Aisar - La Vida, La Lucha

dedikasi dari Aisar Labibi Romas

Ubah Rating “Dewasa” Menjadi “Menikah” — Sebuah Solusi Alternatif Film (sejenis) ML

Bagiku, hal yang paling meresahkan atas tayangnya film ML (Mau Lagi) di bioskop adalah efeknya terhadap remaja-remaja “puber” yang menontonnya. Sebuah kenaifan menganggap film beradegan panas yang memompa adrenalin seperti itu sebagai “sex education”, malahan jauh lebih terlihat sebagai “sex campaign”. Apa jadinya bila kampanye seperti ini membekas, mengilhami, bahkan mendarah-daging di kalangan pemuda-pemudi kita? Aku rasa kita semua tau jawabannya. Ada juga pembahasan ilmiah yang bisa dibaca di blog ini.

Coba perhatikan fakta ini :

  • Film Iron Man yang sedang marak diputar di bioskop-bioskop, dilabeli “dewasa” oleh LSF.
  • Film ML (Mau Lagi) yang sebentar lagi menghebohkan bioskop-bioskop, juga mendapat label yang sama : “dewasa”

Namun kenyataannya :

  • Di Film Iron Man, yang aku saksikan langsung di bioskop, tidak ada secuil-pun adegan ciuman, apalagi percumbuan hingga hubungan seks
  • Di Film ML, yang trailernya telah beredar, beuh ciuman di sana-sini, adegan seks berlainan pasangan, dialog-dialog mesum, bahkan ciuman sama anjing??!!

Kalaulah LSF berkelit bahwa pemberian label “dewasa” sudah cukup menyaring calon penonton, mari kita lihat, siapa audiens dari film-film “dewasa” tersebut.

Hampir semua film yang berisi adegan kekerasan alias jotos-jotosan dilabeli “dewasa”. Ya, include Spiderman, Die Hard, Forbidden Kingdom, dst. Pihak bioskop memiliki SOP untuk menyaring calon penonton yang “tidak dewasa”, yakni : penonton yang memakai seragam sekolah, that’s it! Penonton yang tidak memakai seragam sekolah, termasuk anak-anak SMP, SMA, yang lagi malem mingguan sama pacarnya, tentu tidak dapat dilarang untuk membeli tiket dan menonton film “dewasa”.

“17 tahun” belumlah umur yang baik untuk disuguhi adegan yang mungkin baru halal dipraktekkan 5-10 tahun kemudian. Dorongan dan stimulus yang prematur tidak diragukan lagi menjadi penyebab maraknya hubungan di luar pernikahan, bahkan sampai ke tingkat yang paling najis : aborsi.

Aku tergelitik dengan tulisan di spanduk yang aku lihat tadi siang : seandainya Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Cut Nyak Dien tahu, moral bangsa ini akan menjadi sama bejatnya dengan bangsa penjajah, bangsa Barat, tentu mereka lebih memilih untuk tidak usah mengorbankan jiwa, raga mereka, dan ribuan prajurit mereka demi kemerdekaan Indonesia.
Read more »

May 12, 2008 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan, Personal Stuff | , | 15 Comments

Cinta, Nafsu, dan S*ks

Pertanyaan : “Apa bedanya cinta ma nafsu?”

Jawaban : (dari berbagai sumber)

  • “Gw rasa cinta ma nafsu tu sama. ujung-ujungnya nge-s*ks juga. Cinta tu emang ga jauh-jauh dari selangkangan”
  • “gue cm mo jawab…. klo gw lagi nafsu gw pasti cari pelarian buat s*ks…. tapi klo gw lagi jatuh cinta… gw ga’ akan bisa ngelakuin yg namanya S*KS”
  • “Bagi seorang pria muncul awal adalah nafsu baru kemudian cinta. Sedangkan seorang wanita muncul awal adalah cinta baru nafsu.”
  • “hati-hati non cinta n’ nafsu tuh beda tipis banget. kalo s*ks karena nafsu selain timbul karena bisikan syetan, setelah melakukannya akan terselip rasa penyesalan dan dosa dlm nuraninya. tapi kalo s*ks karena cinta selain karena ibadah biar dapet pahala (karna udah suami istri) ada rasa bahagia dan semakin mempererat rasa sayang diantara keduanya.”
  • “Whatever they say…one thing for sure, love and lust cannot go on without s*x…”
  • “jika anda sudah menikah, maka s*ks adalah cinta. tapi jika anda belum menikah maka s*ks adalah nafsu.”

