Mudah Migrasi dari Windows ke Linux (Menggunakan Ubuntu)
Banyak teman-teman yang bertanya, buat apa sih menggunakan Linux? Bukankah Windows sudah sangat powerful untuk kebutuhan kita sehari-hari?
Aku katakan, Linux (dan Open Source Software lainnya), adalah masa depan kita. Suatu saat nanti akan datang masa, dimana pembajakan benar-benar menjadi sesuatu yang tabu. Jangan berharap lagi bisa membeli CD Windows, Office, Games, dengan kocek 10 ribu rupiah. Beli Windows 1 juta, Office 1,5 juta, Photoshop 6 juta, Corel Draw 4 juta (ini harga beneran saat ini lho, cek aja www.bhinneka.com). Hoho, padahal komputer kita paling cuman 2,5 juta. Untuk masyarakat Indonesia yang beli komputer aja masih susah, keknya emang ga rasional banget harga software segitu. Makanya, ke depannya, penggunaan Open Source Software akan menjadi alternatif yang sungguh kita butuhkan, bagaikan oase di tengah Gurun Sahara (alah). Bayangin aja, fungsi-fungsi yang kita pakai dari software berharga jutaan di atas, bisa kita dapatkan dengan harga nol rupiah, bener-bener free tanpa membajak.
So, kenapa ga mulai dari sekarang? Migrasi dari Windows ke Linux itu gampang banget kok, ga sesusah atau serumit yang banyak dibayangkan orang. Aku sendiri udah full menggunakan Linux, tanpa Windows, sejak hampir 3 bulan yang lalu. Dan dari pertama kali memakainya keknya udah familiar banget lah, wong sama-sama pake mouse dan keyboard koq
Jangan takut juga data-data yang di Windows ga bisa kebuka di Linux, Salah Besar! Dokumen-dokumen-ku, file excel, power point, gambar, music, video, e-book, yang semula di Windows, semuanya bisa aku akses dengan mudah dari Linux. Sudah siap untuk menyambut masa depan? Silakan ikuti langkah-langkah selanjutnya untuk memulai. Read more »
Koleksi Awal (Part 2)
Moncong pesawat dan latar belakang awan yang indah
Batas antara langit dan lautan yang luas di permukaan bumi Read more »
Koleksi Awal (Part 1)
Hoho, posting juga di kategori “Fotografi Ngiseng”. Sebenernya aku bukan orang yang jago atomendalami fotografi, cuman suka iseng aja foto-foto klo pas ada momen menarik. Ini ada beberapa hasil foto yang aq suka. Blom tentu bagus si emang, tapi kali aja ada yang mo minta ukuran gedenya buat jadi wallpaper / koleksi hehe
Klo anda seorang pakar fotografi, ato setidaknya lebih tau masalah foto, sok aja dikomentarin / diejekin / dicacimaki.. Mudah-mudahan berguna bagiku ke depannya..
Suasana malam hari, di salah satu sudut pasar di Selatan Bandung. Aku suka ngeliat lampu-lampunya aja, seragam gitu..
Tornado, permainan yang relatif baru di Dufan. Lucu banget, keliatan orang diputer-puter n’ disemprot air dari bawah Read more »
Oli Top-One, Penipuan Publik?
Pakai oli Top-One, oli sintetis dari Amerika, oli yang paling banyak dipakai artis (sampai-sampai dapat penghargaan dari MURI segala). Kita semua pasti sudah ga asing dengan iklan-iklan yang kerap muncul di layar kaca tersebut. Aku sendiri bukan orang yang tertarik di bidang otomotif, jadi ga terlalu merhatiin seputar masalah oli. Gambaran yang aku tangkep dari iklan itu, Top-One adalah oli yang berkualitas tinggi, sehingga otomatis harganya pasti mahal, dan cuman dipake sama orang-orang berduit yang punya kendaraan-kendaraan mewah. Kurang lebih seperti itu lah.

