Tobat Jadi Pembalap
Dengan bangga aku menuliskan resolusi diri..
Menyambut 100 tahun kebangkitan nasional (halah nyambung)
Klo dulu aku suka ngebut, naik motor kayak ikutan road race, naik mobil kayak main Need For Speed,
tapi sekarang..
aku lebih suka menikmati perjalanan
Berkendara dengan kecepatan relatif konstan, di putaran mesin rendah, ga nafsu nyalip kendaraan lain di depan, sambil tolah-toleh kiri kanan kali aja ada yang bagus (mobil bagus, rumah bagus, apa lagi yang bagus2?
)
Alasannya cuma satu : Anak Istri menunggu di rumah (hahaha, kayak iklan DLLAJ aja)
Yang bener : aku menghemat BBM!
Udah dicoba pake Shogun :
cara mengemudi dahulu : 30 km / liter
cara mengemudi sekarang : 40-45 km / liter
Udah dicoba pake Vios :
cara mengemudi dahulu : 13 km / liter
cara mengemudi seakrang : 17-19 km / liter
BBM mo naik lagi, udah gitu isu Global Warming
Saatnya kita peduli, dari kebiasaan-kebiasaan yang kecil aja
Wahai kalian-kalian yang suka ngebut, bertobatlah!
- Membahayakan diri ndiri dan orang lain
- Kerja mesin lebih berat, lebih cepet jebol
- Boros BBM
- Disumpahin orang lain pas nyelonong tiba2
- Sering ngerem, kampas rem cepet abis
- Duit maintenance kendaraan lebih tinggi pastinya
- Ga menikmati pemandangan di perjalanan
masih banyak lagi deh..
KH Imam Ghazai Said : “NU diserang Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslim, dan Salafy”
Udah lama ga posting di kategori “Islam, Ma Faith”, akhirnya posting lagi..
Berikut ini wawancara yang menarik dengan seorang ulama NU yang banyak tahu masalah pergerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Beliau bercerita mulai dari sejarah pergerakan-pergerakan Islam –yang klo diperhatiin, saat ini juga mulai marak gaungnya di kampus ITB–, idealisme dan gagasan dari masing-masing kelompok, juga perbedaan pandangan fiqh yang dianut NU dan ketiga wajihah tersebut, termasuk mengenai jenggot dan celana cingkrang
Bahkan yang lebih mengejutkan, tokoh-tokoh Islam liberal seperti Ulil, Moqsith cs ternyata “hasil didikan” kelompok Salafy. Simak saja..
***
Beberapa kiai NU belakangan ini mengaku didatangi aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Para aktivis HTI itu selain membagikan brosur juga mengajak kiai masuk kelompok mereka. Diantara kiai itu adalah KH Ahmad Muhammad Alhammad, pengasuh pesantren Qomaruddin Bungah Gresik. “Saya katakan kepada mereka, saya ini NU, tak mungkin ikut paham sampean,” kata Yai Mad - panggilan kiai berparas teduh itu - kepada sejumlah tamunya suatu ketika. ” Brosur-brosurnya ada tapi tidak saya baca,” tuturnya lagi.
Pengurus NU di berbagai daerah, termasuk PWNU Jawa Timur, juga mengaku sering mendapat pengaduan dari warga NU soal aktivis HTI yang berusaha mempengaruhi warga nahdliyin. Bahkan dalam Munas dan Mubes NU di Asrama Haji Sukolilo Surabaya tempo hari para aktvis HTI masuk ke kamar-kamar peserta membagikan selebaran. Jargon mereka - seperti biasa -khalifah sebagai solusi. Belum lagi beberapa masjid NU yang jadi sasaran mereka. Karuan saja banyak kiai penasaran. Gerakan apa sebenarnya HTI? Bagaimana asal-usulnya?
Berikut wawancara HARIAN BANGSA dengan KH Imam Ghazai Said, MA, cendekiawan muslim yang banyak mengamati gerakan Islam radikal. Pengasuh pesantren mahasiswa An-Nur Wonocolo ini memang sangat paham soal berbagai gerakan Islam, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Ia selain banyak menulis dan mengoleksi leteratur Islam aliran keras juga bertahun-tahun studi di Timur Tengah. Ia mendapat gelar S-1- di Universitas Al-Azhar Mesir, sedang S-2 di Hartoum International Institute Sudan. Kemudian ia melanjutkan ke S-3 di Kairo University Mesir. Kini intelektual muslim ini aktif sebagai Rois Syuriah PCNU Surabaya dan dosen IAIN Sunan Ampel Surabaya.
Bisa Anda jelaskan bagaimana sejarah gerakan Islam aliran keras yang
belakangan menjadi perhatian para kiai NU?