* * *

Aku lagi jenuh aja dari kemarin-kemarin ngeluarin tulisan yang serius-serius mulu. Mana komentar-komentar yang dateng juga ga kalah serius -_-”.

Ngomongin tentang cinta emang ga ada abisnya. Ga keitung udah berapa banyak judul novel, film, lagu, puisi, pidato, bahkan guyonan, ludruk, de el el yang berusaha mengupas “misteri” di balik cinta.

Hubungan antara cinta, nafsu, dan s*ks memang menarik. Jika antara ketiganya tidak ada relasi yang erat, mustahil muncul istilah “making love”, atau “bercinta”, yang konotasinya kurang lebih menggambarkan keterkaitan tersebut. Kemudian dari keterkaitan tersebut muncullah banyak pertanyaan di benak kita :
“Apakah cinta berawal dari nafsu, atau nafsu ditimbulkan oleh cinta?”
“Apakah s*ks merupakan konsekuensi dari nafsu, atau konsekuensi dari cinta?”
“Apakah s*ks membutuhkan cinta?”
“Apakah ada cinta tanpa nafsu dan s*ks?”

Bagiku (ini pendapat pribadi lho, silakan dikoreksi), cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda, namun punya potensi untuk saling beririsan. Artinya, kita dapat menemukan cinta yang tanpa nafsu (dan s*ks, tentunya), tapi ada kalanya juga (bahkan seringnya) cinta dan nafsu beririsan, sehingga terwujudlah s*ks (halah, terwujudnya), atau at least hal-hal yang “mendekati” itu. Read more »

April 12, 2008 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan, Serba-serbi | | 17 Comments

Evaluasi Sholat Kita Yu

shalat1.jpgNabi Saw bertanya:”Bagaimana pandanganmu jika pintu rumah salah seorang diantara kamu ada sumur, lalu mandi sehari 5x, bagaimana kotoran di badan orang itu?”, para sahabat menjawab:”Tidak akan tersisa kotoran itu sedikitpun”.
Nabi Saw bersabda:”Demikian juga perumpamaan shalat yang lima waktu, Allah akan menghapus dengannya dosa-dosanya”. (HR. Bukhari)

Sholat itu amal ibadah yang paling spesial lah. Pertama, sholat itu satu-satunya perintah yang Rosul dengar langsung dari Allah, tanpa perantara malaikat Jibril (Inget kan peristiwa Isra’ Mi’raj). Bener-bener face to face, sama Zat yang menciptakan seisi alam raya ini, ngeri banget ga situ.

Kedua, sholat itu amalan yang paling pertama dichecklist di akhirat kelak. So, jangan hepi dolo kalau kita ngerasa udah jadi orang baik, banyak sedekah, suka menabung, tidak sombong, rajin menolong nenek menyebrang jalan, tapi eits sholat-nya masih longbo-longbo, di pemeriksaan pertama aja kita udah ga lolos bro.

Ketiga, sholat itu fleksibel banget, bener-bener mengerti kita lah. Kalau lagi sakit, boleh sambil duduk atau berbaring. Kalau lagi ada keperluan mendesak, bisa dijamak Dhuhur-Ashar atau Magrib-Isya. Kalau lagi bepergian jauh, bisa di-qoshor yang aslinya 4 rakaat jadi 2 rakaat. Kalau ketiduran atau kelupaan shalat, bisa langsung dilaksanakan pas bangun ato pas keingetan. Masih kurang apalagi coba.

So, sangat worthed kalau kita coba mengevaluasi ibadah yang satu ini

1. Sholat 5 Kali Sehari

Hayo.. ada yang masih bolong-bolong shalat-nya? Klo kata orang yang suka itung-itungan, shalat tu ga lebih dari 5 menit. 5 kali 5 = 25 menit, sedang 1 hari ada 24 jam = 1440 menit. Jadi, shalat itu ga menyita lebih dari 1,7% waktu kita dalam sehari! 1,7% yang menentukan kelolosan di pemeriksaan pertama akhirat hehe. Lagian kalo dibandingkan sama waktu kita untuk tidur, untuk main game, untuk ngobrol-ngobrol, shalat tu cuma sebentar banget khan.

