Cinta, Nafsu, dan S*ks

Pertanyaan : “Apa bedanya cinta ma nafsu?”

Jawaban : (dari berbagai sumber)

  • “Gw rasa cinta ma nafsu tu sama. ujung-ujungnya nge-s*ks juga. Cinta tu emang ga jauh-jauh dari selangkangan”
  • “gue cm mo jawab…. klo gw lagi nafsu gw pasti cari pelarian buat s*ks…. tapi klo gw lagi jatuh cinta… gw ga’ akan bisa ngelakuin yg namanya S*KS”
  • “Bagi seorang pria muncul awal adalah nafsu baru kemudian cinta. Sedangkan seorang wanita muncul awal adalah cinta baru nafsu.”
  • “hati-hati non cinta n’ nafsu tuh beda tipis banget. kalo s*ks karena nafsu selain timbul karena bisikan syetan, setelah melakukannya akan terselip rasa penyesalan dan dosa dlm nuraninya. tapi kalo s*ks karena cinta selain karena ibadah biar dapet pahala (karna udah suami istri) ada rasa bahagia dan semakin mempererat rasa sayang diantara keduanya.”
  • “Whatever they say…one thing for sure, love and lust cannot go on without s*x…”
  • “jika anda sudah menikah, maka s*ks adalah cinta. tapi jika anda belum menikah maka s*ks adalah nafsu.”

* * *

Aku lagi jenuh aja dari kemarin-kemarin ngeluarin tulisan yang serius-serius mulu. Mana komentar-komentar yang dateng juga ga kalah serius -_-”.

Ngomongin tentang cinta emang ga ada abisnya. Ga keitung udah berapa banyak judul novel, film, lagu, puisi, pidato, bahkan guyonan, ludruk, de el el yang berusaha mengupas “misteri” di balik cinta.

Hubungan antara cinta, nafsu, dan s*ks memang menarik. Jika antara ketiganya tidak ada relasi yang erat, mustahil muncul istilah “making love”, atau “bercinta”, yang konotasinya kurang lebih menggambarkan keterkaitan tersebut. Kemudian dari keterkaitan tersebut muncullah banyak pertanyaan di benak kita :
“Apakah cinta berawal dari nafsu, atau nafsu ditimbulkan oleh cinta?”
“Apakah s*ks merupakan konsekuensi dari nafsu, atau konsekuensi dari cinta?”
“Apakah s*ks membutuhkan cinta?”
“Apakah ada cinta tanpa nafsu dan s*ks?”

Bagiku (ini pendapat pribadi lho, silakan dikoreksi), cinta dan nafsu adalah dua hal yang berbeda, namun punya potensi untuk saling beririsan. Artinya, kita dapat menemukan cinta yang tanpa nafsu (dan s*ks, tentunya), tapi ada kalanya juga (bahkan seringnya) cinta dan nafsu beririsan, sehingga terwujudlah s*ks (halah, terwujudnya), atau at least hal-hal yang “mendekati” itu.

Cinta itu punya pengertian dan aplikasi yang luas. Cinta bisa didefinisikan sebagai perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi terhadap seseorang. Cinta juga merupakan sebuah aksi/kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Objek cinta pun tidak kalah luas. Contoh berikut diambil dari Wikipedia :
1. Cinta terhadap keluarga
2. Cinta terhadap teman-teman, atau philia
3. Cinta terhadap lawan jenis atau juga disebut asmara
4. Cinta yang hanya merupakan hawa nafsu atau cinta eros
5. Cinta sesama atau juga disebut kasih sayang atau agape
6. Cinta dirinya sendiri, yang disebut narsisme
7. Cinta akan sebuah konsep/idealisme tertentu
8. Cinta akan negaranya atau patriotisme
9. Cinta akan bangsa atau nasionalisme

Kalau dilihat dari uraian di atas, ternyata cinta yang berpotensi untuk beririsan dengan nafsu, hanyalah sebagian kecil dari cinta-cinta yang kita rasakan sehari-hari. Thus, hanya sebagian kecil cinta yang berujung pada s*ks. Catatan : Aku memaknai “nafsu” pada konteks tulisan ini sebagai “kebutuhan” (contoh : nafsu makan, nafsu tidur, nafsu “biologis”). bukan “emosi” (contoh : serakah, egois, dendam).

Bilamanakah cinta dan nafsu beririsan?

Kita ambil dulu argumen pertama bahwa, cinta dan nafsu dapat beririsan, yakni pada hubungan antar lawan jenis (asumsi manusia normal).