Sebenarnya kelompok besarnya itu Ikhwanul Muslimin yang pusatnya di Ismailiah, Mesir. Organisasi ini berdiri pada 1928, dua tahun setelah NU berdiri, NU kan berdiri 1926. Pendiri Ikhwanul Muslimin Syaikh Hasan Al-Banna. Menurut saya, pemikiran Syaikh Hasan Al-Banna ini moderat. Dia berusaha mengakomodasi kelompok salafy yang wahabi, merangkul kelompok tradisional yang mungkin perilaku keagamaannya sama dengan NU dan juga merangkul kelompok pembaharu yang dipengaruhi oleh Muhammad Abduh. Syaikh Al-Banna menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin itu harkah islamiyah, sunniyah, salafiyah, jadi diakomodasi semua, sehingga ikhwanul muslimin menjadi besar. Dalam Ikhwanul Muslimin ada lembaga bernama Tandhimul Jihad. Yaitu institusi jihad dalam struktur Ikhwanul Muslimin yang sangat rahasia. Kader yang berada dalam Tandhimul Jihad ini dilatih militer betul, doktrinnya pakai
kesetiaan seperti tarikat kepada mursyid. Ini dibawah komando langsung Ikhwanul Muslimin. Para militer atau milisi ini menarik kelompok-kelompok sekuler yang ingin belajar tentang disiplin militer. Nasser (Gammal Nasser, red) dan Sadat (Anwar Sadat, red) juga belajar pada Tandhimul Jihad ini.
Read more »
Ubah Rating “Dewasa” Menjadi “Menikah” — Sebuah Solusi Alternatif Film (sejenis) ML
Bagiku, hal yang paling meresahkan atas tayangnya film ML (Mau Lagi) di bioskop adalah efeknya terhadap remaja-remaja “puber” yang menontonnya. Sebuah kenaifan menganggap film beradegan panas yang memompa adrenalin seperti itu sebagai “sex education”, malahan jauh lebih terlihat sebagai “sex campaign”. Apa jadinya bila kampanye seperti ini membekas, mengilhami, bahkan mendarah-daging di kalangan pemuda-pemudi kita? Aku rasa kita semua tau jawabannya. Ada juga pembahasan ilmiah yang bisa dibaca di blog ini.
Coba perhatikan fakta ini :
- Film Iron Man yang sedang marak diputar di bioskop-bioskop, dilabeli “dewasa” oleh LSF.
- Film ML (Mau Lagi) yang sebentar lagi menghebohkan bioskop-bioskop, juga mendapat label yang sama : “dewasa”
Namun kenyataannya :
- Di Film Iron Man, yang aku saksikan langsung di bioskop, tidak ada secuil-pun adegan ciuman, apalagi percumbuan hingga hubungan seks
- Di Film ML, yang trailernya telah beredar, beuh ciuman di sana-sini, adegan seks berlainan pasangan, dialog-dialog mesum, bahkan ciuman sama anjing??!!
Kalaulah LSF berkelit bahwa pemberian label “dewasa” sudah cukup menyaring calon penonton, mari kita lihat, siapa audiens dari film-film “dewasa” tersebut.
Hampir semua film yang berisi adegan kekerasan alias jotos-jotosan dilabeli “dewasa”. Ya, include Spiderman, Die Hard, Forbidden Kingdom, dst. Pihak bioskop memiliki SOP untuk menyaring calon penonton yang “tidak dewasa”, yakni : penonton yang memakai seragam sekolah, that’s it! Penonton yang tidak memakai seragam sekolah, termasuk anak-anak SMP, SMA, yang lagi malem mingguan sama pacarnya, tentu tidak dapat dilarang untuk membeli tiket dan menonton film “dewasa”.
“17 tahun” belumlah umur yang baik untuk disuguhi adegan yang mungkin baru halal dipraktekkan 5-10 tahun kemudian. Dorongan dan stimulus yang prematur tidak diragukan lagi menjadi penyebab maraknya hubungan di luar pernikahan, bahkan sampai ke tingkat yang paling najis : aborsi.
Aku tergelitik dengan tulisan di spanduk yang aku lihat tadi siang : seandainya Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pattimura, Cut Nyak Dien tahu, moral bangsa ini akan menjadi sama bejatnya dengan bangsa penjajah, bangsa Barat, tentu mereka lebih memilih untuk tidak usah mengorbankan jiwa, raga mereka, dan ribuan prajurit mereka demi kemerdekaan Indonesia.