2. Shalat di Awal Waktu, Jangan Menunda-Nunda

Ada yang suka sholat Subuh jam 7? Ato ada yang suka jadi deadliners, sholat-nya sering di injury time? Padahal, dengan memprioritaskan sholat segera setelah masuk waktunya, kita akan lebih lega dan tidak terbebani dengan status “belum sholat”.  So, kita bisa beraktivitas dengan lebih tenang dan nyaman.

3. Sholat Berjamaah, Bersama Kita Bisa

Pekerjaan yang sama, tapi bayarannya 27 kali lebih tinggi, ngiler gak situ. Sholat berjama’ah punya derajat yang lebih tinggi 27 kali dibanding sholat sendirian. Udah gitu, sebagai ma’mum, kita dapet perlakuan spesial : Kalau pahala shalat Imam-nya sempurna, semua ma’mum juga sempurna pahalanya. Tapi kalau imam melakukan kesalahan, semua ma’mum bebas dari kesalahan itu. So, selalu cari kesempatan untuk berjama’ah.

4. Sholat Di Masjid, Tambah Poin, Tambah Gaul

Dari sholat berjama’ah udah dapet bonus pahala, ayo cari poin-poin pahala lagi dengan sholat di masjid. Satu langkah kaki kanan menuju masjid, mendapatkan satu pahala, sedang langkah kaki kiri menghapus dosa. Sampai di masjid ketemu temen-temen, tambah gaul, dapet pahala silaturahim pula. Belum lagi keutamaan di waktu-waktu tertentu. Shalat Isya berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat setengah malam, sedang sholat Subuh berjamaah di masjid, pahalanya setara dengan sholat satu malam penuh! Wow..

5. Mau Khusyuk? Ngertiin Bacaan Sholat Dulu..

Baca fathihah, baca surat pendek, ruku’, i’tidal, sujud, dst, tapi ga ngerti maknanya.. Cem baca mantera aja deh.. Ayo kita buka-buka lagi buku tentang sholat, terutama makna bacaan shalat. Indah sekali ketika kita bisa melantunkan bacaan-bacaan tersebut dalam hati sambil merenungi maknanya. Pada akhirnya, akan semakin terasa komunikasi kita dengan Sang Khalik lewat shalat. Read more »

March 6, 2008 Posted by aisar | Islam, Ma Faith, Nasihat n' Renungan | , , | 19 Comments

Idul Adha

Idul Adha memang ga serame Idul Fitri. Ga banyak orang ngirim SMS “Met Idul Adha” ketimbang “Met Idul Fitri”. Bahkan lucunya ada seorang kawan yang mengirim SMS ucapan : “Met Idul Adha ya. Mohon maaf lahir batin (???)”. Wah, seolah-olah Idul Adha ga punya “tag” sendiri, jadi mesti minjem tag-nya Idul Fitri, walopun jadinya jayuz abis.

Tadi pagi aku shalat ied di Lapangan CC ITB. Khatib-nya adalah Pak Carmadi Machbub, Wakil Rektor Senior Bidang  Sumberdaya. Walaupun kontennya cukup berbobot, namun jujur aja, penyampaiannya rada garing (maaf ya pak, klo baca ini). Sebabnya, sebelum shalat, para jamaah dibagikan sebuah buku kecil berisi materi khotbah yang nantinya dikumandangkan. Hmm, ternyata apa yang diutarakan oleh khatib sama persis dengan isi buku, hingga ke titik komanya. Pikirku sih, mending baca di rumah aja bukunya.

Acara khas hari Idul Adha pun tidak jauh berbeda dari tahun ke tahun : memotong hewan qurban. Sewaktu kecil dulu, aku sering diajak oleh Ayah ikut menyaksikan prosesi pemotongan (apa penyembelihan ya) hewan qurban, walaupun sebenrnya aku rada ilfil melihat darah mengalir. Sekarang pun ke-ilfil-an itu belum berubah, sehingga aku memutuskan untuk pulang saja setelah selesai shalat ied.

Makna Idul Adha Buatku

“Pengorbanan ada, karena cinta. Betapa Ibrahim mencintai anak semata wayang yang telah dinantinya puluhan tahun. Namun dengan ikhlas Ia korbankan anaknya, demi cintanya kepada Yang Maha Pencinta. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita mencintaiNya, melebihi cinta kita pada harta, pada keluarga, bahkan pada diri kita sendiri? Apa yang dapat kita korbankan untukNya? Bukankah kita terlalu pelit mengeluarkan beberapa ratus ribu untuk seekor hewan qurban, walau janji akan berkah dan ampunanNya bertaburan dimana-mana? Bukankah kaki ini terlalu berat untuk berdiri dengan khusyuk menghadapNya, walau hanya beberapa menit tiap harinya? Dia, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, kepada seluruh hamba-hamba-Nya. Akankah kau biarkan cintaNya padamu bertepuk sebelah tangan..?”

Inilah hasil dari renunganku tentang makna Idul Adha kali ini :)

December 21, 2007 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan, Personal Stuff | , , | 2 Comments

Adakah Hadiah Untuk-Nya Hari Ini?

Bener ga sih, hadiah itu tanda sayang?

Buktinya kita selalu menyempatkan diri untuk memberikan hadiah kepada orang yang kita sayangi

Hadiah itu ga cuman kado kan
Bahkan dari orang yang kita sayang, tentu bukan materi yang paling kita harapkan

Perhatiannya yang tulus
Dukungannya saat kita jatuh
Senyumannya saat kita penat
Pengorbanannya yang ikhlas

Semua itu adalah hadiah yang tak ternilai harganya bukan?

Tapi tahukah kamu, ada yang sangat menyayangimu..
Bahkan lebih besar dari kasih sayang ibu yang membesarkanmu..
Karena Dia-lah Sang Maha Pengasih lagi Penyayang..

Tapi..
Pernahkah engkau memberikan hadiah kepada-Nya?
Ah..
Dia memang tidak butuh apapun dari makhluk-Nya, jadi buat apa?

Dia memang tidak butuh, tapi tidakkah Dia pantas untuk kau beri hadiah?

Tidakkah kau malu membaca surat yang itu-itu saja saat shalat?
Tidak sanggupkah kau memberi-Nya hadiah, sebuah surat yang baru kau hafalkan?

Tidakkah kau ingin memberi-Nya hadiah, beberapa rakaat tahajudmu di tengah malam?

Tidakkah Dia pantas mendapatkan hadiah darimu, sebuah puasa sunnah di hari senin?

Kali ini, hilangkanlah keegoisanmu..
Apa shalatmu, ngajimu, puasamu selama ini hanya untuk menambah pundi-pundi pahalamu?
Demi kesenanganmu di surga kelak?

Renungkanlah, berapa banyak hadiah yang telah Dia berikan kepadamu
Bahkan saat engkau lupa berdoa kepadanya, Dia tidak pernah meninggalkanmu

Adakah hadiah untuk-Nya hari ini?

October 2, 2007 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan | | No Comments

Memegang Teguh Amanah

“Awal perkara agama yang dicabut dari ummat ini adalah malu dan amanah, karena itu mintalah pada Allah kedua sifat tersebut” (Hadist)

Amanah memiliki arti yang luas. Anda menepati janji, anda menunaikan tanggung jawab, anda menjaga apa yang orang lain percayakan kepada anda, semua dapat dikategorikan sebagai sifat amanah. Tapi sadarkah anda kadang amanah yang terlihat “kecil” dengan mudah dapat disia-siakan? Hari ini anda meminjam uang seribu rupiah pada seorang kawan dengan embel-embel “besok dikembalikan”. Mungkin niat awal anda meminjam adalah benar-benar untuk dikembalikan keesokan harinya, namun seringkali nilai seribu yang terasa kecil dengan mudah anda lupakan. Akhirnya pinjaman tadi tidak pernah anda kembalikan, dan amanah yang peminjam percayakan kepada anda tidak pernah anda tunaikan.

Di hadist lain Rasulullah bersabda, “Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji”. Begitu kerasnya peringatan Rasulullah terhadap orang-orang yang melalaikan amanah dan janji. Mengapa? karena ketika manusia sudah terbiasa menyepelekan amanah-amanah kecil, suatu ketika dia dipercayakan amanah yang besar, maka kebiasaan menyia-nyiakan amanahnya dapat membawa kerugian yang besar termasuk terhadap orang-orang di sekitarnya. Coba anda perhatikan pemimpin yang zalim, rakus kekuasaan, haus akan harta hingga korupsi menjadi budaya. Siapa lagi yang menderita menanggung dampaknya selain rakyat? Read more »

October 2, 2007 Posted by aisar | Nasihat n' Renungan | | No Comments