Sampai suatu hari, aku berbincang-bincang dengan seorang Manager Bengkel Toyota Auto 2000 Cirebon (yang ga lain adalah kakakku ndiri). Dia cerita, ada kliennya yang mengalami masalah serius dengan mesin Land Rover-nya. Setelah diteliti lebih detil, klien tersebut mengaku sebagai pelanggan setia oli Top-One. Kontan seisi bengkel tertawa dibuatnya. “Hari gini, masa’ masih pake Top-One, Pak. Land Rover pula”, ujar Kakakku. Spontan aku bertanya, “Lho, bukannya Top-One itu yang paling banyak dipake artis?”. “Iya, itu payah banget. Penipuan Publik”, ujar kakakku sambil mengawali cerita.
“Top-One itu boong besar. Ga ada, merk Top-One di Amerika, coba aja cek ke sana. Udah gitu, ngakunya oli sintetis, padahal harganya lebih murah dibanding oli-oli semi sintetis dari Shell, Castrol, Penzoil, dll”. Menurut kakakku, di kalangan Bengkel, udah jadi rahasia umum klo Top-One tu sebenernya oli kualitas dua, yang diambil dari pabrik Pertamina! Iya, cuman dibungkusin aja. Tapi, “penyelundupan” dari Pertamina itu licin banget, bahkan ga semua orang Pertamina tau tentang kerjasama itu. Cuman beberapa top-level management-nya aja yang tau. Terus, yang lebih lucu. Pabrik-pabrik yang diperlihatkan di iklan Oli Top-One, ternyata cuman model doang, n’ biasa dipakai siapa aja buat keperluan advertising. Read more »
Rambu-Rambu Ga Penting Di Jalan Tol
Aku lagi di Jalan Tol Cipularang saat menulis ini. Dari dulu aku penasaran banget sama rambu-rambu di jalan tol, yang bagiku (dan mungkin bagi pengendara mobil lainnya juga), kebanyakan yang ga penting alias ga guna. Coba kita lihat satu persatu.
“Dilarang Mendahului Dari Sebelah Kiri”
Kenyataannya, jalan tol kan ada beberapa lajur. Wajar aja, misalkan pas kita ada di lajur tengah, terus mobil yang di lajur kanan lebih lambat, otomatis kita “mendahului dari sebelah kiri” mobil itu. Ga akan membahayakan siapa-siapa kok, toh mobil biasanya jalannya lurus, ga zig-zag, ato sering pindah-pindah jalur gitu.
“Maksimum Kecepatan : 100 km/jam, Minimum Kecepatan : 60 km/jam”
Rambu-rambu ini buatku ga make sense banget. Apa berarti mobil tua yang larinya 50 km/jam ga boleh masuk jalan tol? Bukannya otomatis, klo ada yang jalannya lambat, pasti disalip ma mobil yang lebih cepet. Masa ditabrak dari belakang. Udah gitu, kecepatan maksimum ya sebenernya tergantung traffic-nya juga. Klo emang kosong abis, lari 150 km/jam juga fine-fine ajah, toh ga bakal ada orang (pejalan kaki) yang nyebrang kan, di jalan tol. Klo mo nentuin batas atas, boleh lah, tapi 100 km/jam tu udah biasa banget di jalan tol. Paling ga maksimum 200 lah, ato 180 km/jam.
“Dilarang Melewati Bahu Jalan”
Secara bahu jalannya luas, dan muat dilewatin bis. Emang sih, bahu jalan buat klo ada mobil yang bermasalah, ato mungkin sopirnya pengen pipis dulu. Tapi, kenyataannya, jarang banget ada kasus begitu. Aku hitung-hitung, lebih dari 120 km jalan tol Jakarta-Bandung, paling ada 3-4 mobil yang terlihat nongkrong di bahu jalan. Ya sudah, kenapa tidak dimanfaatkan untuk nyalip
Tapi dari semua paparan di atas, yang paling lucu : hampir ga pernah ada mobil distop sama polisi jalan tol, gara-gara mendahului dari sebelah kiri, atopun melaju dengan kecepatan 150 km/jam. Klo yang nyalip dari bahu jalan, ada-lah beberapa yang kena. Jadi, kayak udah kebiasaan aja, peraturan dibuat untuk dilanggar, n’ yang lebih parah lagi, penegak peraturan juga ga ngannggep itu sebuah pelanggaran. So, ga make sense banget kan rambu-rambu itu.
Nginstall Dual Boot Windows-Linux
Akhirnya, posting juga di topik Linux Newbie.. Awalnya sih posting pertama mo dimulai dengan langkah2 nginstall Linux buat newbies. Tapi yang sempet ditulis malah yang ini dulu, gapapa lah..
Klo ada yang udah baca postinganku “Hapus Windows Anda Sekarang Juga…“, kesannya ekstrim banget yah pandanganku terhadap produk-produk Microsoft. Trus kenapa sekarang malah posting nginstall dual-boot?? Ya, kebanyakan orang yang aku temuin masih tergantung banget ma program-program yang jalan di Windows. Bahkan si Wildan mengakui, di Macbook-nya keinstall Office 2007 pake VM-Ware, ck ck bela-belain banget. Padahal Open Office ga kalah bagusnya, cuman doi bilang ga kebiasa make OOffice aja.
Ya sudah, buat kalian yang tertarik nyoba Linux tapi ga mo kehilangan Windows, bisa dicoba nginstall dual-boot. Aku nyontohinnya pake Ubuntu, tapi should be fine pake distro lain semisal Fedora cs, Knoppix cs, Mandriva, dll. Diasumsikan, Windows n’ Linux diinstall di harddisk yang sama sehingga MBR (Master Boot Record)-nya cuman satu.
Ada 3 skenarion dalam instalasi dual-boot :
1. Windows diinstall duluan, lalu Linux diinstall belakangan
Ini cara yang paling gampang, karena secara otomatis boot-loader Linux akan mendeteksi ada Windows, dan memberikan menu untuk masuk ke dalamnya. Klo pake Ubuntu, boot-loadernya adalah Grub. Setelah berhasil menginstall Windows dan Ubuntu, maka Grub akan tampil saat kita booting, dan memberikan pilihan mau booting ke Ubuntu apa Windows. Simpel, ga butuh setting macem-macem
2. Linux diinstall duluan, baru Windows belakangan
Klo kayak gini mending format aja Windows-nya, pake Linux doang hehe (becanda jep!). Masalah utama pada skenario ini adalah : Windows mengoverwrite MBR dengan boot-loadernya ndiri (sehingga Grub-nya Linux mati), tapi Windows ga mau ngedeteksi adanya Linux (sehingga ga ada pilihan buat booting ke Linux). Jadi walopun udah nginstall Ubuntu n’ Windows, tapi karena menu untuk masuk Ubuntu ga ada, jadilah kita cuma bisa booting ke Windows. Tuh, bayangin, kurang baek apa coba Linux mau ngedeteksi Windows, tapi balasannya kok gini (air susu dibales air hina — apacoba).
Tenang Jep! Solusinya, kita bakal overwrite lagi MBR dengan Grub. Caranya :
- Booting menggunakan Rescue Disk / Live CD Linux. Coba cek keterangan di distro masing-masing. Klo Ubuntu pake aja Live CD-nya
- Klo udah masuk, jalanin perintah di bawah ini dengan privileges “root” (tambahkan “sudo” di depan tiap perintah, buat Ubuntu)
- sudo grub //setelah itu akan masuk ke program grub dengan tanda “grub>” di terminal
- root (hd0,0) // ganti “(hd0,0)” sesuai dengan setting harddisk-mu, yakni root-nya instalasi Linux. “(hd0,0)” menunjukkan instalasi Linux ada di harddisk pertama, partisi pertama.
- install (hd0) // ini berarti menginstall Grub ke MBR harddisk pertama, menggantikan MBR Windows yang rese’
- quit // keluar dari program Grub
- sudo vim /boot/grub/menu.lst // edit file menu.lst dengan editor sembarang
- cari baris pendefinisian Operating System, biasanya di paling bawah file
- tambahin baris sebagai berikut untuk ngedefinisiin Windows :
- title Mikocop Windossss
- rootnoverify (hd0,2) // ganti dengan partisi Windows diinstall, contoh ini berarti di partisi ketiga
- makeactive
- chainloader +1
- save aja file-nya
- sudo grub //setelah itu akan masuk ke program grub dengan tanda “grub>” di terminal
- restart komputer, terus pastikan Grub sudah bisa booting ke Linux n’ Mikocop Windosss
3. Entah mana yang diinstall duluan, pokoknya jadi ga bisa booting!
Kasus ini terjadi misalnya pas nge-repair Windows, ato ngutak-atik partisi harddisk, ato nambah harddisk baru, dll. Solusinya, mirip seperti yang skenario ke-2 tadi. Masuk ke Rescue Disk / Live CD, trus pastiin Grub keinstall di MBR, trus pastiin settingan kayak (hd0,0), (hd0,2)-nya sesuai sama keadaan harddisk sekarang. Jadi, pastiin dulu skema partisi harddiskmu, misalkan pake program gparted (buat Ubuntu). Terus, jangan lupa juga buat ngecek file “/etc/fstab” di Linux, dan pasttin settingannya bener, sesuai partisi-partisi yang ada. Klo bingung ente posting pertanyaan kesini aja lah..
Semoga membantu para Linux Newbie seperti daku.. ![]()
Chatting Sama Robot (Bosen Sama Manusia Terus)
Setelah sesi kuliah Artificial Intelegence kemarin berakhir, tiba-tiba beberapa teman sekelasku punya kesukaan baru : Chatting dengan robot. Ceritanya berawal saat Dosen kami menunjukkan sebuah website yang beralamat di : http://www-ai.ijs.si/eliza/eliza.html. Di sana, kita dapat berbicara (chatting) dengan sebuah chatbot (sebutan untuk robot chatting) yang bernama Eliza.
Cobalah ajukan beberapa pertanyaan (dalam bahasa Inggris, tentunya) kepada Eliza. Kita akan segera menyadari bahwa Eliza ini tidak pinter-pinter amat, kalau ga boleh dibilang bodoh (bahkan aku lebih suka menyebutnya sebagai produk dari Artificial Stupidness). Dia sering mengulang-ngulang kata yang kita ketikkan. Selain itu, sangat terlihat kalau dia tidak mengingat apa pun, melainkan hanya menjawab berdasarkan dari pertanyaan yang diajukan saat ini saja.
Nanti dulu, ternyata Eliza memiliki beberapa varian. Cobalah ketikkan “Eliza” di Google, dan ternyata aku mendapatkan sebuah website lagi : http://www.manifestation.com/neurotoys/eliza.php3. Tapi, Eliza di website ini ternyata tidak memiliki perubahan signifikan dengan yang sebelumnya. Paling tidak, si pemilik situs sudah mengakuinya dengan menuliskan :
Note: Eliza is dumb! This is common knowledge. Please don’t write to me telling me she’s dumb, or how to fix it. If you don’t like the way she works, you can change the code yourself. Just view source on this page to see the javascript, and save it to your hard drive. Then do a search for javascript documenation, and you should be able to make Eliza act any way you want. ![]()
Read more »
Hapus Windows Anda Sekarang Juga! (Pakai yang Open Source)
Beberapa waktu yang lalu aku dimintai tolong oleh seorang teman. Dia baru saja membeli sebuah laptop Acer keluaran teranyar dengan prosesor Core 2 Duo. Walaupun tertulis “Acer merekomendasikan Windows Vista”, ternyata tidak ada pre-installed Windows apapun di dalamnya, hanya distro Linux edisi “light”. Toko menawarkan untuk menginstallkan Windows Vista original dengan harga 500 ribu, namun dia memilih untuk meminta bantuanku menginstall Windows XP, dan aku pun menyanggupinya (secara komputerku memang sering kuformat-install ulang)
Prosedur standar peginstallan Windows kulakukan. Namun, tiba-tiba aku menemukan hal yang sungguh mengherankan : Windows tidak dapat diinstall dengan alasan “no harddisk detected”. Yang bener aja, wong di BIOS udah kedeteksi, n’ pre-installed Linux pun bisa mendeteksinya. Ternyata setelah Googling aku nemuin bahwa si installer Windows XP ga punya driver buat SATA yang dipake Acer. Lah, lucunya, orang-orang yang bernasib sama denganku menemukan klo justru Windows 98 bisa langsung diinstal + ngedeteksi harddisk SATA Acer tanpa masalah. Solusinya biar installer Windows XP bisa jalan, si driver SATA yang hilang itu mesti ditaro dulu di FLOPPY DISK (ga jaman banget kan). FLOPPY DISK yang 3,5 inch itu, mungkin bisa dicari di museum-museum perjuangan komputer nasional :p
Akhirnya, karena males mencari barang purbakala itu (ga purbakala banget si), aku install aja Windows Vista bajakan. Kenapa ga yang original? Yah, kan Indonesia udah beli 35.496 lisensi Windows dari Microsoft lewat MoU ga jelas tahun kemarin itu. Anggep aja 1 lisensi buatku, masih sisa 35.495 kan :p Instalasi Windows Vista yang simpel itu berjalan lancar, tapi menurutku terlalu minim fasilitas. Contohnya, kita ga bisa nentuin program/komponen Windows apa aja yang mo diinstall (baru bisa dilakukan setelah Windows terinstall). Setelah berhasil login, tampilan “aero” yang katanya keren segera mewarnai desktop. Yah, klo yang udah pernah pake skin Vista transformation di WinXP pasti tau.
Aku mulai mencari-cari, apa sih improvement dari Vista. Hal yang pertama aku tau, di Vista udah ada ada sistem file-permission security. Sistem ini contohnya, otomatis membuat file/folder yang kita buat tidak dapat diutak-atik oleh user lain. Lucunya, sistem begini sebenernya udah terimplementasi di Unix (dan kawan-kawan : Linux, BSD) sejak belasan tahun lalu. Pas aku nginstall program-program standar : Winzip, WinRAR, Winamp, dan win-win lainnya, aku mulai kesel dengan ulah sistem security si Vista. Baru ngeklik satu program, tiba-tiba “diing” berbunyi trus keluar pesan “Apakah anda akan menjalankan program ini? Hati-hati lho, siapa tau ni program bermasalah” (terjemahan bebas :D). Intinya, Vista ketakutan banget kayaknya sama virus, jadi tiap kita mo ngebuka program apa pun, dia konfirmasi dulu. Parahnya, jawaban konfirmasi kita ga bisa disimpen. Jadi terus aja keluar pesan gitu walopun kita udah pernah ngejalanin program itu berkali-kali.
Buatku, Vista ga lebih dari sekedar improvisasi tampilan. Omong kosong aja lah fitur-fitur barunya yang bikin kesel itu. Puncak kekesalanku terjadi pas nginstall driver emulator DVD (pake Alcohol), tiba-tiba Vista masuk ke layar biru, daan.. tidak dapat masuk ke dekstop lagi walapun komputer udah direstart berulang kali. Cukup sudah. Walaupun bisa direcover menggunakan DVD installernya, tapi aku udah terlanjur ga bisa memaafkan Vista yang udah bikin kesel dengan bunyi “diing”, n’ ngabisin waktu dengan layar birunya. Read more »
Pengalaman Beli Kamera Digital (Worthed ga sih)
Beberapa waktu yang lalu aku mengakuisisi (membeli) sebuah kamera digital, Canon Powershot seri A430. Cuma 4 megapixel, memori bawaan 16 MB, 4 optical zoom, pake batre ukuran AA. Harga kameranya aku beli 1 juta pas, di BEC. Karena memorinya kurang gede + blom ada batre charger + mesti beli case pelindung, akhirnya total-totalnya abis 1 juta + 75 ribu + 120 ribu + 40 ribu = 1.235 juta.
Sebelum beli aku sempet ragu-ragu, worthed ga ya aku beli kamera digital mpe sejuta lebih (maklum mahasiswa). Pertama, banyak kamera yang 4-5 megapixel dengan harga miring 500-700 ribuan (contoh : mpix, spectra). Kedua, emang ga cukup pake kamera HP, toh paling cuman buat diliat di komputer aja, n’ motret-nya jarang-jarang. Ketiga, pas beli aksesoris (kayak memori tambahan, charger, n’ camera case) aku sensitif banget sama harga, terutama pas beli batre + chargernya. Kata penjualnya yang bagus mah yang di atas 100 ribu.
Akhirnya aku berpikir, beli kamera untuk investasi jangka panjang juga. Mungkin sekarang pas mahasiswa blom terlalu sering dipake. Tapi ntar klo wisuda, trus nikah, punya anak, wah pasti dong banyak momen-momen yang pengen diabadikan. Untuk itu, aku ga mo beli kamera yang asal bisa jepret. Kualitas gambarnya mesti bener-bener diperhatiin, terutama kan banyak kamera murah yang gagal klo motret malem-malem (atau sedikit cahaya).
Aku sempat kepikiran buat beli HP baru yang kameranya udah 2 megapixel ke atas. Sepertinya udah cukup banget buat foto-foto. Hmm, tapi ternyata kualitas hasil jepretannya ga sebanding sama harganya
Masih lebih bagus kamera digital yang 500 ribuan hehe. Ya wajarlah, kamera yang nempel di HP ngelawan kamera yang bener-bener kamera. Akhirnya aku memilih untuk tidak mengikuti falsafah orang Indonesia (pengen semuanya serba ada di dalam satu wujud). Read more »
AMS, Jarkom Bebas Pulsa
Pernah mendengar istilah “Tukang Jarkom”? Ya, profesi ini sudah menjamur baik di himpunan-himpunan, unit-unit kegiatan mahasiswa, bahkan dapat pula ditemukan pada beberapa prodi yang rajin mengirim SMS kepada dosen-dosennya untuk menyampaikan suatu informasi. Metode para Tukang Jarkom juga bervariasi, misalnya dengan mengirim SMS disertai urutan nomor tujuan berikutnya pada bagian akhir pesan. Metode lain yang mulai marak akhir-akhir ini adalah menggunakan jasa pengiriman SMS gratis yang bisa diakses lewat internet. Dua portal milik Indosat, yakni M3-Access(www.m3-access.com) dan Matrix-Centro(www.matrix-centro.com), tercatat menjadi penyedia layanan SMS gratis yang paling populer di kalangan Tukang Jarkom.
Tidak ada makan siang gratis, begitu kata pepatah. Walaupun M3-Access dan Matrix-Centro mempersilakan anda mengirim SMS sebanyak-banyaknya secara cuma-cuma, beberapa ketentuan juga mereka berlakukan. Pertama, panjang SMS anda tidak dapat melebihi 124 karakter. Kedua, pesan yang tekirim juga akan dibubuhi iklan-iklan sponsor pada bagian akhirnya. Ketiga, fungsi pengiriman SMS pada website keduanya telah diatur untuk hanya membolehkan 10 nomor penerima pada setiap kali pengiriman. Artinya, jika ada 100 nomor penerima yang ingin dijarkom, butuh 10 kali menginputkan data. Apabila rata-rata waktu untuk sekali penginputan dan pengiriman adalah 2 menit, maka butuh 20 menit untuk menjarkom 100 orang. Padahal unit sekaliber KM memiliki ribuan massa yang ingin dijarkom seperti pada event pemilu beberapa waktu yang lalu. Tentu, Tukang Jarkom tidak punya waktu berjam-jam untuk melakukan itu semua.
Kabar baiknya, para Tukang Jarkom kini dapat memanfaatkan software bernama “Aisar Millions SMS (AMS)”, yang saat ini sudah memasuki versi 2.1, untuk menyebarkan ribuan bahkan jutaan SMS hanya dalam beberapa menit. Software ini dikembangkan oleh Aisar EL’05, salah satu kru ARC yang doyan ngoprek berbagai macam teknologi software. Software berukuran 72 kB ini dapat diunduh dari alamat http://students.itb.ac.id/~aisar menu “download”. AMS tidak membutuhkan instalasi, namun sebelum menjalankannya, pastikan komputer anda telah terinstall Microsoft .NET Framework 2.0 (dapat diperoleh dari alamat yang sama). Read more »
Tentang blog ini..
La Vida, berarti kehidupan
La Lucha, berarti perjuangan
Blog ini adalah penerus dari website pribadi milik Aisar Labibi Romas yang beralamat di http://students.itb.ac.id/~aisar
liat profil lengkap, ato komentarin blog ini?
[klik disini]
-
Archives
- June 2008 (2)
- May 2008 (6)
- April 2008 (5)
- March 2008 (3)
- February 2008 (4)
- January 2008 (4)
- December 2007 (4)
- November 2007 (3)
- October 2007 (16)
-
Categories
-
RSS
Entries RSS
Comments RSS