Read more »
Presidential Lecture, Featuring Bill Gates — Jualan Lagi Nih
“…When talking about commercial software versus any other kinds (non-commercial software), we’re confident that our product has better performance, better security, better stability, better protection of viruses or threats, better support of any troubles. That’s why, our loyal customers always feel they deserve what they’ve paid…”
“…Our software isn’t expensive. Comparing to the cost of one software project, its market price is only about less than one percent…” (Bill Gates)
Untuk pertama kalinya, Bill Gates, Chairman Microsoft corp. datang ke Indonesia, dan disambut dengan sangat hangat oleh Presiden SBY. Setelah sempat melakukan pertemuan di istana negara pada hari Kamis (8/5), Bill Gates diundang untuk menjadi pembicara pada acara “Presidential Lecture” yang berlangsung hari ini, Jumat (9/5) di JCC, Senayan, Jakarta.
Kebetulan aku bersama rombongan ITB mendapat undangan untuk menghadiri acara tersebut (thanks to Shana, walaupun harus berangkat jam 3 pagi dengan mata berkunang-kunang habis begadang nugas). Peserta mahasiswa lainnya juga berasal dari berbagai macam kampus di Indonesia, seperti UI, ITS, Prasetya Mulya, President University, dan Tarumanegara. Kami menempati balkon bagian atas (cukup jauh dari stage, sehingga kurang leluasa mengambil foto), sedangkan hanya undangan VIP yang terdiri dari menteri-menteri, pejabat, duta besar negara, serta tamu khusus lainnya yang menempati kursi di dekat stage.
Acara dibuka dengan sambutan yang cukup meriah dari presiden SBY. Presiden SBY memuji Bill Gates sebagai orang yang bervisi kuat, inspiratif, punya imajinasi tentang masa depan yang selalu berusaha untuk diwujudkannya, pekerja keras, memiliki jiwa sosial yang kental terutama kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan. Presiden SBY juga berharap Indonesia dapat menjalin kerjasama yang baik dan kolaboratif dengan Microsoft dalam mengembangkan industri IT di Indonesia. Melalui program “Microsoft Campus” di Redmond USA, Presiden SBY berharap bibit-bibit unggul dari Indonesia dapat memberikan kontribusinya ke negeri sendiri, setelah ditempa di lingkungan Microsoft.
“It’s a great effort what Mr. Bill Gates’ done on Indonesian talents at Microsoft Campus. I expect one day, they will come back here and build up IT industries in Indonesia. I think it’s Mr. Bill Gates obigation, to make sure that they will really come home”, begitu kata pak SBY yang disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari para hadirin.
Sementara itu, sikap Bill Gates selama di atas panggung cukup mendapat perhatianku. Terlihat di foto (klik untuk perbesar), gaya duduknya agak “ndeso” seperti lagi ngewarung
Ketika giliran Bill Gates naik ke atas mimbar memberikan ceramahnya, aku langsung menangkap kesan “sok tinggi / sok jago” yang ia perlihatkan, entah sengaja entah tidak. Tanpa memberikan kata sambutan penghormatan kepada siapa pun (termasuk presiden SBY!), Mr. Gates mengawali ceramah dengan kata “Good morning, all of you”. kemudian langsung nyerocos tentang materi yang ingin disampaikannya. Hueh, gaya bener..
Cara Bill Gates menyampaikan ceramahnya terasa datar-datar saja, dan terkesan serius. Bahkan hampir tidak ada guyonan / hal di luar materi yang ia sampaikan. Akibatnya, bisa ditebak, peserta yang jauh-jauh, capek, dateng dari luar kota mulai “berjatuhan”, seperti mendengar khutbah jum’atan
Otanjoubi Omedetto, Aisaru!
Sok-sokan bahasa Jepang
Alhamduillah tanggal 4 Mei kemarin aku genap berusia 19 tahun. Senangnya ultah pas hari minggu, punya kesempatan untuk berfoya-foya
Aku pengen ngucapin terima kasih kepada semua pihak yang telah berpartisipasi (alah), baik dalam bentuk ucapan selamat, doa, kritikan, masukan, bahkan junks, de el el. Semoga Aisar terus menjadi lebih baik lagi dari waktu ke waktu, seperti yang kalian harapkan
Berikut ini pihak-pihak yang telah terlibat :
Special buat yang nemenin aku di hari Ultah
Ahmad Azkia Romas (kakak nomer 3)
Makasi udah dateng dari Cirebon lebih awal buat nonton UKM bareng, walopun dapet duduknya di kursi ekstension (-_-)”
Makasi juga udah minjemin Vios buat bolak-balik Cibubur-Bandung dengan kecepatan Formula-1
Muhammad Alhan Romas (kakak nomer 4)
Makasi udah dateng jauh-jauh dari Solo, trus ninggalin honey-nya di Cirebon, bela-belain naik bus malem yang ugal-ugalan + sering ngetem (Bus Sumber Bencono, bukan Sumber Kencono ya)
Tutiek Sariastutie (<calon> kakak, insya Allah)
Makasi udah ikutan nonton UKM walopun dengan tubuh yang sempoyongan gara-gara habis dikerjain anak Mesin’07 (pesen nasi buat makrab 250 kotak H-1)
Makasi juga udah jadi pewarna suasana selama perjalanan kita 250 km lebih
************* (identitas dirahasiakan :p)
Maap udah bikin surprise yang gak kira-kira isengnya :p
Makasi udah rela mengorbankan kuis dan tugas-tugas demi tanggal 4 Mei (insya Allah cuman setaun sekali koq he2)
Jangan kaget / ill-feel dengan suasana kakak-kakakku kemarin yang “out-of-control” ya ![]()
Agus Rendi Wijaya (TM’02, pentausiah, penyemangat, pejuang dakwah <alah>
Makasi udah ngajakin ke kajian Hadist yang subhanallah ternyata. Penuh dgn semangat menuntut ilmu dari sumber otentik ulama salafus shalih..
moga-moga bisa ikutan trus, apalagi dapet sajian gratis he3
Assabiqunal Awwalun
Orang-orang yang ngucapin deket jam 00.00 teng
- 00:01:50 Nova (EL’05, bespren lah, temen buat serius sampe ngejunk :D)
- 00:03:27 Ucup (PL’05, kepala Gamais, mo nyalon Pres KM 09, gw dukung lah)
- 00:06:55 Restya (IF’06, adik “angkat”, kayak di film2 kungfu gitu :D)
- 00:09:24 Liza (TI’05 UI, sohib dari Bengkulu, bareng di Sampoerna Found.)
- 00:11:43 EgaDioniPutri (IF’06, hmm.. hmm.. apa ya <speechless> )
- 00:52:08 08382880741 (Siapa ya ini, baru pake Axis nih. Oh, bang Albaz ternyata)
Anak SD Jaman Sekarang..
“saya tau kak, kodenya”
“kode apa?”
“itu, yang banyak hantunya, kak. www.primbon.com”
aku membuka firefox, dan membiarkan si adik menuliskan alamat web tersebut. Mata anak kelas 4 SD itu mulai membelalak saat halaman web terbuka. 3 teman sebayanya turut serta “tenggelam” dalam gambar-gambar mistis, entah nyata entah rekayasa, yang disajikan oleh situs www.primbon.com.

“Eta pocongna nu di handap!” (Itu pocongnya di bawah)
“Emang pocongnya beneran ya?”, tanyaku
“Beneran kak, itu liat aja”
“Ah, kakak juga bisa bikin hantu kayak gitu”
“Bisa emang kak?”
“Bisa dong. Tinggal ditambahin aja bayangan putih-putih ke foto pake komputer. Makanya, jangan langsung percaya sama gambar hantu di internet ya”
Dialog itu terjadi hari minggu kemarin, saat sesi mentoring pembinaan adik asuh Gamais. Awalnya, aku pikir adik-adik kelas 4 SD tersebut belum terlalu familiar dengan laptop dan internet. Maklum, adik-adik asuh Gamais rata-rata merupakan anak yang kurang mampu secara finansial dan bersekolah di tempat yang tidak terlalu “melek teknologi”. Ternyata, dugaanku salah. Mereka tidak asing lagi dengan google, primbon.com, situs-situs mistis, situs-situs cheat game, bahkan situs-situs 17+.
Mereka mengakui mengenal internet dari warnet yang ada di dekat sekolah. Wah, luar biasa. Seingetku, pertama kalinya aku bersentuhan dengan dunia online adalah semasa SMP. Itupun saat warnet masih memasang tarif di atas 7000 / jamnya
Bagiku, ini bisa jadi pertanda baik, tapi bisa juga pertanda buruk apabila keingintahuan dan rasa penasaran mereka tidak dibatasi dengan pendidikan internet yang memadai. Aku kaget saat memperhatikan 4 anak tersebut berselancar di dunia maya, ada salah satu anak yang nyeletuk sebuah alamat situs, dan ternyata anak-anak lainnya memberi respons seolah paham bahwa itu adalah situs dewasa. Naudzubillah..
Apakah pemblokiran situs-situs porno bisa menjadi solusinya? Apa sudah ada program edukasi “internet sehat” ke sekolah-sekolah dasar dan menengah? Aku rasa kita semua patut peduli terhadap masalah ini.
Tentang blog ini..
La Vida, berarti kehidupan
La Lucha, berarti perjuangan
Blog ini adalah penerus dari website pribadi milik Aisar Labibi Romas yang beralamat di http://students.itb.ac.id/~aisar
liat profil lengkap, ato komentarin blog ini?
[klik disini]
-
Archives
- June 2008 (2)
- May 2008 (6)
- April 2008 (5)
- March 2008 (3)
- February 2008 (4)
- January 2008 (4)
- December 2007 (4)
- November 2007 (3)
- October 2007 (16)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS





