Film “Mengaku Rasul” Oke Punya, Tapi..
June 8, 2008 15 Comments
Guru Samir tengah berdiri di atas mimbar mushalla, berceramah dengan penuh membara di hadapan santri-santrinya. “Kalianlah manusia yang terpilih oleh Allah, untuk menjadi ummatku. Sebagaimana ummat rasul-rasul terdahulu, kalian semua akan masuk surga bersamaku. Alhamdulillah! Sambutlah jalan yang terbuka lebar menuju pintu surga Allah!”
Sementara itu, di luar mushalla warga kampung sekitar datang berbondong-bondong, menggenggam obor dan bahan bakar. Dengan wajah penuh amarah -atas segala kesesatan ajaran Guru Samir- warga membakar mushalla beserta seisinya. Santri-santri histeris, berlarian keluar dengan badan terbakar api. Sedangkan Guru Samir tidak bergerak sedikitpun dari posisinya semula, tetap tegap berdiri saat jilatan api menggeregoti tubuhnya.
Berita kematian Guru Samir beserta pengikutnya menjadi bahan obrolan panas di kalangan warga desa. Namun tak disangka, terjadilah kemukjizatan. Guru Samir tiba-tiba hadir kembali di tengah-tengah warga desa, dan mengklaim dirinya telah dibangkitkan kembali oleh Allah dari kematian. Benarkah Guru Samir adalah seorang rasul yang diberi kemukjizatan oleh Allah?
Film ini terbilang unik, cukup orisinil dari segi ide cerita, serta cerdik memanfaatkan isu aliran sesat yang sedang santer di negara kita. Jalan ceritanya penuh teka-teki dan tanda tanya, sehingga cukup merangsang kita untuk menebak-nebak kelanjutan cerita, serta jawaban terhadap misteri yang muncul. Contohnya adalah kesaktian / mukjizat Guru Samir yang dapat berada di dua tempat sekaligus, atau tangan yang pulih kembali setelah ditebas pedang.
Sayang, tidak semua teka-teki yang muncul mendapat jawaban yang memuaskan, bahkan beberapa terkesan dipaksakan.
Satu poin lagi yang aku garisbawahi. Aku pikir adegan penyerangan, pembakaran musholla dan seisinya, yang di film tersebut dianggap sebagai “peristiwa heroik”, tidaklah tepat. Bagaimana pun juga, pengikut-pengikut Guru Samir bukanlah setan-setan yang harus dimusnahkan, melainkan korban dari doktrin-doktrin sesat yang Guru Samir ajarkan. Apalagi, peristiwa itu juga dipicu oleh pencabulan yang dilakukan Guru Samir terhadap salah seorang anak gadis warga, tentu hal tersebut murni kesalahan individu, bukan kelompok.
Seharusnya sutradara bisa “memberi contoh” yang lebih arif, dalam menyikapi “aliran sesat” di tengah-tengah ummat Islam. Pun jika sutradara memandang adegan itu bukanlah untuk “memberi contoh” melainkan “menggambarkan realita yang ada”, apa bedanya dengan film ML yang sukses “memvisualisasikan” realita di kalangan remaja?
Sekian saja, sekali lagi, apresiasi aku sampaikan untuk film ini. Menghibur, mendidik, mentrigger rasa waspada terhadap aliran sesat, walaupun masih ada yang harus diperbaiki lagi. Semoga perfilman Indonesia terus jaya!

Baru nonton kemarin nih. Ga nyangka juga, ternyata misteri di balik kesaktian dan kebangkitan si Guru Samir, cuma tipuan sederhana sebenernya. Awalnya sampai mikir si Guru Samir tu pengikit setan dsb, hehe…
hai.. gua juga baru nonton kemarin filmnya? keren ya? gua ce sempat tertipu ma guru samir ” tak kirain guru samir itu benar2 tidak putus tangannya” ternyata gua ketipu. kalw bisa ya gua cari tu kasetnya ampe ketmu.
bwahahaha…apa bagusna coba??
film bagus,lihat banyak pesan moral didalamnya.Kalo ada kurang, wajarlah yg bikin kan manusia. Saluut…
wah ini pilm elu banget donk ya sar
“mengaku anak salman”
aku belum nonton. tapi mungkin akan nonton.
salam kenal
pokoknya kalw mba nonton, film ne? matanya ga bakaln berkdip, tp akan ketipu ma guru samir. salam kenal juga
duh sy dh nontn filmnya, sumpah bagus bgt neh film, dmn kita sbg masyarakat khususnya pemuda/i dengan nonton film ini kita gak “SESAT”. krn di film ini pesan moral yg sapaikan bnyk bgt. duh nyesel deh bagi nyang belom nonton.
lam kenal yah buat km
filmnya sangat bagus
menurt sya bagus jg ada film kaya gitu karena dapat mengingatkan manusia supaya hati2 dalam keyakinan agama…..dan terus lah bikin perfilman kaya gituan key salam FUNERAL FOR NICOTINE/EMILY..,.TKJ_741
Waduh klo gtu siap2 nonton ah….!!!!
film ini gak orisinil gan ceritanya..
copy dari film the prestige..
film keren, bagus wat jadi bahan pelajaran untuk menghindari diri dari orang-orang yang mengaku sebagai utusan tuhan
jossssss ,,,
keren banget sumpah demi apapun merinding notonnya , yg masih bingung dan menjadi pertanyaan besar adalah?
itu kan tanggan nya putus ya.. tp ko bs disambung lagi
udah gtu , kan udah dibakarr .. tp malah bangkit lg
dan kyai baihaki nya kemana, yg dikubur itu kyai baihaki yah sumpah masih bingung tapi bagus ko film nya