Bagaimana membedakan interaksi “cinta” dan “nafsu” pada hubungan tersebut?

Mudah saja. Cinta, per definisi, diwujudkan dengan sikap perhatian yang tulus, kasih sayang, rela berkorban, patuh, bertanggung jawab, dan seterusnya. Nafsu, diwujudkan dengan kontak fisik, yang dapat menimbulkan rangsangan (ga usah dikasi contoh ya :p).

Nah, s*ks yang ideal itu merupakan manifestasi dari kombinasi keduanya. Although, ada juga s*ks yang tidak ideal, yakni s*ks yang tidak membutuhkan cinta, ya cuman nafsu doang. Akibatnya muncullah s*ks tanpa ketulusan, kasih sayang, tanggung jawab, dst. S*ks jenis ini lah yang sudah berkontribusi banyak terhadap aborsi, penularan AIDS, kekerasan dalam rumah tangga, maupun putus sekolah / kuliah akibat s*ks kehamilan di luar nikah.

So, what’s the point??

Hoho, sebenernya maksudku membuat uraian seperti ini, cuma mau memberikan pesan moral :
“Wa Laa taqrobuzzina. Innahu kaana faahisyataw wa saa-a sabiilaa”
Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk

Buat kawan-kawan yang sedang jatuh cinta,
atau mungkin tengah merajut asmara dengan pujaan hatinya,
keep it just for love,
jagalah cinta itu sebersih mungkin,
jangan biarkan nafsu bermain di sana,
jangan biarkan kontak fisik mengalahkan kontak batin,
just for a moment, till u get married..
kelak dengan pernikahan,
semuanya akan halal di mata-Nya

* * *

NB : sebenernya postingan ini ditujukan buat seorang kawanku, yang udah berbuat terlalu jauh..

42 Responses to Cinta, Nafsu, dan S*ks

  1. Fajar says:

    basbang ini bos :lol:

  2. yumcatz says:

    Ah, masih tetep serius postingan kata saya, mah…
    Jadi kesimpulannya kapan kamu ngasih undangan ke saya, Sar? :D

  3. Ade says:

    The subject of Sex is difficult to deal with.

    Cinta dan Sex adalah dua subject yang berbeda dan belum tentu beririsan,

    Kita Cinta Tuhan, kita Cinta Rasul, dan sebagainya, tidak ada unsur sex di situ -_-

    Bagaimana kalau ada orang bilang, “saya bernafsu mencintaimu”

    Pasangannya bingung kali ya? *_*

  4. aisar says:

    @ fajar -> argh, ini lah kan.. one-liner ga mutu

    @ yumcatz -> iya, pikir2 jadi serius juga hehe.. curiga maneh ngasi duluan ndre

    @ ade -> waduh, dewa cinta ARC angkat bicara.. ampun kk.. iya lah.. maka’e aq bilang cinta itu sangat luazz…

  5. Angga says:

    NB : sebenernya postingan ini ditujukan buat seorang kawanku, yang udah berbuat terlalu jauh..

    Kowe yang ngajarin ya sar…?? Tobat le tobat… wakakakak… ^_^

  6. albaz says:

    “Wa Laa taqrobuzzina. Innahu kaana faahisyataw wa saa-a sabiilaa”
    Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.

    Kalo ayat ini paling enak pake penjelasannya Pa Asep, yang step by step dari saling padang hingga s*ks.

    Pa Asep pernah cerita ada seorang cowo yang biosa dengan mudahnya ‘maen’ dengan banyak cewe yang dia mau. Begitu ditanya tips-nya apa? kata dia: “Saya ajak ciuman dulu Pa, kalo udah mau, pastu mau juga yang ‘begituan’”… nah lo… tips ini bukan untuk dicoba, cuma ngasi gambaran betapa “jangan mendekati zina” itu penting, bukan sekedar “jangan zina”…

  7. narpen says:

    woo.. bagus, bagus.. postingan untuk teman? tapi temanmu baca ga sar? :D

    @ ade:
    buahaha… tetep ya ni anak.. apaan tuh saya bernafsu mencintaimu.. -.-!

    @ albaz:
    oh gtu ya?? baru tahu.. parah..

