IfModule>

Contoh tersebut merupakan standar WordPress apabila kita mengaktifkan “permalink”. Jika file-file wordpress tidak berada pada “document root”, cukup mengubah parameter RewriteBase dan RewriteRule. Contohnya, apabila file-file wordpress berada di bawah /blog, maka .htaccess menjadi :

...
RewriteBase /blog/

RewriteRule . /blog/index.php [L]

Setelah berhasil memanipulasi URL dengan mod_rewrite, saatnya menghubungkan URL tersebut dengan “tabel_prefix”. Dikaitkan dengan asumsi sebelumnya, aku akan membuat folder baru dengan nama “wp-configs”, kemudian di dalamnya terdapat empat file :

  • aisar.php
  • labibi.php
  • romas.php
  • wp.php (default blog)

isi file tersebut kurang lebih hanya saru baris, seperti ini :

<?php $table_prefix = 'aisar_'; ?>

dengan ‘aisar_’ diubah-ubah sesuai “tabel_prefix” yang ingin dipakai (harus unik untuk tiap blog).

Read more »

February 17, 2008 Posted by aisar | Oprekanku, Tekno Informasi | , , | 1 Comment

Tricks on Hosting Multiple WordPress Sites

(versi indonesia ada di sini) Read more »

January 20, 2008 Posted by aisar | Oprekanku, Tekno Informasi | | No Comments

Trik Pasang Banyak Blog WordPress di Satu Server

Misalkan kita memiliki sebuah server dengan domain science.com. Server ini ingin ditambahkan beberapa blog WordPress dengan alamat :

  • math.science.com
  • physics.science.com
  • chem.science.com

Langkah-langkah yang harus dikerjakan, antara lain :

  • setting subdomain pada DNS
  • membuat virtual host
  • memasang wordpress di masing-masing virtual host

Asumsi setting subdomain pada DNS telah dilakukan. Langkah selanjutnya, umumnya admin akan meng-copy folder wordpress sebanyak tiga kali, untuk masing-masing blog yang ingin dibuat. Contohnya :

  • wordpress-math/
  • wordpress-physics/
  • wordpress-chem/

Kemudian admin membuat 3 database yang berbeda, dan menyesuaikan konfigurasi database di file wp-config.php pada tiap folder wordpress. Terakhir, setting virtual host dari tiap subdomain akan memiliki document root sesuai dengan folder masing-masing :

  • math.science.com -> wordpress-math/
  • physics.science.com -> wordpress-physics/
  • chem.science.com -> wordpress-chem/

Cara ini memang simpel dan mudah dilakukan, namun memiliki beberapa kekurangan. Contohnya, ketika admin ingin menambahkan theme atau plugin baru ke semua blog, ia harus mengcopy-nya sebanyak 3 kali ke masing-masing folder di atas. Bayangkan jika server kita harus meng-host ratusan bahkan ribuan blog, tentu merupakan pekerjaan yang melelahkan.

Aku punya trik mudah untuk menjawab permasalahan di atas. Aku hanya memakai sebuah folder wordpress sebagai document root untuk semua blog dari virtual host yang ada. Jadi, jika dikaitkan dengan contoh di atas, subdomain math, physics, dan chem memiliki setting document root yang sama, sebut saja : wp-master/. Sehingga, apabila aku menambahkan sebuah theme atau plugin baru di folder wp-master/, semua blog akan dapat langsung menggunakannya.
Read more »

December 21, 2007 Posted by aisar | Oprekanku, Tekno Informasi | | 13 Comments