  8. restya says:

    whua… ikut2an nulis beginian…
    ckckck…
    coba baca artikel versi ilmiah yang ini :
    http://restya.wordpress.com/2008/01/15/talk-about-love-part-ii-how-deep-is-your-love/

  9. aisar says:

    @ angga -> enggaklah, aing kan ikhwan sejati, lebih tepatnya : ikhwan EL sejati wakakaka

    @ albaz -> setuju baz. klo ciuman semakin biasa di kalangan muda indo, ga lama lagi freese*ks juga bukan sesuatu yang tabu lagi. So, STOP ADEGAN CIUMAN DI FILM INDO

    @ narpen -> temenku baca koq, malah udah komen dia. cek aja komentar nomer 5 :))

    @ restya -> -,-” malah numpang mejeng link

  10. aisar says:

    @ angga -> enggaklah, aing kan ikhwan sejati, lebih tepatnya : ikhwan EL sejati wakakaka

    @ albaz -> setuju baz. klo ciuman semakin biasa di kalangan muda indo, ga lama lagi freese*ks juga bukan sesuatu yang tabu lagi. So, STOP ADEGAN CIUMAN DI FILM INDO

    @ narpen -> temenku baca koq, malah udah komen dia. cek aja komentar nomer 5 :))

    @ restya -> -,-” malah numpang mejeng link

  11. restya says:

    lha…kan biasanya aq yang nulis ginian
    mpe ada category khusus gitu…

    situ yang ikut2an, artikelnya malah radha2 vulgar…puf2…
    klo g disensor (dikasih asterik), pasti udah kena cumi, tuh…

  12. aisar says:

    iya emang sengaja di-asterisk biar ga kena cumi + ga kena sensor dari pemerintah hehe..

    vulgar?
    aku ga sedang berbicara dgn org yang jabat tangan ma lawan jenis aja ga mau..

  13. restya says:

    sembuarang…
    tapi mau request yang lebih dalem pembahasannya, dunk…

    *tidak mudah percaya pada opini orang, terutama yang punya blog ini :D

  14. KnightDNA says:

    mana ini yang ditunggu2 buat komen kok belum datang2… hehehe… [sambil celingak-celinguk]

    btw, blogrollku tolong diganti ya, Sar… udah lama pindah nih…

  15. ikhfa says:

    hmm.. masih harus banyak belajar tentang ini..

  16. aisar says:

    @ KnightDNA -> udah koq, komennya “orang itu” udah via japri :D

    @ ikhfa -> wah, padahal aku berharap mendapat tambahan info dari “pakar” dakwah SMA kita satu ini..

  17. scooterboyz says:

    Ini dia..

    Coba kita tanya ke alwin ttg aisar..:rofl:

  18. cinta itu karunia
    seks itu indah
    zina itu haram
    haram itu kesukaan syetan
    manusia pezina adalah sahabat syetan
    tetapi manusia penggemar zina tidak semua pezina

  19. bbay says:

    jangan cuma atas nama cinta doang kalo mencintai seseorang tapi atas nama Allah swt, dengan begitu kita bisa tau batasan2 bagi yang benar2 ingin mencintai seseorang dan insyaallah akan dilindungi pada-nya. kalo khilaf tinggal taubat aja.. tapi ingat ya resikonya tanggung sendiri di akhirat nanti. lam kenal tuk smuanya.

  20. hamdan says:

    ketika cinta atau nafsu( bingung jadinya Ya) mengalahkan segalanya, maka yang ada adalah bablaaaaas

  21. RI_NYO says:

    CINTA ITU EMANG NAFSU TANPA ADA NAFSU CINTA NGAK KAN BERLAKU SLM KNL CMUANYYA……

  22. bunda says:

    MAU UANG??? BURUAN GABUNG!!!

    GRATIS 27 DOLAR HANYA 30 MENIT

  23. Cinta dan nafsu memiliki hubungan simboisis yang sangat kuat, keduanya satu tapi berbeda, berbeda tapi satu. cinta hampir 99% mengandung nafsu, cinta dalam bentuk apapun. Nafsu tidak selamnya mengandung cinta, sebuah keping mata uang.

    Keduanya memiliki dampak yang sama-sama, sama baik dan juga dampak sama jelek. karena keduanya membutuhkan komondo yaitu akal pikiran manusia.

  24. semua orang bebas berkomentar apapun tentang cinta dan nasfu, komentar dan pendapatnya adalh sebuah makna dari pengalaman sang komentator, karena tidak ada sebuah difinisi yang lengkap untuk memaknainya. Jika sang pemilik blog ini mengatakan cinta itu ujung-ujungnya adalah hanya sekedar ngesek atau sekitar selangkangan, itu benar saja, minimal kebenaran dari pengalaman sang penulis. Apapun yang ditulis orang tentang cinta dan nafsu saya katan 100% semuanya adalah benar-, karena hal tersebut adalah merupakan sebuah kebenaran impiris dari sang penulis.

    Makna cinta dan nafsu sebagai lambang dari empiris saja, karena keduanya adalah rahmatan lil alamin dari Allah.

  25. makna cinta, nafsu dan seks, tidak ubahnya sama dengan kesimpulan saya adalah bahwa BERZINA ITU INDAH, sesuai artikel saya berikut ini, bahkan dari artikel ini juga akan saya terbitkan buku BERZINA ITU INDAH, dari buku ini akan memaknai cinta, nafsu dan seks secara utuh berdaarkan impiris dan perjalanan saya.

    BERZINA ITU INDAH

    Pekanbaru 00.12 BBWI tgl, 21 Mei 2009
    Created by : M. Imron
    Hidup terasa indah dengan hadirnya cinta bersama kekasih hati yang saling mengasihi, memberi dan menerima pelukan, belaian, cumbuan, rayuan serta manisnya kata-kata asmara. Terasa sukma penuh gairah dengan tatapan-tatapan wajahnya yang cantik jelita, tampan rupawan. Segalanya berbunga-bunga hingga jatuhnya hasrat, gairah yang tertuang dalam ranjang cinta. Puncak nikamt kasih keindahan cinta terasa lega pada saat-saat detik akhir tumpahnya air putih suci yang tersembur kedalam gua surga sang kekasih. Begitu juga detik-detik dimulainya tekanan-tekanan keras terasa lembut menembus hingga ke ulu hati dan melayang terbang terbuai dalam mimpi pelukannya. Dua insan telah menyatu padu, menumpahkan segala hasrat jiwa, tanpa peduli bahwa dia belum tercipta dalam sebuah hubungan pernikahan. Terasa indah segalanya, terasa nikmat hidup yang dilaluinya. Siapa yang tidak suka, siapa yang tidak mencarinya, siapa yang tidak berani berkata bahwa berzina itu indah?
    Sudah bukan rahasia lagi bahwa memang berzina itu indah. Kenyataan telah beredar, keindahan perzinahan telah membudaya dan sudah dinikmati oleh muda-mudi dalam usia dini. Bukan sesuatu yang tabu kalau kita berpacaran, bukan jamannya berpacaran tanpa ciuman, bukan ciuman kalau tanpa rabaan dan belaian, ciuman dengan rabaan dan belaian suatu kenikmatan bila dilanjutkan langsung dimasukkan, ditenggelamkan dengan penuh kemesaraan. Oh….. indahnya perzinahan.
    Berzina itu indah, indahnya berzina terletak pada nikmatnya bersenggama tanpa doa restu kedua orang tua. Berzina itu indah, karena anak muda telah meniru prilaku orang tua. Orang tua sering berzina diluar pernikahannya dengan wanita-wanita yang lebih muda. Tidak salah kalau anak muda melakukan berzina seperti orang tua sebelum yang muda dihabiskan oleh orang tua. Orang tua dan anak muda sudah sama-sama berzina sebagai prilakunya. Keindahan berzina sudah tidak ada batas usia tua atau muda, semua sudah membudaya bercinta dengan berzina.
    Mengapa anak muda berzina? Yang jelas berzina itu indah dan sesuatu yang sangat amat nikmat. Indahnya karena sudah terlupanya dosa –dosa didalam dirinya, bahkan sudah terlupakan hakekat zina adalah turunnya nilai jiwa manusia menjadi bukan manusia. Sudah tidak perduli nilai manusianya dirinya orang-orang yang telah berzina, bahwa indahnya berzina adalah tertutupnya jiwa pada dirinya oleh kebutaan pikiran yang sudah melupakan hakekat adanya Tuhan. Keindahan yang dibuat tanpa hadirNya, restuNya Tuhan adalah keindahan yang akan membunuh dirinya sendiri kedalam ruang kehampaan pikiran, kegelapan pikiran, kenistaan pikiran hingga terwujudnya duka nestapa. Hilangnya ketenangan jiwa dan keluarga telah diambil oleh indahnya berzina.

    Hasrat berzina timbul dari bersatunya pikiran dengan perasaan dimana tanpa kehadiran Tuhan. Kehampaan pikiran timbul dari banyaknya permasalahan, sulitnya menghadapi kehidupan. Indahnya berzina menjadi solusi terciptanya bahagia yang bersifat hanya sementara. Manusia sudah menjadi buta jiwanya hingga mencari bahagia dengan menikmati indahnya berzina. Wanita mengorbankan mahkotanya pada pria karena tertutupnya oleh rasa indahnya berzina dengan orang yang dicintainya. Pria melakukan berzina pada hakekatnya karena pikirannya telah menikmati sesuatu yang indah dari orang yang dicintainya. Rasa cinta tanpa melihat akan kodratnya sebagai manusia beragama maka dia telah melahirkan beberapa penyakit yang mempengaruhi jiwanya. Penyakit yang paling bahaya adalah hadirnya duka nestapa dan hilangnya rasa bahagia didalam pikirannya. Mental seperti inilah yang menyebabkan kita dapat melakukan, menikmati indahnya berzina. (created by : M. Imron)

  26. puspa says:

    assalamu’alaikum wr.wb..nice articel^^v
    masi di jepangkah??ow y berarti aisar dah lulus dr itb y?good luck 4 u..may be someday my dream come true, go to japan..ganbatte!!wassalamu’alaikum wr.wb

  27. Hernanda says:

    Ya,antara Cinta dan Nafsu juga ngga jauh lah
    Qta smua juga tau,apa yang disebut cinta dan apa yg disebut nafsu,tapi semua itu akan kembali kepada diri kita masing-masing.Bagaimana cara kita memperlakukan cinta dgn setulus hati . . . .

    ^_^

    • H.e.r.n.a.n.d.a says:

      Buat Semua Remaja INDONESIA

      Jangan sia”kan Cinta yang telah di Anugerahi kpd mu,dan balas lah Kasih Sayang Itu Dengan Sesuatu yang terbaik,Terindah, dan Penuh Perasaan . . . .

      ~_~

  28. semar says:

    cinta & nafsu kayaknya beda deh.. tapi ke dua-duanya bisa membuat orang jadi larut kehilangan logika.. maka menurut saya kedua duanya harus terkontrol, harus bisa menempatkan pada tempatnya..

  29. wawan says:

    aku tak dapt bicara apa apa krn cinta tnpa nafcu dan akhirnya ngesex udah pasti terjalani,aku jg ngak tau kok bisa begitu mungkin inilH KENp ISLm melarang pacaran

  30. Bhapakmu says:

    Cinta tanpa nafsu bakal kagak punya anak, bisa selingkuh ama yang laen. Nafsu tanpa cinta nama.x cinta nafsu.bikin ketagihan kena penyakit lho.hiii.

  31. Kang Hanif says:

    gua banget tu cuy, pngen sgra nikah ^^

  32. Yeni Novita says:

    good…i like it….

  33. inndah says:

    very nice..

  34. gegeTEUK says:

    aku ngerti…aku ngerti tentang ini,
    tapi gimana caranya agar dia ngerti tentang ini?

  35. carnia says:

    apa meningan ga pacaran aja sekalian ?

  36. Dinda says:

    Bagi aq jngn terllu bnyk cinta, karena bg ku cinta bs mmbutakan sglnya, brkbtkan fatal. Dan kalau kita mencintai ssorang emangnya cinta bs bikin kenyang kalau mencintai seseorang kita hrs mmdang harkat dan martabatnya jd kalaunya berumah tngg akan bahagia.

  37. etak says:

    postingan yang indah dapat di jadikan referensi

  38. Iemaa zaa says:

    Aku bingung dngan itu semua .
    Katanya klo qta egg mau s*ks dlam hubungan ,itu sama aja klo qta egg cinta . :/

  39. Anonymous says:

    jangan membedakan kata cinta dengan kata kata …
    jangan beri contoh cinta dengan kata kata …
    toh cinta itu sebuah perasaan Beda KATA , Beda Contoh tentu beda penapsiran …
    makanya bnyak semuaorang yg mencari cari arti kata yg pas dari arti CINTA , sampai kapanpun tidak ada yg bisa mendepinisikan yg Real apa arti dari cinta itu ..
    jikamau lebih baik dalammenjalin CINTA .. lebih baik Rubah dari kata menCINTAI menjadi MENYAYANGI .. knp begitu ??
    karena CINTA : Emosi dan perasaan yg main
    SAYANG : Perasaan yg main ..
    ini cman pendapat .. semua orang pasti punya pendapat masing masing

  40. What’s Taking place i am new to this, I stumbled upon this I have found It positively useful and it has helped me out loads. I hope to give a contribution & aid other customers like its aided me. Good job.

  41. You could definitely see your skills in the work you write. The arena hopes for even more passionate writers such as you who aren’t afraid to say how they believe. At all times follow your heart.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 2,225 other followers

%d bloggers like this: